Okepost.id, Jakarta – Pasar saham Indonesia mencatat pergerakan beragam sepanjang perdagangan 29 Juni–3 Juli 2026. Sejumlah saham berkapitalisasi besar berhasil menjadi motor penggerak utama Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), meski penguatan tersebut belum cukup menahan tekanan pasar secara keseluruhan.
Saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menjadi kontributor terbesar terhadap penguatan IHSG selama sepekan. Saham emiten tambang tersebut naik 4,79% dan menyumbang 9,60 poin bagi pergerakan indeks.
Di posisi kedua, PT DCI Indonesia Tbk (DCII) milik Toto Sugiri menguat 4,27% dengan kontribusi 7,96 poin terhadap laju IHSG. Sementara itu, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menempati posisi berikutnya setelah mencatat kenaikan 8,12% dan menyumbang 4,31 poin.
Deretan saham lain yang ikut menopang indeks berasal dari PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) yang melonjak 10,22% dan berkontribusi 4,22 poin. PT United Tractors Tbk (UNTR) juga memperkuat indeks setelah naik 6,19% dengan sumbangan 3,98 poin.
Selanjutnya, saham MPRO mencatat kenaikan tertinggi di antara saham penggerak utama dengan penguatan 12,5% dan kontribusi 3,32 poin. PT Indosat Tbk (ISAT) serta PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) masing-masing naik 13,43% dan 7,96%, dengan kontribusi terhadap IHSG sebesar 2,86 poin dan 2,45 poin.
Saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) juga masuk daftar penggerak utama setelah menguat 1,49% dan menambah 2,43 poin pada indeks. Sementara PT Astra International Tbk (ASII) menutup daftar dengan penguatan 1,05% serta kontribusi 2,26 poin.
Meski sejumlah saham unggulan tersebut menopang pergerakan pasar, tekanan dari saham lainnya masih lebih dominan. Akibatnya, IHSG selama periode 29 Juni–3 Juli 2026 tetap terkoreksi 0,35% ke level 5.875,780 dari posisi pekan sebelumnya di 5.896,134.
Penurunan juga terjadi pada kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia yang menyusut 0,14% menjadi Rp10.287 triliun dibandingkan Rp10.302 triliun pada pekan sebelumnya.
Aktivitas perdagangan turut melemah. Rata-rata nilai transaksi harian turun paling dalam sebesar 35,90% menjadi Rp11,27 triliun dari sebelumnya Rp17,58 triliun. Rata-rata volume transaksi harian juga menurun 30,35% menjadi 17,54 miliar lembar saham, sedangkan frekuensi transaksi harian turun 16,71% menjadi 1,44 juta transaksi.
Di sisi lain, investor asing masih membukukan beli bersih sebesar Rp6,08 miliar pada perdagangan terakhir pekan ini. Meski demikian, secara akumulatif sejak awal tahun, investor asing masih mencatat jual bersih sebesar Rp74,42 triliun.(Pro)








