Okepost.id, Jakarta – Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat tujuh perusahaan masuk dalam pipeline penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) per 2 Oktober 2026.
Jumlah tersebut bertambah dari enam perusahaan yang tercatat dalam pipeline pada 25 September 2026.
BEI menyebut tujuh perusahaan tersebut berasal dari tiga sektor. Sebanyak empat perusahaan bergerak di sektor kesehatan, dua perusahaan dari sektor energi, dan satu perusahaan berasal dari sektor industrials.
Berdasarkan skala aset, dua perusahaan memiliki aset di bawah Rp50 miliar. Kemudian tiga perusahaan memiliki aset Rp50 miliar hingga Rp250 miliar. Sementara dua perusahaan lainnya memiliki aset di atas Rp250 miliar.
Di sisi lain, BEI mencatat perusahaan yang telah melakukan pencatatan saham sepanjang periode tersebut menghimpun dana Rp2,16 triliun.
Obligasi dan Rights Issue
Aktivitas pasar modal juga terlihat dari penerbitan efek bersifat utang dan sukuk (EBUS). Hingga 2 Oktober 2026, BEI mencatat 135 emisi dari 62 penerbit dengan total dana yang dihimpun mencapai Rp132,9 triliun.
Untuk aksi korporasi rights issue, sebanyak 15 perusahaan tercatat telah menerbitkan saham baru dengan total nilai Rp16,23 triliun.
BEI masih mencatat satu perusahaan dalam pipeline rights issue. Perusahaan tersebut berasal dari sektor properti dan real estate. (Pro)








