AMMN, DCII, hingga BREN Jadi Penggerak Utama IHSG Sepekan, Namun Indeks Tetap Melemah

Saham berkapitalisasi besar menopang laju indeks selama perdagangan 29 Juni–3 Juli 2026, tetapi tekanan dari saham lain membuat IHSG tetap ditutup di zona merah.

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 5 Juli 2026 - 09:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

IHSG Melemah Jelang Libur Iduladha 2026, Bursa Efek Indonesia Kembali Dibuka 29 Mei 2026

IHSG Melemah Jelang Libur Iduladha 2026, Bursa Efek Indonesia Kembali Dibuka 29 Mei 2026

Okepost.id, Jakarta – Pasar saham Indonesia mencatat pergerakan beragam sepanjang perdagangan 29 Juni–3 Juli 2026. Sejumlah saham berkapitalisasi besar berhasil menjadi motor penggerak utama Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), meski penguatan tersebut belum cukup menahan tekanan pasar secara keseluruhan.

Saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menjadi kontributor terbesar terhadap penguatan IHSG selama sepekan. Saham emiten tambang tersebut naik 4,79% dan menyumbang 9,60 poin bagi pergerakan indeks.

Di posisi kedua, PT DCI Indonesia Tbk (DCII) milik Toto Sugiri menguat 4,27% dengan kontribusi 7,96 poin terhadap laju IHSG. Sementara itu, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menempati posisi berikutnya setelah mencatat kenaikan 8,12% dan menyumbang 4,31 poin.

Deretan saham lain yang ikut menopang indeks berasal dari PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) yang melonjak 10,22% dan berkontribusi 4,22 poin. PT United Tractors Tbk (UNTR) juga memperkuat indeks setelah naik 6,19% dengan sumbangan 3,98 poin.

Baca Juga :  IHSG Jadi Bursa Terburuk di Asia Tenggara, Tapi Ada Sinyal Bangkit

Selanjutnya, saham MPRO mencatat kenaikan tertinggi di antara saham penggerak utama dengan penguatan 12,5% dan kontribusi 3,32 poin. PT Indosat Tbk (ISAT) serta PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) masing-masing naik 13,43% dan 7,96%, dengan kontribusi terhadap IHSG sebesar 2,86 poin dan 2,45 poin.

Saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) juga masuk daftar penggerak utama setelah menguat 1,49% dan menambah 2,43 poin pada indeks. Sementara PT Astra International Tbk (ASII) menutup daftar dengan penguatan 1,05% serta kontribusi 2,26 poin.

Meski sejumlah saham unggulan tersebut menopang pergerakan pasar, tekanan dari saham lainnya masih lebih dominan. Akibatnya, IHSG selama periode 29 Juni–3 Juli 2026 tetap terkoreksi 0,35% ke level 5.875,780 dari posisi pekan sebelumnya di 5.896,134.

Baca Juga :  IHSG Diprediksi Uji Level 6.484 Hari Ini, Saham BREN hingga BBCA Jadi Penggerak Utama

Penurunan juga terjadi pada kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia yang menyusut 0,14% menjadi Rp10.287 triliun dibandingkan Rp10.302 triliun pada pekan sebelumnya.

Aktivitas perdagangan turut melemah. Rata-rata nilai transaksi harian turun paling dalam sebesar 35,90% menjadi Rp11,27 triliun dari sebelumnya Rp17,58 triliun. Rata-rata volume transaksi harian juga menurun 30,35% menjadi 17,54 miliar lembar saham, sedangkan frekuensi transaksi harian turun 16,71% menjadi 1,44 juta transaksi.

Di sisi lain, investor asing masih membukukan beli bersih sebesar Rp6,08 miliar pada perdagangan terakhir pekan ini. Meski demikian, secara akumulatif sejak awal tahun, investor asing masih mencatat jual bersih sebesar Rp74,42 triliun.(Pro)

Berita Terkait

BEI Optimistis Indonesia Bertahan di Emerging Market MSCI, Ini Alasannya
Saham DSSA Ambruk 82%, Begini Nasib Emiten Lain Grup Sinar Mas
MSCI Tetap Ancam Downgrade Saham RI, Pertemuan dengan Pemerintah Tak Ubah Sikap
IHSG Ambruk ke Bawah 6.000, Rupiah Melemah dan Evaluasi MSCI Bikin Investor Waspada
IHSG Mulai Bangkit! Cek 6 Saham yang Menarik Dicermati Investor
IHSG Berpeluang Bangkit pada Oktober 2026, Investor Perlu Cermati 4 Katalis
IHSG Ambruk 3,28% Sepekan, Investor Perlu Lirik SBR015, Reksa Dana hingga Emas
BEI Catat 7 Perusahaan Antre IPO, Sektor Kesehatan Mendominasi
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 17:43 WIB

BEI Optimistis Indonesia Bertahan di Emerging Market MSCI, Ini Alasannya

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:23 WIB

Saham DSSA Ambruk 82%, Begini Nasib Emiten Lain Grup Sinar Mas

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:28 WIB

IHSG Ambruk ke Bawah 6.000, Rupiah Melemah dan Evaluasi MSCI Bikin Investor Waspada

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:42 WIB

IHSG Mulai Bangkit! Cek 6 Saham yang Menarik Dicermati Investor

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:43 WIB

IHSG Berpeluang Bangkit pada Oktober 2026, Investor Perlu Cermati 4 Katalis

Berita Terbaru

Poto Ilustrasi Saham

INVESTASI

Saham DSSA Ambruk 82%, Begini Nasib Emiten Lain Grup Sinar Mas

Sabtu, 17 Okt 2026 - 13:23 WIB