IHSG Ambruk Imbas MSCI, Saham BBCA, BBRI hingga ASII Menarik Dicermati

Saham unggulan terkoreksi tajam, tetapi investor perlu mencermati fundamental emiten dan risiko pasar.

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 19 Oktober 2026 - 09:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar ilustrasi

Gambar ilustrasi

Okepost.id, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan hebat setelah Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengusulkan perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia dari *Emerging Market* menjadi *Standalone Market*. Kondisi ini memicu aksi jual besar-besaran dan membuat sejumlah saham unggulan terkoreksi tajam.

Pada perdagangan Jumat (16/10/2026), IHSG anjlok 11,57% ke level 5.185,11. Penurunan tersebut menjadi salah satu koreksi harian terdalam dalam sejarah pasar modal Indonesia sejak krisis moneter 1998.

Saham Big Caps Jadi Sorotan

Koreksi tajam membuat sejumlah saham berkapitalisasi besar mengalami penurunan harga signifikan. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), dan PT Astra International Tbk (ASII) menjadi perhatian pelaku pasar setelah harganya turun tajam.

Baca Juga :  IHSG Berpotensi Terkoreksi Hari Ini, Analis Rekomendasikan BBRI, BRPT, EMAS, dan EXCL

Mengutip laporan CNBC Indonesia yang diterbitkan pada Senin (19/10/2026), saham ENRG dan GOTO juga masuk dalam daftar saham yang menarik untuk dicermati investor.

Penurunan harga saham tersebut membuka peluang bagi investor untuk mengevaluasi valuasi emiten. Namun, harga yang sudah terkoreksi belum tentu menandakan saham tersebut murah secara fundamental.

Sentimen MSCI Masih Membayangi Pasar

MSCI membuka konsultasi mengenai kemungkinan perubahan status pasar saham Indonesia. Kekhawatiran terkait transparansi kepemilikan saham, aksesibilitas investasi, dan tata kelola pasar menjadi perhatian utama.

Jika perubahan klasifikasi tersebut diterapkan, arus investasi asing berpotensi terpengaruh karena sejumlah dana global menggunakan indeks MSCI sebagai acuan investasi. Keputusan final dijadwalkan paling lambat 30 Juni 2027.

Baca Juga :  IHSG Diprediksi Lanjut Melemah, MNC Sekuritas Rekomendasikan 4 Saham Potensial Hari Ini

Investor Perlu Selektif

Di tengah volatilitas pasar, investor perlu memperhatikan kinerja keuangan emiten, valuasi, likuiditas saham, serta prospek bisnis sebelum mengambil keputusan investasi.

Pelaku pasar juga perlu mencermati perkembangan kebijakan MSCI dan langkah perbaikan yang dilakukan otoritas pasar modal Indonesia.

Koreksi tajam memang dapat membuka peluang akumulasi saham, tetapi risiko penurunan lanjutan tetap perlu diperhitungkan. Karena itu, investor sebaiknya tidak mengambil keputusan hanya berdasarkan penurunan harga dalam jangka pendek. (Pro)

Berita Terkait

BEI Optimistis Indonesia Bertahan di Emerging Market MSCI, Ini Alasannya
Harga Emas Antam Hari Ini 17 Oktober 2026 Naik, Termurah Rp1,33 Juta
Saham DSSA Ambruk 82%, Begini Nasib Emiten Lain Grup Sinar Mas
MSCI Tetap Ancam Downgrade Saham RI, Pertemuan dengan Pemerintah Tak Ubah Sikap
IHSG Ambruk ke Bawah 6.000, Rupiah Melemah dan Evaluasi MSCI Bikin Investor Waspada
IHSG Mulai Bangkit! Cek 6 Saham yang Menarik Dicermati Investor
IHSG Berpeluang Bangkit pada Oktober 2026, Investor Perlu Cermati 4 Katalis
Cara Menjadi Trader Pemula: Jangan Cuma Siapkan Modal, Ini yang Wajib Dikuasai
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 09:45 WIB

IHSG Ambruk Imbas MSCI, Saham BBCA, BBRI hingga ASII Menarik Dicermati

Minggu, 18 Oktober 2026 - 17:43 WIB

BEI Optimistis Indonesia Bertahan di Emerging Market MSCI, Ini Alasannya

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:32 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini 17 Oktober 2026 Naik, Termurah Rp1,33 Juta

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:23 WIB

Saham DSSA Ambruk 82%, Begini Nasib Emiten Lain Grup Sinar Mas

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:19 WIB

MSCI Tetap Ancam Downgrade Saham RI, Pertemuan dengan Pemerintah Tak Ubah Sikap

Berita Terbaru

Poto Ilustrasi Saham

INVESTASI

Saham DSSA Ambruk 82%, Begini Nasib Emiten Lain Grup Sinar Mas

Sabtu, 17 Okt 2026 - 13:23 WIB