IHSG Berpeluang Bangkit pada Oktober 2026, Investor Perlu Cermati 4 Katalis

Setelah tertekan hampir 8 persen pada September, IHSG memiliki peluang rebound pada Oktober. Namun, investor tetap perlu mencermati rupiah, sentimen global, dan kinerja emiten.

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Okepost.id, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang bangkit pada Oktober 2026 setelah mengalami tekanan besar pada September. Investor kini menanti katalis yang dapat mendorong pemulihan pasar saham domestik.

Pada akhir September, IHSG ditutup di level 6.071,13. Indeks mencatat penurunan hampir 8 persen sepanjang September dan masih berada dalam tekanan secara year to date (YTD).

Meski demikian, sejumlah analis melihat peluang rebound pada Oktober. Faktor musiman, valuasi saham yang lebih menarik setelah koreksi, serta potensi masuknya kembali dana asing dapat menjadi pendorong IHSG.

Baca Juga :  IHSG Menguat ke 5.744, Saham Bank Jumbo Jadi Motor Penggerak Pasar

Rupiah dan Sentimen Global Jadi Kunci

Pergerakan rupiah menjadi salah satu faktor penting bagi pasar saham. Pelemahan rupiah terhadap dolar AS dapat meningkatkan tekanan terhadap IHSG.

Investor juga akan mencermati arah suku bunga Amerika Serikat, imbal hasil US Treasury, serta pergerakan pasar saham global. Perubahan sentimen di pasar global dapat memengaruhi arus modal asing ke Indonesia.

Di dalam negeri, investor akan menunggu kinerja emiten pada kuartal III 2026. Laporan keuangan yang positif berpotensi memperkuat minat beli terhadap saham-saham dengan fundamental solid.

Baca Juga :  IHSG Berisiko Lanjut Koreksi ke Level 6.644, Saham BBCA hingga ISAT Masuk Radar Analis

Investor Tetap Perlu Selektif

Peluang rebound tidak berarti IHSG akan langsung menguat tanpa hambatan. Volatilitas masih dapat meningkat jika tekanan global kembali muncul.

Karena itu, investor perlu menerapkan strategi stock picking. Saham dengan fundamental kuat, valuasi menarik, dan prospek pertumbuhan laba dapat menjadi perhatian saat pasar mulai pulih.

Dengan koreksi yang cukup dalam pada September, Oktober 2026 menjadi periode penting bagi investor untuk melihat apakah IHSG mampu membangun momentum pemulihan. (Pro)

Berita Terkait

Cara Menjadi Trader Pemula: Jangan Cuma Siapkan Modal, Ini yang Wajib Dikuasai
Trading atau Investasi? Kenali Perbedaannya Sebelum Memulai
IHSG Ambruk 3,28% Sepekan, Investor Perlu Lirik SBR015, Reksa Dana hingga Emas
BEI Catat 7 Perusahaan Antre IPO, Sektor Kesehatan Mendominasi
Trading Saham Indonesia Kini Bisa Lewat Web Pluang, Ada Market Order
Saham Teknologi Kuasai Daftar Jawara S&P 500, Moderna hingga Bloom Energy Melaju
IHSG Sesi I Turun 0,32%, Saham BSWD dan BLTZ Melonjak 25%
Short Selling Resmi Dibuka Lagi Hari Ini, 5 Saham Masuk Daftar Perdana
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:43 WIB

IHSG Berpeluang Bangkit pada Oktober 2026, Investor Perlu Cermati 4 Katalis

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:23 WIB

Cara Menjadi Trader Pemula: Jangan Cuma Siapkan Modal, Ini yang Wajib Dikuasai

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:14 WIB

Trading atau Investasi? Kenali Perbedaannya Sebelum Memulai

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:57 WIB

IHSG Ambruk 3,28% Sepekan, Investor Perlu Lirik SBR015, Reksa Dana hingga Emas

Minggu, 4 Oktober 2026 - 17:23 WIB

BEI Catat 7 Perusahaan Antre IPO, Sektor Kesehatan Mendominasi

Berita Terbaru

Gambar ilustrasi

INVESTASI

Trading atau Investasi? Kenali Perbedaannya Sebelum Memulai

Selasa, 6 Okt 2026 - 14:14 WIB