Okepost.id – Pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menunjukkan keseriusan dalam meningkatkan infrastruktur penerbangan di Provinsi Jambi.
Pada Tahun Anggaran 2026, Kemenhub mengalokasikan dana sebesar Rp15 miliar untuk pengembangan Bandar Udara Depati Parbo.
Dari total anggaran tersebut, sekitar Rp5,87 miliar difokuskan untuk satu paket pekerjaan konstruksi infrastruktur darat bandara.
Proyek ini mencakup pembangunan jalan akses (access road), jalan layanan (service road), serta pelataran parkir khusus untuk armada Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK).
Proyek Infrastruktur Prioritas
Berdasarkan data yang dihimpun, pagu anggaran proyek ini mencapai Rp5.879.558.000. Pekerjaan tersebut bertujuan meningkatkan aksesibilitas dan mendukung operasional keselamatan di kawasan bandara.
Menariknya, proyek ini diperuntukkan khusus bagi pelaku Usaha Kecil atau koperasi, serta mewajibkan penggunaan Produk Dalam Negeri (PDN). Kebijakan ini sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Pengadaan Dipercepat Lewat E-Katalog
Untuk mempercepat realisasi proyek, Satuan Kerja Bandara Depati Parbo menggunakan metode E-Purchasing melalui Katalog Elektronik. Proses pemilihan penyedia dijadwalkan berlangsung cepat pada Januari hingga Februari 2026.
Setelah kontrak diteken, pengerjaan fisik langsung dimulai pada Februari dan ditargetkan rampung pada Desember 2026.
Dorong Pariwisata dan Ekonomi Kerinci
Investasi ini diharapkan mampu mengubah wajah Bandara Depati Parbo menjadi lebih modern, aman, dan nyaman.
Selain itu, pengembangan ini diyakini akan mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat di kawasan “Sakti Alam Kerinci”.
Masyarakat juga diimbau ikut mengawasi pelaksanaan proyek agar kualitas pembangunan sesuai dengan anggaran yang digelontorkan.
Gubernur Tinjau Langsung, Runway Jadi Target Berikutnya
Gubernur Jambi, Al Haris, sebelumnya telah meninjau pembangunan terminal baru bandara bersama Bupati Kerinci, Monadi, serta mantan Pj Bupati Kerinci, Asraf.
Dalam kunjungan tersebut, Al Haris menilai kondisi terminal baru sudah cukup baik dan siap meningkatkan layanan transportasi udara di wilayah Kerinci.
“Terminalnya sudah bagus, area parkir juga tertata. Selanjutnya kita fokus pada perpanjangan runway bersama pemerintah daerah,” ujarnya.
Bidik Maskapai Lebih Besar
Pemerintah daerah menargetkan perpanjangan landasan pacu agar bandara mampu melayani pesawat berbadan lebih besar. Sejumlah maskapai seperti Batik Air dan Citilink berpotensi membuka rute ke bandara tersebut.
Jika rencana ini terealisasi, akses penerbangan menuju Kerinci akan semakin terbuka dari berbagai wilayah di Indonesia.
Menurut Al Haris, peningkatan kapasitas bandara akan memberikan dampak besar terhadap mobilitas masyarakat dan membuka peluang ekonomi baru.
“Meski penerbangan hanya dua kali seminggu, itu sudah cukup membantu masyarakat Kerinci, Solok Selatan, Mukomuko hingga Merangin,” katanya.(tim)









