Harga Emas Hari Ini 01 Agustus 2027 Anjlok Tersengat Penguatan Dolar AS

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 13:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Okepost.id – Harga emas turun 2% pada Jumat, 31 Juli 2026. Lonjakan harga emas didorong dolar Amerika Serikat (AS) kembali bangkit dari level terendah dalam lebih dari satu bulan yang dicapai pada Kamis pekan ini. Akan tetapi, logam mulia ini tetap berada di jalur untuk mencatat kenaikan bulanan pertamanya dalam lima bulan terakhir, seiring data inflasi yang lebih lemah mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga AS lebih lanjut.

Sabtu, (1/8/2026), harga emas spot turun 1,8% menjadi US$ 4.027,75 per ons, setelah sempat turun 2% di awal sesi. Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Agustus turun 1,9% menjadi US$ 4.025,10. Emas telah mencatat kenaikan 0,5% sepanjang Juli inI, kenaikan bulanan terbesar sejak Februari, saat konflik dengan Iran baru saja dimulai.

Kenaikan harga emas baru-baru ini terutama didorong oleh data inflasi yang lebih rendah, yang membuat para pedagang mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve pada 2026. Selain itu, penurunan harga minyak kembali ke tingkat sebelum konflik Iran awal bulan ini.

Baca Juga :  Harga Emas Pegadaian Galeri 24, UBS & Antam Hari Ini Melonjak Semua

“Meskipun emas hampir mengakhiri tren penurunan selama empat bulan berturut-turut, logam mulia ini kesulitan untuk mencatatkan kenaikan signifikan di atas level psikologis $4.000,” kata Analis Bybit, Han Tan. Harga logam ini tetap tertahan di atas level US$ 4.000 berkat ekspektasi Ketua The Fed, Kevin Warsh, mungkin akan memperluas fokus bank sentral melampaui ukuran inflasi dan kenaikan suku bunga yang biasa digunakan, tambah Tan.

Data pada Kamis menunjukkan inflasi AS melambat pada Juni, tetapi penurunan tersebut kemungkinan bersifat sementara karena kembali memanasnya konflik di Timur Tengah telah mendorong kenaikan harga minyak. Pekan ini, Warsh menegaskan komitmen kuat untuk menurunkan inflasi tanpa memberikan sinyal kesiapan untuk menaikkan suku bunga.

Baca Juga :  Bupati dan Wakil Bupati Kerinci Bermalam di Desa Masgo

Nilai tukar dolar menguat

0,5% setelah sempat turun sekitar 2,4% pada Kamis, penurunan harian terbesar sejak Januari 2023. Dolar AS yang lebih kuat membuat harga emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain.

Berdasarkan perangkat CME FedWatch, para pedagang memperkirakan adanya peluang sebesar 65% untuk kenaikan suku bunga AS pada bulan September, turun dari peluang lebih dari 80% yang tercatat seminggu sebelumnya.

Di sisi lain, regulator pasar China mendesak perusahaan-perusahaan tenaga surya untuk menghindari persaingan harga yang “kejam” dalam pertemuan panduan kepatuhan harga pada Jumat, menurut sebuah pernyataan. Perak merupakan logam industri utama yang digunakan dalam panel fotovoltaik surya.

Harga perak di pasar spot turun 2,9% menjadi US$ 57,29 per ons. Platinum turun 2,5% menjadi US$ 1.618,97, dan paladium turun 3,4% menjadi US$ 1.260, meskipun kedua logam tersebut mencatatkan kenaikan bulanan. (*)

Berita Terkait

IHSG Ambruk 3,28% Sepekan, Investor Perlu Lirik SBR015, Reksa Dana hingga Emas
BEI Catat 7 Perusahaan Antre IPO, Sektor Kesehatan Mendominasi
Saham Teknologi Kuasai Daftar Jawara S&P 500, Moderna hingga Bloom Energy Melaju
Short Selling Resmi Dibuka Lagi Hari Ini, 5 Saham Masuk Daftar Perdana
Daftar Saham Margin dan Short Selling Oktober 2026: Ada ASII, BBCA hingga BUMI
IHSG Ditutup Melemah, Saham GOTO Anjlok 13,95% ke Rp37
Ondo Perps Buka Trading Saham dan ETF Tokenisasi 24 Jam, Aset Bisa Jadi Jaminan Perpetual
IHSG Anjlok 1,08 Persen Usai Batas Harga Saham Rp1 Berlaku, BEI Beri Penjelasan
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:57 WIB

IHSG Ambruk 3,28% Sepekan, Investor Perlu Lirik SBR015, Reksa Dana hingga Emas

Minggu, 4 Oktober 2026 - 17:23 WIB

BEI Catat 7 Perusahaan Antre IPO, Sektor Kesehatan Mendominasi

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 13:16 WIB

Saham Teknologi Kuasai Daftar Jawara S&P 500, Moderna hingga Bloom Energy Melaju

Kamis, 1 Oktober 2026 - 09:14 WIB

Short Selling Resmi Dibuka Lagi Hari Ini, 5 Saham Masuk Daftar Perdana

Rabu, 30 September 2026 - 10:41 WIB

Daftar Saham Margin dan Short Selling Oktober 2026: Ada ASII, BBCA hingga BUMI

Berita Terbaru

Poto ilustrasi

INVESTASI

BEI Catat 7 Perusahaan Antre IPO, Sektor Kesehatan Mendominasi

Minggu, 4 Okt 2026 - 17:23 WIB