Okepost id – Laga ini bukan sekadar perebutan gelar juara, tetapi juga menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk memutus dominasi panjang Thailand yang selama ini selalu unggul di partai final.
Sepanjang sejarah turnamen, Indonesia sudah empat kali bertemu Thailand di final. Namun hasilnya selalu sama, skuad Garuda harus mengakui keunggulan tim berjuluk Gajah Perang tersebut.
Dimulai dari final 2006, Indonesia harus menelan kekalahan telak 3-10. Dua tahun berselang, tepatnya 2008, Thailand kembali menang dengan skor 5-1.
Dominasi itu berlanjut pada final 2019 dengan skor 5-0. Pertemuan terakhir di final terjadi pada 2022. Saat itu Indonesia sempat memberikan perlawanan sengit dan menahan imbang 2-2 hingga waktu normal berakhir. Sayangnya, di babak adu penalti, Indonesia harus kembali mengakui keunggulan Thailand dengan skor 5-3. Rekor tersebut menjadi “kutukan” yang kini ingin diakhiri oleh Timnas Indonesia.
Meski dihantui catatan buruk, Indonesia datang dengan kepercayaan diri tinggi. Status sebagai juara bertahan menjadi modal kuat untuk menghadapi laga krusial ini. Pada edisi sebelumnya, Indonesia tampil impresif dan sukses keluar sebagai juara setelah mengalahkan Vietnam di partai final.
Keberhasilan itu membuktikan bahwa kualitas tim terus berkembang dan mampu bersaing di level tertinggi Asia Tenggara. Selain itu, kombinasi pemain muda dan pengalaman menjadi kekuatan tersendiri bagi skuad Garuda.
Final malam ini menjadi kesempatan emas bagi Indonesia untuk menulis sejarah baru. Jika mampu mengalahkan Thailand, maka bukan hanya gelar yang diraih, tetapi juga keberhasilan memutus dominasi panjang sang rival.
Bagi para pecinta futsal, laga ini wajib disaksikan. Siaran langsung dapat dinikmati melalui MNC pada pukul 20.00 WIB. (*)









