Pejabat Belanda Sebut Tradisi Lebaran Orang RI Ajang Pemborosan

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 7 Maret 2026 - 17:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Okepost.id – Sejak ratusan tahun lalu, hari raya Idulfitri atau Lebaran menjadi hari yang istimewa bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Mereka merayakannya dengan membeli baju baru, memasak masakan dalam skala besar, membagikan uang, hingga mudik atau berpergian ke rumah keluarga.

Dalam Aceh di Mata Kolonialis (1906), Snouck mengatakan, kebiasaan ini muncul di Aceh karena setiap orang ingin berbaju baru pada hari raya. Pasalnya, dalam budaya Aceh, kasih sayang atau penghargaan suami ke anak atau istri diukur dari barang belanja di pasar, mulai dari daging hingga baju baru.

Baca Juga :  Itel Zeno Resmi Meluncur, Power Bank Ringkas dengan Fast Charging 45W dan Layar Digital Mulai Rp300 Ribuan

Selain itu di Batavia juga terjadi hal serupa. Pada 1904, Snouck juga menulis saat Lebaran terdapat banyak pesta yang disertai hidangan makanan khas hari raya, silaturahmi ke kerabat, pembelian pakaian baru, dan hiburan.

Pada titik ini, tradisi Lebaran dianggap oleh pemerintah kolonial sebagai pemborosan.

Dua pejabat kolonial Stienmetz dan De Wolff mengaku keberatan atas tradisi lebaran oleh warga Muslim Indonesia. Banyak pegawai pribumi yang mengadakan pesta Lebaran secara besar, tetapi modalnya dari meminjam uang.

Baca Juga :  Rupiah Menguat 0,36%, Jadi Salah Satu Mata Uang Terkuat di Asia Pagi Ini

Selain itu, Snouck juga menyebut perayaan Idulfitri sudah menjadi kebiasaan umat Muslim di Indonesia, jadi tak perlu ada pelarangan karena dikhawatirkan bisa membuat repot.

Pada akhirnya, pernyataan Snouck itu terbukti: Lebaran dan berbagai kebiasaan yang mengikuti, termasuk beli baju baru, tetap berlangsung hingga sekarang.(*)

Berita Terkait

PPPK Paruh Waktu Deg-degan, Apakah Regulasi Peralihan Berpihak Pada Semua Formasi?
PT KMH Salurkan Dukungan CSR untuk Kenduri SKO Depati Muara Langkap
Rekomendasi Saham Hari Ini: IHSG Berisiko Melemah, MDKA hingga INCO Jadi Sorotan
Apple, Samsung, Google Terancam Pembatasan Penjualan di AS, Ini Pemicunya
Serat Buah Pepaya Berpotensi Jadi Masa Depan Dunia Pengobatan
Tempe Goreng Tepung Gurih dan Renyah Seharian untuk Camilan Keluarga atau Lauk Praktis
Langkah Mudah Cek NIK KTP Terdeteksi Judi Online atau Tidak
Resep Nasi Lemak Malaysia yang Enak dan Anti Gagal, Bisa Jadi Menu Keluarga
Berita ini 39 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:00 WIB

PPPK Paruh Waktu Deg-degan, Apakah Regulasi Peralihan Berpihak Pada Semua Formasi?

Selasa, 29 September 2026 - 16:57 WIB

PT KMH Salurkan Dukungan CSR untuk Kenduri SKO Depati Muara Langkap

Sabtu, 26 September 2026 - 11:24 WIB

Rekomendasi Saham Hari Ini: IHSG Berisiko Melemah, MDKA hingga INCO Jadi Sorotan

Minggu, 20 September 2026 - 18:23 WIB

Apple, Samsung, Google Terancam Pembatasan Penjualan di AS, Ini Pemicunya

Rabu, 9 September 2026 - 13:57 WIB

Serat Buah Pepaya Berpotensi Jadi Masa Depan Dunia Pengobatan

Berita Terbaru