Okepost.id, Jakarta – Toyota dan Daihatsu menyiapkan strategi berbeda untuk menjaga penjualan mobil hingga akhir 2026. Toyota memperkuat lini kendaraan elektrifikasi, sedangkan Daihatsu mengandalkan kendaraan niaga dan mobil dengan harga terjangkau.
Strategi tersebut dijalankan saat pasar otomotif Indonesia menunjukkan pertumbuhan. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat distribusi mobil dari pabrikan ke dealer mencapai 679.020 unit sepanjang Januari–September 2026, naik 21% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Sementara itu, penjualan ritel meningkat 15,4% menjadi 676.223 unit.
Toyota Perkuat Mobil Hybrid
Toyota masih memimpin pasar otomotif nasional. Sepanjang Januari–September 2026, perusahaan mencatat distribusi sebanyak 197.809 unit dengan pangsa pasar 29,1%.
Toyota juga memperkuat pilihan kendaraan elektrifikasi untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Sejumlah model andalannya meliputi Kijang Innova Zenix Hybrid EV, Veloz Hybrid EV, dan Yaris Cross Hybrid EV.
Toyota menilai variasi produk, teknologi, efisiensi, serta kenyamanan menjadi faktor penting untuk mempertahankan daya saing di tengah perubahan pasar.
Daihatsu Andalkan Gran Max
Berbeda dengan Toyota, Daihatsu mengandalkan kendaraan niaga dan mobil berharga terjangkau. Strategi ini menyasar konsumen individu maupun pelaku usaha yang membutuhkan kendaraan untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
Daihatsu membukukan penjualan ritel 109.376 unit selama Januari–September 2026. Angka tersebut tumbuh 9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dengan pangsa pasar 16,2%.
Gran Max Pick Up menjadi kontributor terbesar dengan porsi 34% dari penjualan ritel Daihatsu. Selanjutnya, Sigra menyumbang 23%, Gran Max Minibus 17%, Terios 10%, dan Ayla 7%.
Daihatsu juga menilai kemudahan pembiayaan kendaraan turut mendukung penjualan. Faktor ini penting karena sebagian besar konsumennya menggunakan fasilitas kredit untuk membeli mobil.
Mobil Terjangkau Masih Jadi Andalan
Pertumbuhan pasar otomotif nasional turut didukung permintaan kendaraan komersial untuk menunjang program pemerintah, termasuk Koperasi Desa Merah Putih dan Makan Bergizi Gratis.
Sekretaris Umum Gaikindo Kukuh Kumara juga menyoroti permintaan mobil listrik serta kendaraan dengan harga di bawah Rp300 juta.
Menurutnya, sekitar 70%–80% penjualan mobil nasional masih berasal dari segmen harga tersebut. Kondisi ini membuat kendaraan terjangkau tetap menjadi pasar penting bagi produsen.
Dengan strategi yang berbeda, Toyota dan Daihatsu berupaya mempertahankan posisi di tengah persaingan industri otomotif hingga penghujung 2026. (Pro)








