Okepost.id – Basarnas menambah dua unit ekskavator PC 200 berbobot 20 ton untuk mempercepat pencarian korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jumat (30/1/2026).
Direktur Operasi Basarnas, Laksamana Pertama Yudhi Bramantyo N, mengatakan alat berat tambahan tersebut langsung difokuskan ke sektor A1 dan A2, lokasi yang belum tergarap maksimal akibat cuaca buruk pada hari sebelumnya.
“Pagi ini kami menambah dua ekskavator PC 200. Kami fokuskan ke sektor A1 dan A2,” kata Yudhi di Posko Basarnas Pasirlangu.
Pada Kamis (29/1/2026), hujan dan kabut menghambat proses pencarian. Basarnas kemudian menggeser salah satu ekskavator ke perbatasan sektor A2 dan A3 untuk memperluas jangkauan pencarian.
Selama enam hari operasi, tim SAR telah mengerahkan 17 unit ekskavator, mayoritas berukuran kecil. Hingga Kamis, tim berhasil mengevakuasi 55 jenazah, dengan 37 di antaranya telah teridentifikasi.
Yudhi optimistis cuaca yang lebih baik akan mempercepat proses evakuasi korban yang diduga masih tertimbun material longsor.
“Mudah-mudahan cuaca hari ini lebih mendukung,” ujarnya.
Longsor menerjang tiga kampung di Desa Pasirlangu pada Sabtu (24/1/2026) dini hari. Bencana ini berdampak pada 158 warga, dengan rincian 78 orang selamat dan 80 orang dilaporkan hilang. Longsor juga merusak berat 48 rumah serta satu bangunan musala.
Sementara itu, polisi memastikan kerangka manusia yang ditemukan di sektor B1 tidak berkaitan dengan longsor Pasirlangu. Hasil identifikasi tim DVI Polri menunjukkan usia kerangka tersebut lebih dari satu tahun.
“Kami memperkirakan kerangka itu berusia lebih dari satu tahun,” kata Kabid Humas
Polda Jabar, Kombes Hendra Rochmawan.
Tim DVI menerima tiga kantung jenazah yang terdiri dari dua jasad utuh dan satu kantung berisi tulang belulang. Dua jenazah utuh masih menjalani proses identifikasi.
sumber : tribunjabar









