Raymond/Joaquin Kalah Revans dari Goh/Nur, Akui Terkendala Angin Istora

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 26 Januari 2026 - 09:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Okepost.id – Pasangan ganda putra Indonesia, Raymond/Joaquin, harus mengakui keunggulan ganda Malaysia Goh Sze Fei/Nur Izzuddin Rumsani pada laga final di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (25/1/2026).

Raymond/Joaquin kalah dua gim langsung dengan skor 19-21, 13-21. Hasil ini sekaligus menjadi ajang revans bagi Goh/Nur setelah kalah dari pasangan Indonesia itu pada semifinal Australian Open 2025.

Saat itu, Raymond/Joaquin tampil mengejutkan dengan kemenangan 21-15, 21-15 dan akhirnya keluar sebagai juara.

Usai laga final di Istora, Raymond menilai timnya terlalu banyak melakukan kesalahan sendiri.

“Banyak bola yang seharusnya bisa jadi poin, tapi malah kami berikan ke lawan,” ujar Raymond kepada awak media.

Baca Juga :  Toyota New Raize 2026 Meluncur, Ini Harga Terbaru dan Ubahan Fiturnya

Selain faktor kesalahan, angin di Istora menjadi kendala utama bagi Raymond/Joaquin. Kondisi tersebut membuat mereka kesulitan mengontrol permainan, terutama saat mengangkat bola.

“Anginnya cukup berat. Kami menang angin, tapi terlalu sering mengangkat bola dan akhirnya banyak out,” kata Joaquin.

Joaquin juga menilai Goh/Nur tampil lebih siap dibanding pertemuan sebelumnya. Menurutnya, pasangan Malaysia itu berani mengadu di permainan depan dan mampu meredam agresivitas Indonesia.

“Dulu kami lebih dominan menyerang. Sekarang mereka lebih siap dan berani melawan,” ujarnya.

Terkait gaya bermain yang dinilai ekspresif atau tengil, Joaquin menegaskan hal tersebut justru membantu meningkatkan kepercayaan diri, selama tidak berlebihan.

Baca Juga :  Kopi Tanpa Gula Disebut Lebih Sehat, Ini Manfaat dan Efek Sampingnya

“Pesan dari pelatih, kalau mau tengil ya tengil saja, tapi tetap terkontrol supaya jadi motivasi,” jelasnya.

Raymond menambahkan bahwa ekspresi berlebihan yang muncul di semifinal sebelumnya lebih bersifat refleks karena tingginya tensi pertandingan.

“Waktu semifinal itu refleks saja. Kalau saya, tetap fokus ke permainan,” ujar Raymond.

Raymond/Joaquin pun mengakui perbedaan kondisi lapangan di Istora dibanding Australia. Selain faktor angin, mereka menilai lawan sudah mempelajari pola permainan mereka dengan baik.

“Kami sudah nonton video, tapi masih banyak yang harus kami perbaiki supaya tidak mudah ditebak,” kata Raymond. (*)

Berita Terkait

PPPK Paruh Waktu Berpeluang Diangkat Jadi PPPK Penuh Waktu, Ini Penjelasan BKN
PPPK Paruh Waktu Deg-degan, Apakah Regulasi Peralihan Berpihak Pada Semua Formasi?
PPPK Paruh Waktu Teknis dan Tendik Ditargetkan Penuh Waktu Mulai 2027
Reshuffle Kabinet Prabowo 1 Oktober 2026: Daftar Menteri, Wamen hingga Kapolri yang Dilantik
Gaji PPPK Daerah Akan Ditanggung Pemerintah Pusat Mulai 2027
Siap-siap! Januari 2027, Guru PPPK Paruh Waktu Beralih Jadi Penuh Waktu Tanpa Tes
BRI Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan S1, Cek Posisi dan Syaratnya
Guru PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu Mulai 2027, Ini Rincian Gajinya
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 19:01 WIB

PPPK Paruh Waktu Berpeluang Diangkat Jadi PPPK Penuh Waktu, Ini Penjelasan BKN

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:00 WIB

PPPK Paruh Waktu Deg-degan, Apakah Regulasi Peralihan Berpihak Pada Semua Formasi?

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:55 WIB

PPPK Paruh Waktu Teknis dan Tendik Ditargetkan Penuh Waktu Mulai 2027

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:24 WIB

Reshuffle Kabinet Prabowo 1 Oktober 2026: Daftar Menteri, Wamen hingga Kapolri yang Dilantik

Rabu, 30 September 2026 - 08:00 WIB

Gaji PPPK Daerah Akan Ditanggung Pemerintah Pusat Mulai 2027

Berita Terbaru