Okepost.id, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali berada di zona merah pada perdagangan Jumat (2/10/2026). Hingga pukul 11.35 WIB, IHSG turun 19,30 poin atau 0,32% ke level 5.990,20.
Data IDX Mobile menunjukkan IHSG dibuka di level 6.018,08. Sepanjang sesi I, indeks bergerak pada rentang 5.979,98 hingga 6.044,26.
Kapitalisasi pasar mencapai Rp10.557 triliun. Sebanyak 240 saham menguat, 429 saham melemah, sedangkan 294 saham bergerak stagnan.
Di jajaran top gainers, BSWD dan BLTZ sama-sama melesat 25% menjadi Rp3.600. ROCK naik 24,89% ke Rp2.960, TIFA menguat 24,48% ke Rp356, sedangkan PGLI bertambah 24,30% ke Rp266.
Sebaliknya, ALKA menjadi saham dengan penurunan terbesar, yakni 14,98% ke Rp4.570. CCSI turun 14,89% ke Rp400, FORU melemah 14,66% ke Rp163, DADA turun 14,29% ke Rp24, dan XSSI terkoreksi 12,82% ke Rp68.
Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia Nafan Aji Gusta mengatakan pelemahan IHSG dipengaruhi sentimen domestik dan eksternal.
Dari dalam negeri, investor mencermati perkembangan reshuffle kabinet yang dinilai dapat memunculkan ketidakpastian mengenai arah kebijakan pemerintah.
Sementara dari eksternal, tingginya yield US Treasury, tekanan terhadap rupiah, dan ketidakpastian geopolitik masih membatasi minat investor terhadap aset berisiko di pasar negara berkembang.
Nafan menilai dampak reshuffle kabinet terhadap pasar akan bergantung pada persepsi investor terhadap figur yang ditunjuk serta keberlanjutan kebijakan ekonomi. Dalam jangka pendek, kondisi tersebut berpotensi membuat volatilitas pasar meningkat karena investor kembali mengevaluasi arah kebijakan dan koordinasi pemerintah. (Pro)








