Dana Asing Masih Menjauh, Pasar Saham Indonesia Dinilai Belum Menarik

Bursa Saham

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 25 Mei 2026 - 07:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar ilustrasi

Gambar ilustrasi

Okepost.id, Jakarta – Pasar saham Indonesia masih menghadapi tantangan berat di tengah belum pulihnya arus modal asing. Meski Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat mencatat penguatan pada akhir pekan, investor asing dinilai masih belum melihat pasar domestik sebagai tujuan investasi utama.

Sepanjang perdagangan pekan lalu, IHSG bergerak fluktuatif akibat tekanan sentimen global dan aksi jual investor asing. Penguatan yang terjadi pada akhir sesi perdagangan belum mampu mengubah pandangan pasar terhadap kondisi bursa domestik yang masih rapuh.

Analis menilai minat investor asing terhadap pasar saham Indonesia belum kembali karena sejumlah faktor eksternal dan internal masih membayangi. Salah satu penyebab utama ialah tingginya suku bunga global yang membuat investor memilih aset berisiko rendah seperti obligasi Amerika Serikat (AS).

Selain itu, pelemahan nilai tukar rupiah juga menjadi perhatian pelaku pasar. Kondisi tersebut membuat investor asing lebih berhati-hati untuk masuk ke instrumen saham domestik.

Baca Juga :  Top Broker BEI Pekan Ini Dipimpin UBS Sekuritas, Transaksi Saham Capai Puluhan Triliun Rupiah

“Arus modal asing masih cenderung keluar karena investor global mencari pasar yang lebih stabil dan memiliki potensi pertumbuhan lebih tinggi,” ujar seorang analis pasar modal.

Di kawasan Asia, beberapa negara seperti Jepang dan China dinilai lebih menarik karena memiliki stimulus ekonomi yang lebih agresif. Akibatnya, aliran dana global lebih banyak bergerak ke pasar tersebut dibanding Indonesia.

IHSG Berpotensi Bergerak Fluktuatif

Pelaku pasar memperkirakan IHSG masih akan bergerak volatil dalam beberapa pekan mendatang. Sentimen eksternal seperti arah kebijakan suku bunga bank sentral AS atau The Fed, ketegangan geopolitik, dan kondisi ekonomi global diperkirakan masih menjadi faktor utama penggerak pasar.

Di sisi lain, investor domestik masih menjadi penopang utama perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Namun, dominasi investor lokal belum cukup kuat untuk mendorong kenaikan IHSG secara konsisten tanpa dukungan dana asing.

Baca Juga :  FTSE Russell Tambah 4 Saham Indonesia Keluar dari Indeks Global Juni 2026

Analis menyarankan investor tetap selektif memilih saham, terutama emiten dengan fundamental kuat dan likuiditas tinggi. Saham sektor perbankan, energi, dan konsumsi disebut masih memiliki peluang bertahan di tengah tekanan pasar.

Pasar Tunggu Sentimen Positif Baru

Pasar saat ini menanti sejumlah katalis positif yang dapat memicu kembalinya dana asing ke Indonesia. Beberapa faktor yang dinilai berpotensi memperbaiki sentimen pasar antara lain penurunan suku bunga global, stabilisasi rupiah, serta membaiknya kondisi ekonomi dunia.

Jika kondisi tersebut tercapai, aliran modal asing diperkirakan kembali masuk ke saham-saham berkapitalisasi besar atau blue chip yang selama ini menjadi incaran investor global.

Meski tekanan masih besar, sejumlah analis tetap optimistis pasar saham Indonesia memiliki peluang rebound dalam jangka menengah karena didukung fundamental ekonomi nasional yang relatif stabil.(Pro)

Berita Terkait

Pasar Saham Indonesia Masih Murah, Investor Pilih Wait and See Meski Valuasi Menarik
Prediksi IHSG Pekan Depan: Berpeluang Menguat Terbatas, Ini Rekomendasi Saham ARCI, BMRI, PGAS, ELSA, dan TAPG
IHSG Dibuka Menguat ke 5.963,83, Saham BBCA, BBRI, dan BRPT Pimpin Kenaikan
IHSG Anjlok 1,89%, Peringatan S&P Dow Jones Picu Tekanan di Bursa Saham Indonesia
IHSG Dibuka Melemah ke 5.941 Hari Ini, Saham AMMN, TPIA, dan BBNI Tekan Pergerakan Indeks
OJK Catat Penghimpunan Dana Pasar Modal Tembus Rp112,67 Triliun pada Semester I 2026
10 Saham Cum Dividen Hari Ini 6 Juli 2026, INDF dan ICBP Tebar Dividen Terbesar
AMMN, DCII, hingga BREN Jadi Penggerak Utama IHSG Sepekan, Namun Indeks Tetap Melemah
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 07:50 WIB

Pasar Saham Indonesia Masih Murah, Investor Pilih Wait and See Meski Valuasi Menarik

Minggu, 12 Juli 2026 - 16:57 WIB

Prediksi IHSG Pekan Depan: Berpeluang Menguat Terbatas, Ini Rekomendasi Saham ARCI, BMRI, PGAS, ELSA, dan TAPG

Jumat, 10 Juli 2026 - 11:18 WIB

IHSG Dibuka Menguat ke 5.963,83, Saham BBCA, BBRI, dan BRPT Pimpin Kenaikan

Kamis, 9 Juli 2026 - 08:21 WIB

IHSG Anjlok 1,89%, Peringatan S&P Dow Jones Picu Tekanan di Bursa Saham Indonesia

Rabu, 8 Juli 2026 - 09:58 WIB

IHSG Dibuka Melemah ke 5.941 Hari Ini, Saham AMMN, TPIA, dan BBNI Tekan Pergerakan Indeks

Berita Terbaru

Otomotif

Kia Seltos Terbaru, SUV Yang Dirancang Ulang Secara Menyeluruh

Selasa, 14 Jul 2026 - 11:28 WIB