Rekomendasi Saham Hari Ini: IHSG Berisiko Melemah, MDKA hingga INCO Jadi Sorotan

Sejumlah analis mencermati area support IHSG sekaligus memberikan rekomendasi beberapa saham untuk diperhatikan investor.

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 26 September 2026 - 11:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Okepost.id, Jakarta – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Jumat, 25 September 2026, diperkirakan masih menghadapi tekanan. Sejumlah analis mencermati area support IHSG sekaligus memberikan rekomendasi beberapa saham untuk diperhatikan investor.

Pada perdagangan Kamis (24/9/2026), IHSG turun 1,20 persen ke level 6.298,61. Pelemahan terjadi di tengah tekanan pada sejumlah saham berkapitalisasi besar, termasuk sektor perbankan dan saham konglomerasi.

Tim analis MNC Sekuritas memperkirakan IHSG masih akan menguji area 6.208–6.258. Sementara itu, area penguatan terdekat berada di kisaran 6.322–6.344.

Baca Juga :  IHSG Berbalik Melemah di Penutupan, Saham Perbankan Jadi Biang Kerok Meski Transaksi Tembus Rp50 Triliun

MNC Sekuritas mencatat level support IHSG berada di 6.267 dan 6.108. Adapun resistance berada pada level 6.440 dan 6.535.

Rekomendasi Saham

Dalam risetnya, MNC Sekuritas merekomendasikan strategi buy on weakness untuk saham PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA), PT Surya Semesta Internusa Tbk. (SSIA), dan PT Triputra Agro Persada Tbk. (TAPG).

Sementara itu, saham PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) masuk dalam rekomendasi trading buy.

Analis BNI Sekuritas Fanny Suherman juga memperingatkan bahwa IHSG berpotensi melanjutkan koreksi apabila gagal kembali menembus level 6.300.

Baca Juga :  BEI Evaluasi Emiten 2026: GOTO dan BELI Keluar dari Papan Ekonomi Baru, SMMA-NCKL Turun Kelas

Pada perdagangan Jumat, IHSG memang sempat dibuka menguat ke 6.316,22. Namun, indeks kemudian berbalik melemah dan pada penutupan perdagangan turun 0,90 persen ke level 6.241,89.

Data BEI mencatat 558 saham berakhir di zona merah, sedangkan hanya 118 saham menguat. Kondisi tersebut menunjukkan tekanan jual masih mendominasi perdagangan akhir pekan.

Investor tetap perlu memperhatikan level support dan resistance serta menyesuaikan strategi dengan profil risiko masing-masing. Rekomendasi analis merupakan bahan pertimbangan dan bukan ajakan untuk membeli atau menjual saham. (Pro)

Berita Terkait

BEI Catat 7 Perusahaan Antre IPO, Sektor Kesehatan Mendominasi
Trading Saham Indonesia Kini Bisa Lewat Web Pluang, Ada Market Order
Saham Teknologi Kuasai Daftar Jawara S&P 500, Moderna hingga Bloom Energy Melaju
IHSG Sesi I Turun 0,32%, Saham BSWD dan BLTZ Melonjak 25%
Short Selling Resmi Dibuka Lagi Hari Ini, 5 Saham Masuk Daftar Perdana
Daftar Saham Margin dan Short Selling Oktober 2026: Ada ASII, BBCA hingga BUMI
IHSG Ditutup Melemah, Saham GOTO Anjlok 13,95% ke Rp37
Ondo Perps Buka Trading Saham dan ETF Tokenisasi 24 Jam, Aset Bisa Jadi Jaminan Perpetual
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 17:23 WIB

BEI Catat 7 Perusahaan Antre IPO, Sektor Kesehatan Mendominasi

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 13:27 WIB

Trading Saham Indonesia Kini Bisa Lewat Web Pluang, Ada Market Order

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 13:16 WIB

Saham Teknologi Kuasai Daftar Jawara S&P 500, Moderna hingga Bloom Energy Melaju

Jumat, 2 Oktober 2026 - 12:28 WIB

IHSG Sesi I Turun 0,32%, Saham BSWD dan BLTZ Melonjak 25%

Kamis, 1 Oktober 2026 - 09:14 WIB

Short Selling Resmi Dibuka Lagi Hari Ini, 5 Saham Masuk Daftar Perdana

Berita Terbaru

Poto ilustrasi

INVESTASI

BEI Catat 7 Perusahaan Antre IPO, Sektor Kesehatan Mendominasi

Minggu, 4 Okt 2026 - 17:23 WIB