Kenali Perbedaan Campak dan Rubella yang Sering Menyerang Anak

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 13 Maret 2026 - 12:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Okepost.id – Banyak orang tua kesulitan membedakan penyakit yang dialami Si Kecil karena tanda-tandanya tampak serupa. Situasi ini bisa bikin langkah penanganan jadi terlambat atau bahkan tidak sesuai.

Dalam kondisi seperti ini, Bunda perlu lebih jeli memperhatikan tanda-tanda yang ada. Pemahaman yang baik dapat membantu mengambil langkah tepat dan mencegah risiko yang lebih serius bagi kesehatan Si Kecil.

Gejala rubella cenderung lebih ringan dibanding campak, seperti demam rendah, sakit kepala, pembengkakan kelenjar getah bening, dan ruam selama tiga hari. Meski begitu, pada ibu hamil, rubella bisa berdampak serius pada perkembangan janin.

Perbedaan campak dan rubella
Mengutip dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, ada beberapa perbedaan campak dan rubella yang penting untuk diketahui:

Baca Juga :  Tim SAR Gabungan Temukan Bocah Tenggelam di Sungai Batang Tebo

1. Tingkat keparahan penyakit

Campak umumnya memiliki gejala yang lebih berat dan dapat berlangsung lebih lama jika tidak segera ditangani, Bunda. Penyakit ini juga berisiko menimbulkan komplikasi serius seperti pneumonia atau radang otak pada sebagian anak.

2. Cara penularan

Kedua penyakit ini sama-sama menular melalui udara saat penderita batuk atau bersin, serta kontak langsung dengan cairan tubuh penderita. Namun, rubella juga dapat menular dari ibu ke janinnya selama kehamilan, yang membuatnya memiliki risiko tambahan.

3. Gejala utama

Campak biasanya disertai demam tinggi hingga mencapai 40 derajat, batuk, pilek, mata merah, serta bintik putih di dalam mulut sebelum ruam menyebar ke seluruh tubuh. Gejala ini sering membuat anak terlihat lemah dan rewel karena merasa tidak nyaman.

Baca Juga :  Ubi Jalar Ungu Memiliki Banyak Manfaat Kesehatan

4. Dampak pada penderitanya

Jika tidak segera diobati, campak berisiko menyebabkan komplikasi berat seperti infeksi telinga, diare parah, radang paru-paru, hingga radang otak. Penyakit ini juga dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh sehingga membuat Si Kecil rentan terkena penyakit lain.

Menjaga kebersihan juga enggak kalah penting lho, Bunda. Pastikan Si Kecil rajin cuci tangan, pakai masker saat dibutuhkan, dan hindari kontak langsung dengan orang yang sedang terinfeksi agar risiko penularannya semakin kecil.(*)

Berita Terkait

Beda Status Beda Alur, Ini Panduan Pengisian SKP 2026 Guru PNS, PPPK, dan Paruh Waktu
Guru PPPK Penuh Waktu Bisa Ikut Seleksi CPNS 2027, PPPK Paruh Waktu Disiapkan Jadi Penuh Waktu
Serat Buah Pepaya Berpotensi Jadi Masa Depan Dunia Pengobatan
Honorer Baru Tak Boleh Lagi? Pemerintah Mulai Tegas, Ini Arah Kebijakannya
Dasco Terima Data PPPK Paruh Waktu Nasional, DPR Siapkan Validasi untuk Kebijakan Status dan Karier
DPR Minta Pemerintah Gunakan Database BKN agar Pengangkatan PPPK Paruh Waktu Tidak Kisruh
Cara Pindah Domisili Lewat HP, Kini Tak Perlu Surat Pengantar RT/RW
DPR Setujui 4 Tuntutan PPPK, Rencana Unjuk Rasa Resmi Batal
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 12:48 WIB

Beda Status Beda Alur, Ini Panduan Pengisian SKP 2026 Guru PNS, PPPK, dan Paruh Waktu

Jumat, 11 September 2026 - 11:36 WIB

Guru PPPK Penuh Waktu Bisa Ikut Seleksi CPNS 2027, PPPK Paruh Waktu Disiapkan Jadi Penuh Waktu

Rabu, 9 September 2026 - 13:57 WIB

Serat Buah Pepaya Berpotensi Jadi Masa Depan Dunia Pengobatan

Rabu, 9 September 2026 - 09:16 WIB

Honorer Baru Tak Boleh Lagi? Pemerintah Mulai Tegas, Ini Arah Kebijakannya

Rabu, 9 September 2026 - 08:44 WIB

Dasco Terima Data PPPK Paruh Waktu Nasional, DPR Siapkan Validasi untuk Kebijakan Status dan Karier

Berita Terbaru