FTSE Russell Keluarkan DSSA hingga HILL dari Indeks Global Juni 2026, Ini Dampaknya ke IHSG

Bursa Saham

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 23 Mei 2026 - 11:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar ilustrasi

Gambar ilustrasi

Okepost.id, Jakarta – FTSE Russell melakukan penyesuaian besar dalam FTSE Global Equity Index Series (GEIS) periode Juni 2026. Dalam tinjauan kuartalan terbarunya, sejumlah saham Indonesia resmi dikeluarkan dari indeks global karena tidak memenuhi ketentuan utama seperti free float, konsentrasi kepemilikan, hingga hasil screening likuiditas.

Keputusan ini menjadi salah satu sentimen penting yang berpotensi memengaruhi pergerakan pasar saham Indonesia, terutama Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam jangka pendek.

DSSA Terlempar dari Large Cap FTSE GEIS

Salah satu perubahan paling signifikan datang dari emiten grup Sinarmas, yakni Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA).

Dalam pengumuman resmi FTSE Russell, DSSA dikeluarkan dari kategori large cap FTSE GEIS. Penyebabnya adalah tingginya konsentrasi kepemilikan saham (high shareholding concentration) yang tidak sesuai dengan kriteria indeks global.

FTSE juga menerapkan mekanisme teknis penyesuaian ekstrem, termasuk penghapusan konstituen dengan harga nol atau price of zero dalam proses rebalancing.

HILL, MLIA, dan DAAZ Juga Terdepak dari Micro Cap

Selain DSSA, FTSE juga merombak daftar emiten di kategori micro cap. Beberapa saham Indonesia yang ikut dikeluarkan antara lain:

Baca Juga :  IHSG Dibayangi Tekanan Besar, Analis Prediksi Koreksi Masih Berlanjut Akibat Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Hillcon Tbk (HILL), karena gagal memenuhi surveillance stocks screen

Mulia Industrindo Tbk (MLIA), karena tidak lolos kriteria pengawasan indeks

Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ), karena tidak memenuhi batas minimum free float

Langkah ini menunjukkan ketatnya standar FTSE dalam menilai kualitas perdagangan, likuiditas, serta struktur kepemilikan saham emiten di pasar negara berkembang.

Rebalancing Masih Berpotensi Berubah

FTSE Russell menegaskan bahwa hasil tinjauan ini belum final sepenuhnya. Perubahan masih dapat terjadi hingga penutupan perdagangan 5 Juni 2026, sebelum efektif diberlakukan pada 8 Juni 2026.

Dengan demikian, investor masih perlu mencermati kemungkinan revisi daftar emiten yang masuk atau keluar dari indeks global tersebut.

Dampak ke IHSG dan Arus Dana Asing

Penghapusan sejumlah saham Indonesia dari indeks global diperkirakan akan berdampak pada sentimen pasar, khususnya aliran dana asing di bursa domestik.

Menurut pelaku pasar, rebalancing FTSE sering menjadi salah satu faktor yang memicu volatilitas jangka pendek pada IHSG karena adanya penyesuaian portofolio investor institusi global.

Baca Juga :  IHSG Anjlok 3,64% ke 5.390 pada Pembukaan Perdagangan 8 Juni 2026, Saham BREN dan TLKM Tertekan

Head of Investment Specialist Maybank Sekuritas, Fath Aliansyah Budiman, menyebut pengumuman FTSE menjadi salah satu katalis yang diperhatikan pasar.

Ia menilai investor kini lebih fokus pada potensi saham yang keluar dari indeks dibandingkan kemungkinan upgrade emiten Indonesia.

FTSE vs MSCI: Proses Rebalancing Berbeda

Dari sisi mekanisme, FTSE Russell memiliki pendekatan yang berbeda dibandingkan MSCI.

Jika pada MSCI komposisi indeks biasanya bersifat final setelah pengumuman, FTSE masih memungkinkan adanya perubahan hingga mendekati tanggal efektif rebalancing.

Hal ini membuat pasar harus terus mencermati update hingga hari terakhir sebelum implementasi.

Keputusan FTSE Russell dalam tinjauan Juni 2026 menunjukkan semakin ketatnya standar global terhadap emiten pasar berkembang, termasuk Indonesia. Saham dengan free float rendah dan konsentrasi kepemilikan tinggi berisiko keluar dari indeks utama, yang pada akhirnya dapat memengaruhi arus dana asing dan pergerakan IHSG.(Pro)

Berita Terkait

IHSG Hari Ini Berpotensi Terkoreksi Usai Melonjak 7,57 Persen, Ini 4 Saham Pilihan Analis
IHSG Berpotensi Lanjut Melemah ke Level 5.395, Ini Rekomendasi Saham Pilihan MNC Sekuritas
BBCA dan BBRI Terjun Bebas Hari Ini, Saham Bank Besar Kembali Dihantam Aksi Jual
IHSG Anjlok 3,64% ke 5.390 pada Pembukaan Perdagangan 8 Juni 2026, Saham BREN dan TLKM Tertekan
IHSG Tertekan, Analis: Kebijakan Pemerintah dan Rupiah Lebih Berpengaruh daripada MSCI
IHSG Diprediksi Lanjut Melemah, MNC Sekuritas Rekomendasikan 4 Saham Potensial Hari Ini
KIJA Keluar dari Indeks IDX Sharia Growth, Jababeka Pastikan Fundamental Perusahaan Tetap Kuat
IHSG Hari Ini Diprediksi Masih Melemah, Simak Rekomendasi Saham BMRI, BUMI hingga MEDC
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 08:52 WIB

IHSG Berpotensi Lanjut Melemah ke Level 5.395, Ini Rekomendasi Saham Pilihan MNC Sekuritas

Senin, 8 Juni 2026 - 18:12 WIB

BBCA dan BBRI Terjun Bebas Hari Ini, Saham Bank Besar Kembali Dihantam Aksi Jual

Senin, 8 Juni 2026 - 10:07 WIB

IHSG Anjlok 3,64% ke 5.390 pada Pembukaan Perdagangan 8 Juni 2026, Saham BREN dan TLKM Tertekan

Minggu, 7 Juni 2026 - 10:53 WIB

IHSG Tertekan, Analis: Kebijakan Pemerintah dan Rupiah Lebih Berpengaruh daripada MSCI

Jumat, 5 Juni 2026 - 08:57 WIB

IHSG Diprediksi Lanjut Melemah, MNC Sekuritas Rekomendasikan 4 Saham Potensial Hari Ini

Berita Terbaru

Otomotif

SRV 600 V4 Tampil dengan Transmisi Otomatis

Rabu, 10 Jun 2026 - 12:04 WIB