Okepost.id – Toyota memastikan masih akan terus memasarkan Kijang Innova Reborn, meski perusahaan sudah meluncurkan generasi terbaru Innova Zenix sejak 2022.
Pabrikan asal Jepang itu menilai Innova Reborn masih memiliki basis konsumen yang kuat. Karena itulah, Toyota belum berencana menghentikan penjualannya dalam waktu dekat.
Marketing Director PT Toyota-Astra Motor (TAM), Jap Ernando Demily, menegaskan Toyota akan tetap menyediakan Innova Reborn selama pelanggan masih menyukainya.
“Selama customer masih suka, kami akan terus menyediakan. Yang paling utama adalah sudut pandang konsumen. Kalau dilihat, penjualan Innova Reborn masih kuat. Itu artinya model ini masih disukai konsumen di Indonesia. Jadi selama customer Indonesia masih suka, kami akan terus menyediakan,” ujar Ernando saat ditemui di ajang IIMS 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (6/2).
Innova Reborn Masih Punya Daya Tarik Kuat
Menurut Ernando, Innova Reborn tetap menarik di mata konsumen meskipun Innova Zenix sudah hadir sebagai model baru.
Ia bahkan menyebut pangsa pasar Innova Reborn dan Innova Zenix masih seimbang, dengan komposisi sekitar 50:50 dalam keluarga Innova.
Salah satu alasan Innova Reborn tetap diminati adalah karena mobil ini masih menawarkan pilihan mesin diesel, yang tidak dimiliki semua varian Zenix.
“Banyak yang masih suka diesel, masih butuh ground clearance tinggi, dan masih memilih penggerak roda belakang. Segmennya juga masih besar di Indonesia, bukan hanya di daerah, tetapi juga di kota besar seperti Jakarta,” jelas Ernando.
Tetap Jadi Mobil Favorit di Indonesia
Toyota Kijang Innova juga masih mempertahankan posisinya sebagai salah satu mobil terlaris di Tanah Air.
Berdasarkan data wholesales dari Gaikindo, model ini konsisten menjadi mobil paling laris sejak 2023.
Mengacu pada data distribusi wholesales sepanjang tahun 2025, Innova Reborn mencatat penjualan sebanyak 30.578 unit dalam 12 bulan.
Sementara itu, Innova Zenix mencatat angka distribusi sedikit lebih tinggi, yakni 30.656 unit dari Januari hingga Desember 2025.
Perbedaannya pun sangat tipis, hanya 78 unit, yang memperkuat bukti bahwa keduanya sama-sama memiliki pasar besar di Indonesia.









