Okepost.id, Jakarta – Penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pekan lalu belum menghentikan aksi jual investor asing di pasar saham Indonesia. Di tengah rebound indeks, investor asing masih melepas sejumlah saham berkapitalisasi besar dengan nilai transaksi yang signifikan.
IHSG tercatat menguat 1,21% sepanjang pekan lalu. Secara akumulatif, indeks juga membukukan kenaikan 4,90%. Namun, investor asing masih mencatatkan jual bersih atau “net sell” sebesar Rp8,73 triliun.
Berdasarkan data transaksi asing periode 16–23 Oktober 2026 yang dikutip The Econopost, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi emiten dengan nilai jual bersih asing terbesar, mencapai Rp5,23 triliun. Posisi berikutnya ditempati PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sebesar Rp3,26 triliun.
Daftar 10 Saham yang Paling Banyak Dijual Asing
Berikut daftar saham dengan nilai *net sell* asing terbesar dalam periode tersebut:
1. BBCA – Rp5,23 triliun
2. BBRI – Rp3,26 triliun
3. BMRI – Rp1,37 triliun
4. TLKM – Rp662,99 miliar
5. ANTM – Rp297,59 miliar
6. BRIS – Rp249,66 miliar
7. PTBA – Rp217,68 miliar
8. AADI – Rp204,50 miliar
9. TINS – Rp203,32 miliar
10. ADRO – Rp146,49 miliar
Data tersebut menunjukkan bahwa saham sektor perbankan mendominasi tiga posisi teratas. Selain BBCA dan BBRI, investor asing juga melepas saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dengan nilai jual bersih Rp1,37 triliun.
Tekanan jual juga menyasar saham telekomunikasi, pertambangan, serta energi. Saham TLKM mencatatkan *net sell* Rp662,99 miliar, sedangkan ANTM mencapai Rp297,59 miliar.
Meski IHSG menguat, data tersebut memperlihatkan bahwa arus dana asing belum sepenuhnya kembali ke pasar saham domestik. Pergerakan indeks dan transaksi investor asing pun perlu dicermati secara terpisah karena penguatan IHSG tidak selalu berarti seluruh saham mengalami akumulasi.
(Pro)








