Okepost.id – Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, masyarakat Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, kembali melaksanakan tradisi tahunan yang dikenal dengan sebutan mandi balimau atau mandi suci.
Tradisi ini dilakukan sebagai bentuk pembersihan diri, baik secara lahir maupun batin, sebelum memasuki bulan penuh berkah.
Kegiatan mandi balimau biasanya dilaksanakan satu hingga dua hari sebelum awal Ramadhan.
Sejumlah warga tampak memadati aliran sungai, pemandian umum, serta tempat-tempat tertentu.
Tradisi ini dilakukan secara berkelompok, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.
Menurut tokoh adat setempat, mandi balimau merupakan warisan budaya turun-temurun yang sudah berlangsung sejak zaman nenek moyang.
Masyarakat Kerinci meyakini bahwa mandi dengan air yang dicampur jeruk limau, bunga-bungaan, dan ramuan tradisional dapat memberikan kesegaran serta melambangkan penyucian diri.
“Tradisi ini bukan hanya sekadar mandi, tetapi sebagai simbol membersihkan diri dan memohon ampunan sebelum menjalankan ibadah puasa,” ujar salah satu tokoh masyarakat Kerinci.
Selain mandi bersama, kegiatan ini juga sering diiringi dengan kebersamaan keluarga dan masyarakat.
Banyak warga yang memanfaatkan momen ini untuk mempererat silaturahmi, saling memaafkan, serta memperkuat nilai gotong royong.
Namun, pemerintah daerah dan tokoh agama mengingatkan agar tradisi mandi balimau tetap dilakukan dengan tertib serta tidak melanggar norma agama.
Masyarakat diminta menjaga adab, berpakaian sopan, dan menghindari aktivitas yang dapat menimbulkan hal-hal negatif.
Tradisi mandi balimau di Kerinci hingga kini masih tetap lestari dan menjadi salah satu budaya lokal yang memperkaya keberagaman tradisi masyarakat Indonesia dalam menyambut bulan suci Ramadhan.
Dengan semangat kebersamaan dan nilai religius yang terkandung di dalamnya, mandi balimau menjadi salah satu bentuk kesiapan masyarakat Kerinci untuk menyambut Ramadhan dengan hati yang bersih dan penuh keikhlasan. **









