IHSG Tertekan ke Area 6.000, Saham Big Caps Kompak Melemah pada Awal Perdagangan

Bursa Saham

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 22 Mei 2026 - 11:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar ilustrasi

Gambar ilustrasi

Okepost.id, Jakarta – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali berada dalam tekanan pada awal perdagangan Jumat (22/5/2026). Pelemahan indeks semakin mendekati level psikologis 6.000 setelah aksi jual investor masih mendominasi pasar saham domestik.

Data perdagangan Bursa Efek Indonesia menunjukkan IHSG dibuka turun 1,21% ke posisi 6.020,98 pada pukul 09.00 WIB. Mayoritas saham bergerak di zona merah dengan 383 saham melemah, 95 saham menguat, dan 481 saham stagnan.

Nilai transaksi pada awal sesi mencapai Rp473,4 miliar dengan volume perdagangan sebanyak 825,8 juta saham. Sementara itu, kapitalisasi pasar tercatat turun menjadi Rp10.404 triliun.

Tekanan terhadap IHSG terutama datang dari saham-saham berkapitalisasi besar. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun 1,26% menjadi Rp5.875. Saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) melemah 1,44% ke level Rp4.110.

Selain sektor perbankan, saham energi dan telekomunikasi juga mengalami koreksi. Saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) turun 3,11% ke Rp2.490, sedangkan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) terkoreksi 2% menjadi Rp2.940.

Baca Juga :  Rupiah Berpotensi Sentuh Rp18.000 per Dolar AS, Ini Faktor yang Menggerakkan Kurs Hari Ini

Adapun saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mencatat pelemahan paling tajam setelah anjlok 12,78% ke posisi Rp1.980.

IHSG Diprediksi Masih Bergerak Fluktuatif

Tim riset Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG bergerak dalam rentang support 5.880 dan resistance 6.200 sepanjang perdagangan hari ini.

Sebelumnya, IHSG ditutup melemah 3,54% ke level 6.094,91 pada perdagangan Kamis (21/5/2026). Pelemahan tersebut dipicu kombinasi sentimen global dan domestik yang memicu kekhawatiran pelaku pasar.

Secara teknikal, analis menilai indeks telah menutup gap di area 6.092. Namun, tekanan jual yang masih tinggi berpotensi membawa IHSG menguji level 6.000 dalam waktu dekat.

“Jika tekanan jual terus berlanjut, IHSG berpotensi menguji support psikologis di level 6.000 dengan support kuat berikutnya berada di area 5.882,” tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya.

Konflik Timur Tengah dan Rebalancing FTSE Membebani Pasar

Dari eksternal, pasar masih dibayangi konflik berkepanjangan di Timur Tengah yang memicu kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi global. Penutupan Selat Hormuz turut membuat harga minyak mentah bertahan tinggi lebih lama dari perkiraan pasar.

Baca Juga :  Investor Asing Serbu Bursa, Net Buy Capai 1,80 Miliar Saham dalam Sehari

Selain itu, investor juga mencermati dampak sejumlah kebijakan pemerintah yang dinilai dapat memengaruhi iklim investasi jangka pendek di Indonesia.

Di sisi lain, sentimen rebalancing indeks global FTSE Russell dan MSCI diperkirakan masih menjadi faktor yang menekan aliran dana asing di pasar saham Indonesia.

Saham Perbankan dan Tambang Berisiko Lanjut Melemah

Tekanan terhadap saham sektor perbankan diperkirakan berlanjut setelah Fitch Ratings menilai peringkat bank-bank Himbara sangat bergantung pada dukungan pemerintah.

Fitch mempertahankan sovereign rating Indonesia di level BBB dengan outlook negatif. Kondisi tersebut mencerminkan risiko keterbatasan pemerintah dalam mendukung sektor perbankan apabila tekanan fiskal meningkat.

Sementara itu, S&P Global Ratings menilai rencana pengendalian ekspor komoditas secara terpusat berpotensi menekan ekspor nasional dan memengaruhi neraca pembayaran Indonesia.

Analis pun mengingatkan investor untuk mencermati risiko tekanan lanjutan pada saham-saham tambang, terutama emiten non-BUMN. (Pro)

Berita Terkait

IHSG Ambruk 3,28% Sepekan, Investor Perlu Lirik SBR015, Reksa Dana hingga Emas
BEI Catat 7 Perusahaan Antre IPO, Sektor Kesehatan Mendominasi
Trading Saham Indonesia Kini Bisa Lewat Web Pluang, Ada Market Order
Saham Teknologi Kuasai Daftar Jawara S&P 500, Moderna hingga Bloom Energy Melaju
IHSG Sesi I Turun 0,32%, Saham BSWD dan BLTZ Melonjak 25%
Short Selling Resmi Dibuka Lagi Hari Ini, 5 Saham Masuk Daftar Perdana
Daftar Saham Margin dan Short Selling Oktober 2026: Ada ASII, BBCA hingga BUMI
IHSG Ditutup Melemah, Saham GOTO Anjlok 13,95% ke Rp37
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:57 WIB

IHSG Ambruk 3,28% Sepekan, Investor Perlu Lirik SBR015, Reksa Dana hingga Emas

Minggu, 4 Oktober 2026 - 17:23 WIB

BEI Catat 7 Perusahaan Antre IPO, Sektor Kesehatan Mendominasi

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 13:27 WIB

Trading Saham Indonesia Kini Bisa Lewat Web Pluang, Ada Market Order

Jumat, 2 Oktober 2026 - 12:28 WIB

IHSG Sesi I Turun 0,32%, Saham BSWD dan BLTZ Melonjak 25%

Kamis, 1 Oktober 2026 - 09:14 WIB

Short Selling Resmi Dibuka Lagi Hari Ini, 5 Saham Masuk Daftar Perdana

Berita Terbaru

Poto ilustrasi

INVESTASI

BEI Catat 7 Perusahaan Antre IPO, Sektor Kesehatan Mendominasi

Minggu, 4 Okt 2026 - 17:23 WIB