Okepost.id, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang bangkit pada Oktober 2026 setelah mengalami tekanan besar pada September. Investor kini menanti katalis yang dapat mendorong pemulihan pasar saham domestik.
Pada akhir September, IHSG ditutup di level 6.071,13. Indeks mencatat penurunan hampir 8 persen sepanjang September dan masih berada dalam tekanan secara year to date (YTD).
Meski demikian, sejumlah analis melihat peluang rebound pada Oktober. Faktor musiman, valuasi saham yang lebih menarik setelah koreksi, serta potensi masuknya kembali dana asing dapat menjadi pendorong IHSG.
Rupiah dan Sentimen Global Jadi Kunci
Pergerakan rupiah menjadi salah satu faktor penting bagi pasar saham. Pelemahan rupiah terhadap dolar AS dapat meningkatkan tekanan terhadap IHSG.
Investor juga akan mencermati arah suku bunga Amerika Serikat, imbal hasil US Treasury, serta pergerakan pasar saham global. Perubahan sentimen di pasar global dapat memengaruhi arus modal asing ke Indonesia.
Di dalam negeri, investor akan menunggu kinerja emiten pada kuartal III 2026. Laporan keuangan yang positif berpotensi memperkuat minat beli terhadap saham-saham dengan fundamental solid.
Investor Tetap Perlu Selektif
Peluang rebound tidak berarti IHSG akan langsung menguat tanpa hambatan. Volatilitas masih dapat meningkat jika tekanan global kembali muncul.
Karena itu, investor perlu menerapkan strategi stock picking. Saham dengan fundamental kuat, valuasi menarik, dan prospek pertumbuhan laba dapat menjadi perhatian saat pasar mulai pulih.
Dengan koreksi yang cukup dalam pada September, Oktober 2026 menjadi periode penting bagi investor untuk melihat apakah IHSG mampu membangun momentum pemulihan. (Pro)








