Saham DSSA Ambruk 82%, Begini Nasib Emiten Lain Grup Sinar Mas

Tekanan sentimen MSCI, konsentrasi kepemilikan saham, dan sanksi OJK membebani DSSA. Namun, sejumlah saham Grup Sinar Mas masih mencatatkan pertumbuhan positif sepanjang 2026.

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Poto Ilustrasi Saham

Poto Ilustrasi Saham

Okepost.id, Jakarta – Saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) mengalami tekanan berat sepanjang 2026. Emiten Grup Sinar Mas ini terkoreksi 82,30% secara *year to date* (YtD), seiring meningkatnya tekanan jual dan melemahnya kepercayaan investor.

Berdasarkan data yang disampaikan, kapitalisasi pasar DSSA kini berada di kisaran Rp137,73 triliun. Angka tersebut turun 33,53% dibandingkan Rp206,12 triliun pada September 2026.

Jika dibandingkan dengan akhir 2025, penurunan kapitalisasi pasar DSSA semakin tajam. Saat itu, nilainya mencapai Rp778,25 triliun dengan harga saham Rp4.040 per lembar. Kapitalisasi pasar DSSA kini telah menyusut sekitar 82,39%.

Tekanan juga terlihat pada perdagangan pekan ini. DSSA terkoreksi 36,73% dan masuk jajaran saham dengan penurunan terdalam. Saham ini turut menekan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 39,54 poin.

Baca Juga :  IHSG Diproyeksi Uji Level 6.484, PTBA dan BBRI Menguat Saat Indeks Bisnis-27 Melemah

Sentimen MSCI, konsentrasi kepemilikan saham, serta sanksi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait perdagangan DSSA menjadi sejumlah faktor yang membayangi pergerakan saham tersebut.

Saham Emiten Sinar Mas Lainnya Masih Menguat

Di tengah penurunan tajam DSSA, sejumlah emiten Grup Sinar Mas justru mampu mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun ini.

PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk. (SMAR) membukukan kenaikan saham 38,89% YtD ke level Rp6.625 per lembar. Sementara itu, PT Sinar Mas Multiartha Tbk. (SMMA) menguat 38,79% ke Rp20.125 per lembar.

Kapitalisasi pasar SMMA juga meningkat dari Rp92,33 triliun pada akhir 2025 menjadi Rp128,14 triliun pada Oktober 2026. Pertumbuhan tersebut mencapai 38,78% secara YtD.

Baca Juga :  IHSG Hari Ini Berisiko Koreksi, Analis Rekomendasikan ADMR hingga INKP

Sebaliknya, PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk. (TKIM) melemah 16,84% ke Rp6.050 per lembar. PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. (INKP) juga terkoreksi 18,24% ke Rp6.950 per lembar.

Meski mengalami penurunan, kinerja TKIM dan INKP masih lebih baik dibandingkan IHSG yang terkoreksi 40,04% secara YtD.

Perbedaan kinerja ini menunjukkan bahwa tekanan terhadap DSSA belum tercermin secara merata pada seluruh emiten Grup Sinar Mas. Investor tetap perlu mencermati kondisi fundamental, sentimen pasar, serta risiko masing-masing saham sebelum mengambil keputusan investasi.(Pro)

Berita Terkait

Harga Emas Antam Hari Ini 17 Oktober 2026 Naik, Termurah Rp1,33 Juta
MSCI Tetap Ancam Downgrade Saham RI, Pertemuan dengan Pemerintah Tak Ubah Sikap
IHSG Ambruk ke Bawah 6.000, Rupiah Melemah dan Evaluasi MSCI Bikin Investor Waspada
IHSG Mulai Bangkit! Cek 6 Saham yang Menarik Dicermati Investor
IHSG Berpeluang Bangkit pada Oktober 2026, Investor Perlu Cermati 4 Katalis
Cara Menjadi Trader Pemula: Jangan Cuma Siapkan Modal, Ini yang Wajib Dikuasai
Trading atau Investasi? Kenali Perbedaannya Sebelum Memulai
IHSG Ambruk 3,28% Sepekan, Investor Perlu Lirik SBR015, Reksa Dana hingga Emas
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:32 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini 17 Oktober 2026 Naik, Termurah Rp1,33 Juta

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:23 WIB

Saham DSSA Ambruk 82%, Begini Nasib Emiten Lain Grup Sinar Mas

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:19 WIB

MSCI Tetap Ancam Downgrade Saham RI, Pertemuan dengan Pemerintah Tak Ubah Sikap

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:28 WIB

IHSG Ambruk ke Bawah 6.000, Rupiah Melemah dan Evaluasi MSCI Bikin Investor Waspada

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:42 WIB

IHSG Mulai Bangkit! Cek 6 Saham yang Menarik Dicermati Investor

Berita Terbaru

Poto Ilustrasi Saham

INVESTASI

Saham DSSA Ambruk 82%, Begini Nasib Emiten Lain Grup Sinar Mas

Sabtu, 17 Okt 2026 - 13:23 WIB