BEI Optimistis Indonesia Bertahan di Emerging Market MSCI, Ini Alasannya

Fundamental ekonomi dan kinerja emiten dinilai kuat, BEI terus memperbaiki transparansi pasar modal di tengah ancaman downgrade MSCI.

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 18 Oktober 2026 - 17:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Okepost.id, Jakarta – Bursa Efek Indonesia (BEI) menegaskan pasar modal Indonesia masih layak mempertahankan status *emerging market* atau pasar berkembang dalam klasifikasi Morgan Stanley Capital International (MSCI).

BEI menilai Indonesia memiliki fundamental ekonomi yang kuat, kapitalisasi pasar besar, serta kinerja emiten yang positif. Namun, otoritas bursa tetap perlu memperkuat transparansi dan kualitas data untuk menjaga kepercayaan investor global.

Direktur Pengembangan BEI, Iding Pardi, mengatakan pihaknya terus melakukan pembenahan untuk meningkatkan keterbukaan informasi dan memperkuat kredibilitas pasar modal Indonesia.

Langkah tersebut menjadi bagian dari tindak lanjut atas perhatian MSCI terhadap transparansi kepemilikan saham dan kualitas informasi di pasar modal.

Kapitalisasi Pasar Indonesia Tembus US$497,96 Miliar

BEI mencatat kapitalisasi pasar saham Indonesia mencapai US$497,96 miliar. Nilai tersebut lebih besar dibandingkan Nigeria yang mencapai US$106,27 miliar dan Argentina sebesar US$72,94 miliar.

Baca Juga :  IHSG Melemah Jelang Libur Iduladha 2026, Bursa Efek Indonesia Kembali Dibuka 29 Mei

Dari sisi ekonomi, produk domestik bruto (PDB) Indonesia pada kuartal II/2026 tumbuh 5,29% secara tahunan. Cadangan devisa Indonesia juga mencapai US$146,3 miliar pada akhir September 2026.

Kinerja perusahaan tercatat turut memperkuat optimisme BEI. Laba bersih emiten secara agregat tumbuh 16,25% pada semester I/2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, laba bersih emiten dalam indeks LQ45 meningkat 18,49%.

BEI Percepat Reformasi Pasar Modal

Untuk mempertahankan kepercayaan investor, BEI bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus menjalankan reformasi pasar modal.

Sejumlah langkah yang ditempuh meliputi peningkatan batas minimum saham beredar publik (*free float*) menjadi 15%, penguatan keterbukaan informasi kepemilikan saham, serta peningkatan kualitas data dan likuiditas perdagangan.

Baca Juga :  Saham Murah PBV di Bawah 1 Kembali Jadi Incaran Investor

Berdasarkan data per 30 September 2026, rata-rata *free float* emiten mencapai 22,99%. Sebanyak 560 dari total 918 perusahaan tercatat telah memenuhi ketentuan tersebut.

Meski demikian, tantangan masih membayangi pasar modal Indonesia. MSCI sebelumnya mengumumkan konsultasi atas usulan perubahan klasifikasi Indonesia dari *emerging market* menjadi *standalone market*.

MSCI membuka periode penyampaian masukan hingga 30 April 2027 dan menjadwalkan keputusan akhir paling lambat 30 Juni 2027.

Karena itu, BEI perlu membuktikan bahwa reformasi yang berjalan mampu meningkatkan transparansi, memperbaiki tata kelola, dan memperkuat akses investor terhadap pasar saham Indonesia. (Pro)

Berita Terkait

Harga Emas Antam Hari Ini 17 Oktober 2026 Naik, Termurah Rp1,33 Juta
Saham DSSA Ambruk 82%, Begini Nasib Emiten Lain Grup Sinar Mas
MSCI Tetap Ancam Downgrade Saham RI, Pertemuan dengan Pemerintah Tak Ubah Sikap
IHSG Ambruk ke Bawah 6.000, Rupiah Melemah dan Evaluasi MSCI Bikin Investor Waspada
IHSG Mulai Bangkit! Cek 6 Saham yang Menarik Dicermati Investor
IHSG Berpeluang Bangkit pada Oktober 2026, Investor Perlu Cermati 4 Katalis
Cara Menjadi Trader Pemula: Jangan Cuma Siapkan Modal, Ini yang Wajib Dikuasai
Trading atau Investasi? Kenali Perbedaannya Sebelum Memulai
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 17:43 WIB

BEI Optimistis Indonesia Bertahan di Emerging Market MSCI, Ini Alasannya

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:32 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini 17 Oktober 2026 Naik, Termurah Rp1,33 Juta

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:23 WIB

Saham DSSA Ambruk 82%, Begini Nasib Emiten Lain Grup Sinar Mas

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:28 WIB

IHSG Ambruk ke Bawah 6.000, Rupiah Melemah dan Evaluasi MSCI Bikin Investor Waspada

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:42 WIB

IHSG Mulai Bangkit! Cek 6 Saham yang Menarik Dicermati Investor

Berita Terbaru

Poto Ilustrasi Saham

INVESTASI

Saham DSSA Ambruk 82%, Begini Nasib Emiten Lain Grup Sinar Mas

Sabtu, 17 Okt 2026 - 13:23 WIB