IHSG Masih Tertekan, Pasar Nantikan Keputusan BI Rate Pekan Ini

Bursa Saham

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 19 Mei 2026 - 10:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar ilustrasi

Gambar ilustrasi

Okepost.id, Jakarta – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih berada dalam tekanan pada perdagangan pekan ini. Pelaku pasar menunggu hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang berpotensi memengaruhi arah pasar saham dan pergerakan rupiah.

Tim riset OCBC Sekuritas menilai pelemahan nilai tukar rupiah menjadi salah satu sentimen utama yang membebani pasar domestik. Rupiah tercatat melemah hingga menyentuh level Rp17.648 per dolar Amerika Serikat, lebih rendah dibandingkan posisi penutupan pekan lalu.

Kondisi tersebut memunculkan spekulasi bahwa Bank Indonesia akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin dalam RDG pekan ini. Langkah itu dinilai penting untuk menjaga stabilitas rupiah di tengah meningkatnya tekanan eksternal.

“Saat ini pasar memperkirakan Bank Indonesia akan menaikkan suku bunga sebesar 25 bps guna menjaga stabilitas nilai tukar,” tulis tim riset OCBC Sekuritas dalam laporan pasar, Senin (18/5/2026).

Saat ini, suku bunga BI-7 Day Reverse Repo Rate (BI7DRRR) masih berada di level 4,75 persen.

Baca Juga :  Bursa Saham Korsel Ambrol, Indeks Kospi Anjlok 6,12 Persen akibat Aksi Jual Investor Asing

Selain menanti keputusan Bank Indonesia, investor global juga fokus mencermati risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC Minutes) Amerika Serikat. Dokumen tersebut dinilai dapat memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga bank sentral AS atau The Fed.

Harga Minyak dan Geopolitik Jadi Ancaman Baru

Pasar global juga masih dibayangi ketidakpastian geopolitik. Hingga kini, Amerika Serikat dan Iran belum mencapai kesepakatan gencatan senjata sehingga memicu lonjakan harga energi dunia.

Situasi tersebut meningkatkan kekhawatiran investor terhadap risiko inflasi global dan potensi stagflasi. Apalagi, inflasi Amerika Serikat dilaporkan mencapai 3,8 persen akibat kenaikan harga energi.

Di tengah kondisi itu, harga minyak dunia bertahan di atas US$105 per barel. Bagi Indonesia yang masih menjadi net importir minyak, kenaikan harga energi dapat menambah tekanan terhadap perekonomian domestik.

Lonjakan harga minyak berisiko memperbesar beban impor energi, memperlebar defisit transaksi berjalan, dan menekan nilai tukar rupiah. Tekanan terhadap rupiah juga diikuti kenaikan yield obligasi pemerintah yang menandakan meningkatnya aliran dana asing keluar dari pasar domestik.

Baca Juga :  Penghapusan Saham dari MSCI Buka Peluang Dana Asing Masuk ke Blue Chip Perbankan

IHSG Ditutup Melemah 1,9 Persen

Pada penutupan perdagangan Senin (18/5/2026), IHSG turun cukup dalam sebesar 1,9 persen ke level 6.599. Koreksi tersebut memperpanjang tren bearish yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

Tekanan jual terjadi hampir di seluruh sektor saham. Sektor transportasi mencatat penurunan terdalam setelah anjlok 6,2 persen. Sementara itu, sektor basic industry turun 5,2 persen dan sektor industrial melemah 3,2 persen.

Koreksi IHSG juga dipicu aksi jual pada sejumlah saham berkapitalisasi besar seperti DSSA, TPIA, BBRI, dan AMMN yang menjadi penekan utama indeks.

Pelaku pasar kini berharap keputusan Bank Indonesia dan perkembangan kebijakan moneter global dapat memberikan arah yang lebih jelas bagi pasar keuangan dalam jangka pendek. (Pro)

Berita Terkait

IHSG Berpotensi Melemah Hari Ini, Analis Rekomendasikan Saham AADI hingga AMRT
Indeks Bisnis-27 Dibuka Menguat, Saham TAPG, INKP, dan MIKA Pimpin Kenaikan
Ashmore Ungkap Risiko Terbesar Pasar Saham Indonesia pada 2026
IHSG Berpotensi Lanjut Melemah, Analis Rekomendasikan ANTM hingga TLKM
IHSG Hari Ini Berisiko Koreksi, Analis Rekomendasikan ADMR hingga INKP
IHSG Jadi Bursa Terburuk di Asia Tenggara, Tapi Ada Sinyal Bangkit
MSCI Coret ANTM dari Indeks Global, Tata Kelola BUMN Jadi Sorotan
Bursa Saham Korsel Ambrol, Indeks Kospi Anjlok 6,12 Persen akibat Aksi Jual Investor Asing
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 21 Mei 2026 - 10:01 WIB

IHSG Berpotensi Melemah Hari Ini, Analis Rekomendasikan Saham AADI hingga AMRT

Kamis, 21 Mei 2026 - 09:42 WIB

Indeks Bisnis-27 Dibuka Menguat, Saham TAPG, INKP, dan MIKA Pimpin Kenaikan

Rabu, 20 Mei 2026 - 12:30 WIB

Ashmore Ungkap Risiko Terbesar Pasar Saham Indonesia pada 2026

Rabu, 20 Mei 2026 - 12:02 WIB

IHSG Berpotensi Lanjut Melemah, Analis Rekomendasikan ANTM hingga TLKM

Selasa, 19 Mei 2026 - 10:34 WIB

IHSG Masih Tertekan, Pasar Nantikan Keputusan BI Rate Pekan Ini

Berita Terbaru