Okepost.id – Kikil merupakan bagian jaringan ikat sapi berupa tulang rawan yang membungkus tulang maupun jari-jari kaki sapi tanpa bulu yang menempel di atasnya.
Meskipun kandungan lemaknya relatif rendah dibandingkan beberapa bagian daging sapi, konsumsi kikil tetap perlu dibatasi.
Hal itu sebagaimana diungkapkan pakar gizi hasil ternak dan teknologi pangan dari Fakultas Peternakan IPB University, Dr Astari Apriantini.
Dr Astari menjelaskan, sekitar 30 persen kandungan kolagen dapat ditemukan pada kikil hewan mamalia seperti sapi, kambing, dan kerbau.
Kalori pada kikil sekitar 146 kalori per 100 gram, sedangkan pada daging sapi berkisar antara 174 hingga 273 kalori,” jelasnya.
Selenium berperan penting dalam menjaga fungsi sistem kekebalan tubuh, zat besi membantu mencegah anemia. Sementara kalium berperan dalam menjaga fungsi saraf, kontraksi otot, serta detak jantung yang normal. Kalsium juga penting untuk menjaga kepadatan tulang dan kesehatan gigi,” urainya.
Kolagen sendiri diketahui memiliki berbagai manfaat bagi tubuh, antara lain membantu menjaga elastisitas kulit, memperkuat tulang dan sendi, serta mendukung kesehatan rambut dan kuku.
Selain itu, kolagen juga berpotensi membantu mempercepat penyembuhan luka dan menjaga kesehatan jaringan tubuh.
Kikil mengandung kolesterol dan purin dalam jumlah sedang, sehingga konsumsinya sebaiknya dibatasi, terutama bagi orang dewasa, penderita asam urat, atau mereka yang memiliki riwayat penyakit metabolik.
Jika dikonsumsi dalam jumlah kecil dan diolah dengan cara yang lebih sehat, seperti direbus menjadi sop, soto, atau campuran bakso tanpa santan dan minyak berlebih, kikil masih aman untuk dinikmati sesekali.(*)









