IHSG Hari Ini Berpotensi Terkoreksi Usai Melonjak 7,57 Persen, Ini 4 Saham Pilihan Analis

Setelah Melonjak Tajam akibat Kenaikan BI Rate, IHSG Berpeluang Mengalami Koreksi Sehat pada Perdagangan Rabu 10 Juni 2026

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 10 Juni 2026 - 08:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Photo ilustrasi

Photo ilustrasi

Okepost.id, Jakarta – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu (10/6/2026) diperkirakan menghadapi tekanan koreksi setelah mencatat penguatan signifikan sehari sebelumnya.

Meski demikian, sejumlah analis masih melihat peluang cuan pada beberapa saham pilihan yang dinilai menarik untuk dikoleksi investor.

Pada penutupan perdagangan Selasa (9/6/2026), IHSG melesat 7,57 persen dan berakhir di level 5.746. Lonjakan tersebut terjadi setelah pasar merespons keputusan Bank Indonesia yang menaikkan suku bunga acuan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,50 persen.

Kenaikan tajam indeks juga diikuti oleh meningkatnya aktivitas transaksi di Bursa Efek Indonesia. Data perdagangan menunjukkan sebanyak 708 saham ditutup menguat, sementara 99 saham melemah dan 152 saham bergerak datar.

Sepanjang sesi perdagangan, IHSG bergerak dalam rentang 5.318 hingga 5.746. Volume transaksi mencapai 41,73 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp27,80 triliun. Sementara kapitalisasi pasar bursa meningkat menjadi Rp10.098 triliun.

Saham Perbankan dan Big Caps Jadi Motor Penguatan IHSG

Penguatan indeks didorong oleh kenaikan sejumlah saham berkapitalisasi besar atau big caps. Saham perbankan menjadi salah satu pendorong utama reli pasar.

Baca Juga :  Ashmore Ungkap Risiko Terbesar Pasar Saham Indonesia pada 2026

Saham BBCA naik 6,19 persen ke level Rp5.150 per saham. Kemudian BBRI menguat 7,72 persen menjadi Rp2.790 per saham.

Selain itu, saham BMRI melesat 10,24 persen ke posisi Rp4.090 per saham. Sementara saham BREN melonjak 13,93 persen menjadi Rp4.090 per saham.

Di sektor teknologi, saham DCII turut menopang indeks dengan kenaikan 2,06 persen ke level Rp173.500 per saham.

MNC Sekuritas Ingatkan Potensi Koreksi Jangka Pendek

Tim riset menilai posisi IHSG saat ini masih berada dalam tren penguatan. Namun, setelah reli besar dalam satu hari perdagangan, peluang terjadinya profit taking dan koreksi teknikal tetap perlu diwaspadai.

Analis memperkirakan IHSG sedang berada pada fase wave (v) dari wave [v] dalam struktur gelombang Elliott Wave. Oleh karena itu, investor perlu mencermati area koreksi berikutnya yang berada pada kisaran 5.184 hingga 5.282.

Meski demikian, peluang penguatan lanjutan masih terbuka dengan target terdekat di area 5.763 hingga 5.784.

Baca Juga :  BI Rate Naik ke 5,50 Persen, Cicilan KPR Diperkirakan Bertambah hingga Rp200 Ribu per Bulan

Untuk perdagangan hari ini, level support diperkirakan berada di area 5.523 dan 5.191. Sementara level resistance berada pada kisaran 5.846 hingga 6.065.

Rekomendasi Saham Pilihan Hari Ini

Di tengah potensi koreksi pasar, MNC Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham yang layak dicermati investor.

Untuk strategi buy on weakness, saham yang direkomendasikan antara lain:

CDIA

HRTA

INET

Sementara untuk strategi trading buy, investor dapat mempertimbangkan saham:

BBNI

Analis menyarankan investor tetap disiplin menerapkan manajemen risiko dan mencermati perkembangan sentimen global maupun kebijakan moneter yang berpotensi memengaruhi arah pasar dalam jangka pendek.

Prospek IHSG Masih Menarik

Meski berisiko mengalami koreksi sesaat, prospek IHSG dinilai masih menarik jika didukung oleh stabilitas ekonomi domestik, arus dana asing yang kembali masuk, serta kinerja emiten yang solid pada semester pertama 2026.

Investor jangka pendek dapat memanfaatkan volatilitas pasar untuk mencari momentum masuk pada saham-saham yang memiliki fundamental kuat dan likuiditas tinggi.(Pro)

Berita Terkait

BEI Perbarui Daftar Saham HSC, Tujuh Saham Bank Masuk dengan Kepemilikan di Atas 90%
Pasar Saham Indonesia Masih Murah, Investor Pilih Wait and See Meski Valuasi Menarik
Prediksi IHSG Pekan Depan: Berpeluang Menguat Terbatas, Ini Rekomendasi Saham ARCI, BMRI, PGAS, ELSA, dan TAPG
IHSG Dibuka Menguat ke 5.963,83, Saham BBCA, BBRI, dan BRPT Pimpin Kenaikan
IHSG Anjlok 1,89%, Peringatan S&P Dow Jones Picu Tekanan di Bursa Saham Indonesia
IHSG Dibuka Melemah ke 5.941 Hari Ini, Saham AMMN, TPIA, dan BBNI Tekan Pergerakan Indeks
OJK Catat Penghimpunan Dana Pasar Modal Tembus Rp112,67 Triliun pada Semester I 2026
10 Saham Cum Dividen Hari Ini 6 Juli 2026, INDF dan ICBP Tebar Dividen Terbesar
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 13:13 WIB

BEI Perbarui Daftar Saham HSC, Tujuh Saham Bank Masuk dengan Kepemilikan di Atas 90%

Senin, 13 Juli 2026 - 07:50 WIB

Pasar Saham Indonesia Masih Murah, Investor Pilih Wait and See Meski Valuasi Menarik

Minggu, 12 Juli 2026 - 16:57 WIB

Prediksi IHSG Pekan Depan: Berpeluang Menguat Terbatas, Ini Rekomendasi Saham ARCI, BMRI, PGAS, ELSA, dan TAPG

Jumat, 10 Juli 2026 - 11:18 WIB

IHSG Dibuka Menguat ke 5.963,83, Saham BBCA, BBRI, dan BRPT Pimpin Kenaikan

Kamis, 9 Juli 2026 - 08:21 WIB

IHSG Anjlok 1,89%, Peringatan S&P Dow Jones Picu Tekanan di Bursa Saham Indonesia

Berita Terbaru