Prediksi IHSG Pekan Depan: Berpeluang Menguat Terbatas, Ini Rekomendasi Saham ARCI, BMRI, PGAS, ELSA, dan TAPG

IHSG ditutup menguat pada akhir pekan, namun analis menilai pasar masih dibayangi sentimen global, pelemahan rupiah, dan arah kebijakan suku bunga The Fed.

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 12 Juli 2026 - 16:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar ilustrasi

Gambar ilustrasi

Okepost.id, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup menguat pada perdagangan Jumat (10/7/2026). IHSG naik 11,91 poin atau 0,20 persen ke level 5.924,36, dengan 364 saham menguat, 241 saham melemah, dan 185 saham bergerak stagnan.

Analis Teknikal BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, mengatakan penguatan IHSG didorong aksi technical rebound setelah koreksi sebelumnya serta membaiknya sejumlah sentimen domestik.

Kenaikan cadangan devisa Indonesia menjadi US$145,6 miliar dan optimisme terhadap kebijakan pemerintah turut menopang kepercayaan investor. Selain itu, pasar menantikan rilis data inflasi dan neraca perdagangan yang diperkirakan tetap solid.

Meski demikian, perhatian investor masih tertuju pada masuknya Indonesia ke dalam watchlist Frontier Market oleh S&P Dow Jones. Menurut Reza, dampak kabar tersebut masih terbatas karena investor asing lebih fokus pada evaluasi MSCI dan FTSE Russell yang berpengaruh terhadap arus dana global.

Baca Juga :  Rupiah Menguat, Dolar AS Turun ke Level Rp16.775

Dari sisi eksternal, pasar masih dibayangi sikap bank sentral Amerika Serikat yang mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama (higher for longer). Kondisi ini memperkuat dolar AS dan menekan nilai tukar rupiah hingga mendekati Rp18.100 per dolar AS.

Di sisi lain, meningkatnya tensi konflik di Timur Tengah juga mendorong kenaikan harga minyak dunia sehingga volatilitas pasar tetap tinggi.

Reza menilai penguatan IHSG masih bersifat terbatas karena belum didukung peningkatan likuiditas maupun masuknya dana asing secara signifikan.

Sementara itu, Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mencatat IHSG menguat sekitar 0,83 persen sepanjang pekan dengan dukungan volume pembelian yang meningkat.

Menurutnya, investor masih mencermati peringatan S&P DJI terhadap status pasar Indonesia, pelemahan rupiah, serta pergerakan harga komoditas global. Harga minyak mentah berada di kisaran US$71 per barel, sedangkan harga emas mulai melemah.

Baca Juga :  Saham TCPI Masuk Daftar HSC BEI, FTSE Russell Siap Keluarkan Emiten Berkonsentrasi Tinggi dari Indeks

Untuk perdagangan pekan depan, Reza memproyeksikan IHSG bergerak pada area support 5.850–5.880 dan resistance 6.000–6.050. Sementara Herditya memperkirakan support berada di level 5.904 dengan resistance 5.939.

Pelaku pasar juga akan menunggu rilis data inflasi Amerika Serikat. Jika inflasi lebih tinggi dari perkiraan, peluang suku bunga The Fed bertahan tinggi akan semakin besar sehingga berpotensi menekan rupiah dan membatasi kenaikan IHSG. Sebaliknya, inflasi yang lebih rendah dapat mendorong arus dana kembali ke pasar saham negara berkembang, termasuk Indonesia.

Untuk strategi investasi, MNC Sekuritas merekomendasikan saham ARCI dengan target Rp1.115–Rp1.225, BMRI di kisaran Rp4.180–Rp4.270, serta TAPG pada level Rp1.625–Rp1.700 per saham.

Sementara itu, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan ELSA dengan target Rp670–Rp685, PGAS Rp1.480–Rp1.520, serta ARCI sebagai pilihan trading buy dengan target Rp1.020–Rp1.050 per saham.(Pro)

Berita Terkait

Saham DSSA Ambruk 82%, Begini Nasib Emiten Lain Grup Sinar Mas
MSCI Tetap Ancam Downgrade Saham RI, Pertemuan dengan Pemerintah Tak Ubah Sikap
IHSG Ambruk ke Bawah 6.000, Rupiah Melemah dan Evaluasi MSCI Bikin Investor Waspada
IHSG Mulai Bangkit! Cek 6 Saham yang Menarik Dicermati Investor
IHSG Berpeluang Bangkit pada Oktober 2026, Investor Perlu Cermati 4 Katalis
IHSG Ambruk 3,28% Sepekan, Investor Perlu Lirik SBR015, Reksa Dana hingga Emas
BEI Catat 7 Perusahaan Antre IPO, Sektor Kesehatan Mendominasi
Trading Saham Indonesia Kini Bisa Lewat Web Pluang, Ada Market Order
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:23 WIB

Saham DSSA Ambruk 82%, Begini Nasib Emiten Lain Grup Sinar Mas

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:19 WIB

MSCI Tetap Ancam Downgrade Saham RI, Pertemuan dengan Pemerintah Tak Ubah Sikap

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:28 WIB

IHSG Ambruk ke Bawah 6.000, Rupiah Melemah dan Evaluasi MSCI Bikin Investor Waspada

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:42 WIB

IHSG Mulai Bangkit! Cek 6 Saham yang Menarik Dicermati Investor

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:43 WIB

IHSG Berpeluang Bangkit pada Oktober 2026, Investor Perlu Cermati 4 Katalis

Berita Terbaru

Poto Ilustrasi Saham

INVESTASI

Saham DSSA Ambruk 82%, Begini Nasib Emiten Lain Grup Sinar Mas

Sabtu, 17 Okt 2026 - 13:23 WIB