IHSG Dibuka Merosot ke 5.878, Saham BMRI, BYAN hingga AMMN Kompak Terkoreksi

IHSG Hari Ini Turun 1,06 Persen ke Level 5.878, Saham Big Caps Ramai-Ramai Melemah

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 4 Juni 2026 - 10:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar ilustrasi

Gambar ilustrasi

Okepost.id, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melanjutkan pelemahan pada pembukaan perdagangan Kamis (4/6/2026).

Tekanan jual yang masih mendominasi pasar membuat indeks turun 1,06 persen atau 62,98 poin ke level 5.878.

Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia pada pukul 09.01 WIB, nilai transaksi mencapai Rp647,9 miliar dengan volume perdagangan sebanyak 888,1 juta saham.

Pergerakan pasar pagi ini menunjukkan dominasi sentimen negatif. Sebanyak 388 saham bergerak turun, sementara hanya 114 saham yang berhasil menguat. Sebanyak 457 saham lainnya tercatat tidak mengalami perubahan harga.

Tekanan terbesar datang dari sejumlah saham berkapitalisasi besar yang menjadi motor penggerak indeks. Saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) turun 4,09 persen ke level Rp3.990 per saham. Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) ikut terkoreksi 0,25 persen menjadi Rp4.040.

Saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) melemah 1,23 persen ke posisi Rp10.050. Sementara itu, saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) anjlok 4,23 persen menjadi Rp3.170.

Koreksi juga terjadi pada saham PT Astra International Tbk (ASII) yang turun 1,03 persen ke Rp4.790, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang melemah 2,27 persen ke Rp1.725, serta PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) yang merosot 5,57 persen ke level Rp1.525.

Baca Juga :  IPOT X Hadir dengan 9 Fitur AI, Analisis Saham Jadi Lebih Praktis

Saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) turun tipis 0,28 persen ke Rp3.560. Adapun saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) menjadi salah satu yang mengalami tekanan cukup dalam setelah terkoreksi 5,07 persen ke level Rp655.

Meski mayoritas saham berada di zona merah, beberapa emiten unggulan masih mencatatkan penguatan.

Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) naik 0,45 persen ke Rp5.550, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menguat 0,34 persen ke Rp2.910, dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) bertambah 1,40 persen menjadi Rp2.890.

Selain itu, saham PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) naik 0,37 persen ke Rp6.800 dan saham PT Hartadinata Abadi Tbk (EMAS) menguat 0,72 persen ke level Rp7.000.

Rupiah dan Sentimen Global Masih Menekan Pasar

Pelemahan IHSG terjadi setelah indeks ditutup anjlok 4,11 persen ke level 5.941 pada perdagangan sehari sebelumnya.

Tim Riset Phintraco Sekuritas menilai tekanan pasar masih dipengaruhi oleh melemahnya nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh kisaran Rp17.966 per dolar Amerika Serikat.

Baca Juga :  ST016 Resmi Meluncur, Tawarkan Kupon di Atas 6 Persen dan Jadi Incaran Investor Ritel

Kondisi tersebut memicu kekhawatiran investor terhadap stabilitas pasar keuangan domestik.

Secara teknikal, analis memperkirakan IHSG masih berpotensi melanjutkan koreksi apabila gagal bertahan di atas level psikologis 5.900.

Jika tekanan jual berlanjut, indeks berpeluang menguji area support berikutnya yang berada pada rentang 5.750 hingga 5.840.

Peringkat Danantara Jadi Perhatian Investor

Selain faktor nilai tukar, pelaku pasar juga mencermati perkembangan terbaru terkait Danantara Investment Management (DIM).

Lembaga pemeringkat internasional Moody’s memberikan peringkat Baa2 kepada DIM dengan prospek negatif. Penilaian tersebut mencerminkan hubungan yang sangat erat antara perusahaan dan Pemerintah Indonesia.

Moody’s menilai DIM memiliki peluang besar mendapatkan dukungan pemerintah apabila menghadapi tekanan finansial.

Namun, lembaga itu juga mengingatkan bahwa peringkat dapat diturunkan jika kondisi fiskal atau kualitas kredit Indonesia memburuk.

Di sisi lain, S&P Global Ratings menetapkan peringkat BBB untuk jangka panjang dan A-2 untuk jangka pendek dengan outlook stabil.

Sementara Fitch Ratings memberikan peringkat BBB terhadap program Global Medium Term Notes (MTN) dan obligasi perdana DIM.

Penilaian dari ketiga lembaga pemeringkat global tersebut menunjukkan bahwa kekuatan utama profil kredit DIM masih bertumpu pada hubungan strategisnya dengan Pemerintah Indonesia.(Pro)

Berita Terkait

Demutualisasi BEI, Suahasil Tegaskan Kemenkeu Tak Akan Jadi Pemegang Saham
IHSG Ambruk 3,78 Persen, 717 Saham Berguguran di Bursa
Indeks Bisnis-27 Menguat 0,13%, PGAS Melonjak 8,64%, PTBA dan MEDC Ikut Menguat
BBCA Rajai FTSE Indonesia, 3 Bank Besar Kuasai Lebih dari 53% Bobot Indeks
IHSG Masih Tertekan, Rupiah Rp18.100 dan Keputusan The Fed Jadi Sorotan
IHSG Menguat, Asing Malah Jual 10 Saham Ini, BBCA Paling Banyak Dilepas
IHSG Melonjak 4,9% Sepekan, OJK Perketat Pengawasan dan Bidik Manipulasi Saham
BEI Catat 9 Calon Emiten IPO, Sektor Kesehatan Mendominasi Antrean Bursa
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 07:45 WIB

Demutualisasi BEI, Suahasil Tegaskan Kemenkeu Tak Akan Jadi Pemegang Saham

Selasa, 3 November 2026 - 20:35 WIB

IHSG Ambruk 3,78 Persen, 717 Saham Berguguran di Bursa

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:09 WIB

Indeks Bisnis-27 Menguat 0,13%, PGAS Melonjak 8,64%, PTBA dan MEDC Ikut Menguat

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:08 WIB

BBCA Rajai FTSE Indonesia, 3 Bank Besar Kuasai Lebih dari 53% Bobot Indeks

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:12 WIB

IHSG Masih Tertekan, Rupiah Rp18.100 dan Keputusan The Fed Jadi Sorotan

Berita Terbaru

INVESTASI

IHSG Ambruk 3,78 Persen, 717 Saham Berguguran di Bursa

Selasa, 3 Nov 2026 - 20:35 WIB