Bitcoin Bertahan di Atas US$63.000 Meski Strategy Lepas 3.588 BTC, Investor Pantau ETF dan Risiko Geopolitik

Aksi jual terbesar Strategy senilai US$216 juta belum menggagalkan pemulihan harga Bitcoin, sementara pasar menunggu arus dana ETF dan perkembangan Selat Hormuz.

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 8 Juli 2026 - 16:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar ilustrasi

Gambar ilustrasi

Okepost.id, Jakarta – Bitcoin masih mampu bertahan di atas level US$63.000 meski sempat terkoreksi setelah menyentuh US$64.400. Pasar kripto menunjukkan ketahanan di tengah aksi jual besar yang dilakukan Strategy dan meningkatnya ketidakpastian geopolitik global.

Mengutip CoinDesk, Selasa (8/7/2026), Bitcoin diperdagangkan di kisaran US$63.170 setelah sempat menembus US$64.400 pada perdagangan sebelumnya. Dalam sepekan terakhir, aset kripto terbesar di dunia itu masih mencatat kenaikan sekitar 6 persen.

Tekanan jual muncul setelah Strategy mengumumkan penjualan 3.588 BTC dengan nilai sekitar US$216 juta. Transaksi tersebut menjadi aksi jual terbesar perusahaan sejak mengakhiri strategi untuk mempertahankan seluruh kepemilikan Bitcoin.

Di pasar altcoin, Ethereum bertahan di kisaran US$1.770 dan menguat sekitar 11,6 persen dalam sepekan. Sementara itu, XRP diperdagangkan di sekitar US$1,13, sedangkan Solana stabil di level US$80 setelah mempertahankan sebagian besar kenaikan mingguannya.

Baca Juga :  Harga Emas Hari Ini di Pegadaian 31 Agustus 2026: Galeri 24 hingga UBS

Pemulihan Bitcoin terjadi setelah sempat menyentuh level terendah dalam 21 bulan di sekitar US$58.000 pada akhir Juni. Sejak saat itu, harga berhasil kembali ke kisaran US$63.000, meski secara tahunan masih terkoreksi sekitar 20 persen pada paruh pertama 2026.

Analis ARP Digital, Yusuf Fakhro, menilai tekanan jual di pasar derivatif mulai mendekati fase akhir. Ia menyebut minat investor institusi masih melemah, terlihat dari posisi terbuka kontrak berjangka CME yang berada di level terendah dalam 32 bulan.

Namun, premi instrumen lindung nilai terhadap penurunan harga justru melonjak ke level tertinggi keempat sepanjang sejarah. Pola serupa pernah terjadi pada Juni dan November 2022 yang menjadi titik balik siklus pasar kripto.

Dari sisi eksternal, sentimen pasar kembali dipengaruhi kenaikan harga minyak. Minyak mentah Brent naik sekitar 0,6 persen menjadi US$72,45 per barel setelah sebuah kapal pengangkut LNG dilaporkan terkena proyektil di dekat pantai Oman saat meninggalkan Selat Hormuz.

Baca Juga :  Harga emas tiga jenama yaitu Galeri 24, Antam dan UBS di Pegadaian pada hari ini Kamis 27 Agustus 2026 kompak turun

Insiden tersebut kembali memicu kekhawatiran terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah. Di saat yang sama, pasar saham Asia juga tertekan akibat aksi jual saham teknologi. Indeks Kospi Korea Selatan turun sekitar 6,7 persen, sementara saham Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing melemah sekitar 8,3 persen.

Meski tekanan global meningkat, Bitcoin mampu bertahan lebih stabil dibandingkan saham teknologi. Pelaku pasar kini menunggu perkembangan arus dana ke ETF Bitcoin serta situasi geopolitik di Selat Hormuz yang diperkirakan akan menjadi penentu arah pergerakan harga kripto dalam jangka pendek.(Pro)

Berita Terkait

IHSG Ambruk Imbas MSCI, Saham BBCA, BBRI hingga ASII Menarik Dicermati
BEI Optimistis Indonesia Bertahan di Emerging Market MSCI, Ini Alasannya
Harga Emas Antam Hari Ini 17 Oktober 2026 Naik, Termurah Rp1,33 Juta
Saham DSSA Ambruk 82%, Begini Nasib Emiten Lain Grup Sinar Mas
MSCI Tetap Ancam Downgrade Saham RI, Pertemuan dengan Pemerintah Tak Ubah Sikap
IHSG Berpeluang Bangkit pada Oktober 2026, Investor Perlu Cermati 4 Katalis
Cara Menjadi Trader Pemula: Jangan Cuma Siapkan Modal, Ini yang Wajib Dikuasai
Trading atau Investasi? Kenali Perbedaannya Sebelum Memulai
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 09:45 WIB

IHSG Ambruk Imbas MSCI, Saham BBCA, BBRI hingga ASII Menarik Dicermati

Minggu, 18 Oktober 2026 - 17:43 WIB

BEI Optimistis Indonesia Bertahan di Emerging Market MSCI, Ini Alasannya

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:32 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini 17 Oktober 2026 Naik, Termurah Rp1,33 Juta

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:19 WIB

MSCI Tetap Ancam Downgrade Saham RI, Pertemuan dengan Pemerintah Tak Ubah Sikap

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:43 WIB

IHSG Berpeluang Bangkit pada Oktober 2026, Investor Perlu Cermati 4 Katalis

Berita Terbaru