Okepost.id, Kerinci – Tari Nek Salih Indah dari Desa Belui, Kabupaten Kerinci, sukses mencuri perhatian penonton saat tampil pada pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026 di Dermaga Danau Kerinci, Kamis (22/10/2026).
Penampilan yang mengangkat kisah leluhur masyarakat Belui tersebut menghadirkan perpaduan seni tari, musik tradisional, dan ritual adat yang sarat nilai sejarah serta spiritual. Sebanyak 19 penari tampil memukau dan membawa suasana panggung utama semakin semarak.
Pertunjukan ini menjadi salah satu daya tarik dalam festival yang berlangsung pada 22–25 Oktober 2026. Gerakan tari yang dinamis, alur cerita yang kuat, serta penggunaan properti adat membuat penonton menyaksikan kekayaan tradisi masyarakat Kerinci dari dekat.
Angkat Kisah Nek Salih Indah dan Tradisi Leluhur
Tari Nek Salih Indah mengisahkan sosok perempuan yang dikenal dalam cerita turun-temurun masyarakat Desa Belui. Ia digambarkan memiliki rambut sepanjang sembilan ito dan kemampuan mengobati masyarakat yang sakit melalui ritual asap kemenyang.
Pertunjukan tersebut juga menampilkan ritual pemandian harta pusaka peninggalan leluhur menggunakan air limau. Masyarakat setempat mengenal prosesi tersebut dengan sebutan *panandan*.
Kedua unsur tersebut menjadi bagian penting dalam penyajian Tari Nek Salih Indah. Melalui gerak, musik, dan simbol adat, para penari berusaha memperkenalkan kisah leluhur sekaligus nilai budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi.
19 Penari Tampilkan Pertunjukan Kolosal
Sebanyak 19 penari terlibat dalam pertunjukan tersebut. Dzakira Rekisya Zahra memerankan tokoh utama Nek Salih Indah, didukung oleh penari lainnya, yakni Nadifa Yasya Khairunnisa, Rizkia Juniarti, Zeni Delpiana, Olivia Duriatul Azmi, Aradea Clara Sinta, Sovia Ramadhani, Qeynara Febriona Ramadhani, Husnul Nabila, Ziffana, Jihan, Chantika, Atifa Faizah, Rensi, Khalista, Carisa, Saskia, serta para penari pendukung lainnya.
Keberhasilan pertunjukan ini juga tidak terlepas dari peran para pelatih, yaitu Sovia Epeni, Tri Kurnia Susila, Rozalina Oktarini, Loni Ovrisia, Novita Dewi Tiara, Anggelia Novita, dan Amelya Dwi Lirma.
Mereka meramu konsep cerita, koreografi, serta unsur tradisional menjadi sebuah pertunjukan yang mampu menarik perhatian pengunjung festival.
Pernah Tampil di Kenduri Sko 3 Luhah Belui
Sebelum tampil di Festival Budaya Kerinci 2026, Tari Nek Salih Indah telah menarik perhatian saat dipentaskan dalam Kenduri Sko 3 Luhah Belui.
Penampilan tersebut menjadi salah satu momentum penting bagi sanggar untuk memperkenalkan karya budaya Desa Belui kepada masyarakat yang lebih luas. Kepercayaan untuk tampil pada pembukaan festival turut membuka peluang bagi tarian ini untuk semakin dikenal sebagai bagian dari kekayaan seni tradisional Kerinci.
Berpeluang Menjadi Warisan Budaya Resmi Kabupaten Kerinci
Sambutan positif terhadap Tari Nek Salih Indah turut membuka peluang bagi pemerintah daerah untuk mendorong pengakuan dan perlindungan terhadap karya budaya tersebut.
Pemerintah daerah disebut berencana mengupayakan penetapan Tari Nek Salih Indah sebagai salah satu warisan seni budaya resmi Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi.
Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat pelestarian tradisi lokal sekaligus menjaga kisah leluhur agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
Kehadiran Tari Nek Salih Indah dalam Festival Budaya Kerinci 2026 menunjukkan bahwa seni tradisional memiliki potensi besar untuk menjadi daya tarik wisata budaya. Dengan pengemasan yang kreatif dan dukungan berbagai pihak, warisan leluhur masyarakat Belui berpeluang menjangkau generasi muda serta wisatawan yang ingin mengenal kebudayaan Kerinci lebih dekat. (Pro)









