IHSG Ditutup Melemah, Saham GOTO Anjlok 13,95% ke Rp37

Saham GOTO menjadi salah satu pemberat IHSG setelah anjlok 13,95% ke Rp37, sementara UNTR memimpin penguatan.

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 30 September 2026 - 10:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi saham

Ilustrasi saham

Okepost.id, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melemah pada perdagangan Selasa (29/9/2026). Sejumlah saham berkapitalisasi besar, termasuk GOTO, AADI, dan ADRO, ikut tertekan hingga penutupan.

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan IHSG turun 0,43% ke level 6.121,70. Pada perdagangan tersebut, sebanyak 315 saham menguat, 391 saham melemah, dan 257 saham bergerak stagnan.

Tekanan paling besar datang dari saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) yang anjlok 13,95% menjadi Rp37. Penurunan juga terjadi pada PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI) sebesar 4,95% ke Rp11.050 dan PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) sebesar 4,63% ke Rp2.470.

Saham lainnya yang terkoreksi antara lain DEWA turun 2,86% ke Rp340, CUAN melemah 2,75% ke Rp885, serta INCO turun 2,73% ke Rp4.280.

Baca Juga :  IHSG Dibayangi Tekanan Besar, Analis Prediksi Koreksi Masih Berlanjut Akibat Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Di sisi lain, sejumlah saham berhasil menguat. PT United Tractors Tbk. (UNTR) memimpin kenaikan dengan penguatan 3,28% ke Rp25.175.

Selanjutnya, saham ISAT naik 2,68% ke Rp2.300, EXCL menguat 2,60% ke Rp2.370, SCMA naik 2,40% ke Rp171, ANTM bertambah 1,94% ke Rp3.160, dan ESSA menguat 1,75% ke Rp580.

Batas Harga Minimum Rp1 Jadi Sorotan

Pergerakan saham pada perdagangan kali ini juga berlangsung setelah BEI mulai menerapkan batas harga minimum saham dari sebelumnya Rp50 menjadi Rp1 sejak Senin (28/9/2026).

Kebijakan tersebut membuka ruang bagi saham yang sebelumnya tertahan di level Rp50 untuk bergerak lebih rendah dan menemukan level harga baru.

Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda menilai perubahan batas harga minimum menjadi salah satu sentimen yang perlu diperhatikan investor.

Baca Juga :  IHSG Jadi Bursa Terburuk di Asia Tenggara, Tapi Ada Sinyal Bangkit

Menurutnya, penerapan batas bawah Rp1 pada tahap awal dapat meningkatkan volatilitas, khususnya pada saham berharga rendah. Investor juga perlu menyesuaikan diri dengan perubahan rentang harga dan mekanisme auto rejection.

Sebelumnya, IHSG pada Senin (28/9/2026) turun 1,51% ke level 6.147,86. Tekanan pasar terjadi bersamaan dengan pelemahan rupiah yang mencapai sekitar Rp17.965 per dolar AS.

Sentimen eksternal juga masih membayangi pasar. Ekspektasi kebijakan The Fed yang hawkish, penguatan dolar AS, kenaikan imbal hasil US Treasury, serta ketidakpastian geopolitik turut menjadi perhatian investor.

Kondisi tersebut membuat pelaku pasar cenderung berhati-hati dalam menentukan posisi di tengah tingginya volatilitas pasar saham.(Pro)

Berita Terkait

BEI Catat 7 Perusahaan Antre IPO, Sektor Kesehatan Mendominasi
Trading Saham Indonesia Kini Bisa Lewat Web Pluang, Ada Market Order
Saham Teknologi Kuasai Daftar Jawara S&P 500, Moderna hingga Bloom Energy Melaju
IHSG Sesi I Turun 0,32%, Saham BSWD dan BLTZ Melonjak 25%
Short Selling Resmi Dibuka Lagi Hari Ini, 5 Saham Masuk Daftar Perdana
Daftar Saham Margin dan Short Selling Oktober 2026: Ada ASII, BBCA hingga BUMI
Ondo Perps Buka Trading Saham dan ETF Tokenisasi 24 Jam, Aset Bisa Jadi Jaminan Perpetual
IHSG Anjlok 1,08 Persen Usai Batas Harga Saham Rp1 Berlaku, BEI Beri Penjelasan
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 17:23 WIB

BEI Catat 7 Perusahaan Antre IPO, Sektor Kesehatan Mendominasi

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 13:27 WIB

Trading Saham Indonesia Kini Bisa Lewat Web Pluang, Ada Market Order

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 13:16 WIB

Saham Teknologi Kuasai Daftar Jawara S&P 500, Moderna hingga Bloom Energy Melaju

Jumat, 2 Oktober 2026 - 12:28 WIB

IHSG Sesi I Turun 0,32%, Saham BSWD dan BLTZ Melonjak 25%

Kamis, 1 Oktober 2026 - 09:14 WIB

Short Selling Resmi Dibuka Lagi Hari Ini, 5 Saham Masuk Daftar Perdana

Berita Terbaru

Poto ilustrasi

INVESTASI

BEI Catat 7 Perusahaan Antre IPO, Sektor Kesehatan Mendominasi

Minggu, 4 Okt 2026 - 17:23 WIB