IHSG Berpotensi Lanjut Melemah, Analis Rekomendasikan ANTM hingga TLKM

Bursa Saham

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 20 Mei 2026 - 12:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar ilustrasi

Gambar ilustrasi

Okepost.id, Jakarta – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih berada dalam tekanan pada perdagangan Rabu, 20 Mei 2026. Sejumlah analis menilai pasar saham domestik masih berisiko melanjutkan koreksi setelah penurunan tajam pada sesi sebelumnya.

Berdasarkan data IDX Mobile, IHSG ditutup melemah 228,56 poin atau turun 3,46 persen ke level 6.370,68 pada perdagangan Selasa, 19 Mei 2026. Sepanjang sesi perdagangan, indeks bergerak di kisaran 6.323,26 hingga 6.635,18.

Aktivitas transaksi pasar tercatat cukup tinggi. Nilai transaksi mencapai Rp25,33 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 43,06 miliar saham. Sementara itu, frekuensi transaksi tercatat mencapai 2,77 juta kali.

Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 117 saham menguat, 647 saham melemah, dan 195 saham bergerak stagnan.

Tekanan terbesar terhadap IHSG datang dari sejumlah saham unggulan. Saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) turun 13,33 persen ke level Rp650. Selanjutnya, saham PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA) melemah 11,85 persen menjadi Rp476.

Baca Juga :  Bursa Saham Korsel Ambrol, Indeks Kospi Anjlok 6,12 Persen akibat Aksi Jual Investor Asing

Selain itu, saham PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) turun 11,82 persen ke posisi Rp388. Saham PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) terkoreksi 9,71 persen ke level Rp186, sedangkan saham PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) melemah 8,70 persen menjadi Rp1.470.

Di tengah tekanan pasar, beberapa saham masih mampu mencatat penguatan dan menahan pelemahan IHSG lebih dalam. Saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) naik 2,12 persen ke level Rp1.445, sementara saham PT Bank Tabungan Negara Tbk. (BBTN) menguat 1,18 persen menjadi Rp1.285.

Tim riset MNC Sekuritas menilai IHSG saat ini masih berada dalam fase wave [v] dari wave A pada wave (2). Kondisi tersebut membuat indeks berpotensi melanjutkan koreksi dalam jangka pendek.

Baca Juga :  IHSG Jadi Bursa Terburuk di Asia Tenggara, Tapi Ada Sinyal Bangkit

“IHSG masih rawan melanjutkan koreksi untuk menguji area 6.307. Investor juga perlu mewaspadai potensi penurunan lanjutan menuju area 6.084 hingga 6.148,” tulis MNC Sekuritas dalam risetnya, Rabu (20/5/2026).

Secara teknikal, analis memperkirakan level support IHSG berada di area 6.270 dan 6.148. Sementara level resistance diperkirakan berada di kisaran 6.640 hingga 6.745.

Untuk strategi perdagangan, MNC Sekuritas merekomendasikan investor melakukan buy on weakness pada saham PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM), PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF), dan PT Telkom Indonesia Tbk. (TLKM). Selain itu, saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) direkomendasikan untuk strategi trading buy.(Pro)

Berita Terkait

IHSG Berpotensi Melemah Hari Ini, Analis Rekomendasikan Saham AADI hingga AMRT
Indeks Bisnis-27 Dibuka Menguat, Saham TAPG, INKP, dan MIKA Pimpin Kenaikan
Ashmore Ungkap Risiko Terbesar Pasar Saham Indonesia pada 2026
IHSG Masih Tertekan, Pasar Nantikan Keputusan BI Rate Pekan Ini
IHSG Hari Ini Berisiko Koreksi, Analis Rekomendasikan ADMR hingga INKP
IHSG Jadi Bursa Terburuk di Asia Tenggara, Tapi Ada Sinyal Bangkit
MSCI Coret ANTM dari Indeks Global, Tata Kelola BUMN Jadi Sorotan
Bursa Saham Korsel Ambrol, Indeks Kospi Anjlok 6,12 Persen akibat Aksi Jual Investor Asing
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 21 Mei 2026 - 10:01 WIB

IHSG Berpotensi Melemah Hari Ini, Analis Rekomendasikan Saham AADI hingga AMRT

Kamis, 21 Mei 2026 - 09:42 WIB

Indeks Bisnis-27 Dibuka Menguat, Saham TAPG, INKP, dan MIKA Pimpin Kenaikan

Rabu, 20 Mei 2026 - 12:30 WIB

Ashmore Ungkap Risiko Terbesar Pasar Saham Indonesia pada 2026

Rabu, 20 Mei 2026 - 12:02 WIB

IHSG Berpotensi Lanjut Melemah, Analis Rekomendasikan ANTM hingga TLKM

Selasa, 19 Mei 2026 - 10:34 WIB

IHSG Masih Tertekan, Pasar Nantikan Keputusan BI Rate Pekan Ini

Berita Terbaru