Apple, Samsung, Google Terancam Pembatasan Penjualan di AS, Ini Pemicunya

Tiga raksasa teknologi tersebut diselidiki USITC setelah BoomCloud 360 menuduh adanya pelanggaran tiga paten teknologi audio spasial.

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 20 September 2026 - 18:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Okepost.id, Jakarta – Apple, Samsung, dan Google menghadapi penyelidikan perdagangan di Amerika Serikat (AS) terkait dugaan pelanggaran paten teknologi audio.

Komisi Perdagangan Internasional AS (USITC) membuka penyelidikan setelah menerima laporan dari BoomCloud 360, perusahaan teknologi audio asal California.

BoomCloud 360 menuding sejumlah perangkat Apple, Samsung, dan Google menggunakan teknologi yang melanggar tiga paten miliknya. Paten tersebut berkaitan dengan teknologi pemrosesan audio spasial.

Teknologi audio spasial membuat suara seolah datang dari berbagai arah. Teknologi ini banyak digunakan untuk meningkatkan pengalaman menonton film, bermain gim, hingga mendengarkan musik.

Baca Juga :  Resep Sukun Goreng Renyah dan Gurih, Camilan Sederhana untuk Keluarga

Minta Pembatasan Produk

BoomCloud 360 meminta USITC menerbitkan Limited Exclusion Order. Jika nantinya dikabulkan, perintah tersebut dapat membatasi masuknya produk yang terbukti melanggar paten ke pasar AS.

Perusahaan itu juga meminta perintah cease-and-desist untuk membatasi aktivitas penjualan atau distribusi produk yang dianggap melanggar.

Namun, USITC belum menentukan bahwa Apple, Samsung, atau Google melakukan pelanggaran. Komisi menyatakan penyelidikan baru memasuki tahap pemeriksaan.

Baca Juga :  Trik Rahasia Memasak Pare agar Tidak Pahit

Belum Ada Larangan Penjualan

Sampai saat ini, perangkat yang secara spesifik menjadi objek sengketa juga belum diumumkan secara rinci.

Apple, Samsung, dan Google turut menempuh jalur hukum dengan mengajukan gugatan declaratory judgment terhadap BoomCloud 360. Langkah tersebut bertujuan mendapatkan kepastian hukum terkait sengketa paten.

USITC akan melanjutkan proses penyelidikan sebelum mengambil keputusan. Karena itu, belum dapat dipastikan apakah kasus ini nantinya berujung pada pembatasan impor maupun penjualan perangkat ketiga perusahaan di AS. (Pro)

Berita Terkait

Toyota dan Daihatsu Adu Strategi, Ini Jurus Genjot Penjualan Mobil hingga Akhir 2026
PPPK Paruh Waktu Deg-degan, Apakah Regulasi Peralihan Berpihak Pada Semua Formasi?
IPOT X Meluncur dengan AI-Native Intelligence, 1.100+ Metrik Bantu Investor Baca Pasar
IPOT X Hadir dengan 9 Fitur AI, Analisis Saham Jadi Lebih Praktis
4 Saham Consumer Staples Jadi Sorotan Senin 28 September: ICBP, MYOR, CMRY, SIDO
Harga Buyback Emas Antam, UBS dan Galeri 24 di Pegadaian Hari Ini
Rekomendasi Saham Hari Ini: IHSG Berisiko Melemah, MDKA hingga INCO Jadi Sorotan
IPOT X Resmi Hadir, Indo Premier Bawa AI untuk Bantu Investor Naik Kelas
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:43 WIB

Toyota dan Daihatsu Adu Strategi, Ini Jurus Genjot Penjualan Mobil hingga Akhir 2026

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:00 WIB

PPPK Paruh Waktu Deg-degan, Apakah Regulasi Peralihan Berpihak Pada Semua Formasi?

Selasa, 29 September 2026 - 10:22 WIB

IPOT X Meluncur dengan AI-Native Intelligence, 1.100+ Metrik Bantu Investor Baca Pasar

Senin, 28 September 2026 - 19:21 WIB

IPOT X Hadir dengan 9 Fitur AI, Analisis Saham Jadi Lebih Praktis

Minggu, 27 September 2026 - 17:42 WIB

4 Saham Consumer Staples Jadi Sorotan Senin 28 September: ICBP, MYOR, CMRY, SIDO

Berita Terbaru

INVESTASI

IHSG Ambruk 3,78 Persen, 717 Saham Berguguran di Bursa

Selasa, 3 Nov 2026 - 20:35 WIB