B50 Resmi Berlaku 1 Juli 2026, Indonesia Siap Hentikan Impor Solar

Energi

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 26 April 2026 - 12:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Okepost.id – Pemerintah Indonesia memastikan penerapan Bahan Bakar B50 akan dimulai pada 1 Juli 2026.

Kebijakan ini menjadi langkah besar untuk memperkuat kemandirian energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor solar.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa Indonesia siap menghentikan impor solar seiring diberlakukannya program B50.

Ia menyebut kebijakan ini sebagai strategi penting dalam menghadapi dinamika energi global yang semakin tidak menentu.

“Mulai 1 Juli 2026, kita dorong B50 dan secara bertahap kita hentikan impor solar,” ujarnya dalam keterangan kepada media.

Program B50 merupakan bahan bakar campuran yang mengandung 50 persen biodiesel dan 50 persen solar berbasis fosil. Biodiesel tersebut berasal dari minyak nabati, terutama kelapa sawit yang melimpah di dalam negeri.

Baca Juga :  Uji Coba B50, Kementerian ESDM Pastikan Aman untuk Mesin dan Lebih Ramah Lingkungan

Pengolahan biodiesel dilakukan melalui proses kimia, salah satunya menghasilkan Fatty Acid Methyl Ester (FAME).

Selain itu, pemerintah juga mulai mengembangkan teknologi Hydrotreated Vegetable Oil (HVO) untuk menghasilkan bahan bakar yang lebih bersih dan efisien.

Kebijakan ini membawa dampak luas bagi berbagai sektor. Dari sisi energi, Indonesia dapat mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar.

Dari sisi ekonomi, penghematan devisa negara menjadi salah satu keuntungan utama.

Di sektor industri, program ini akan meningkatkan permintaan terhadap minyak sawit mentah atau CPO.

Hal tersebut diperkirakan akan memberikan dampak positif bagi petani dan pelaku usaha di sektor perkebunan.

Baca Juga :  Garis Batas dengan Malaysia di Pulau Sebatik Digeser

Tidak hanya itu, penggunaan biodiesel juga dinilai lebih ramah lingkungan karena menghasilkan emisi yang lebih rendah dibandingkan bahan bakar fosil murni.

Pemerintah juga menargetkan pengembangan energi berbasis sawit tidak berhenti pada biodiesel. Ke depan, sawit akan diolah menjadi berbagai jenis bahan bakar lain seperti bensin dan etanol.

Program B50 menjadi lanjutan dari kebijakan sebelumnya seperti B30 dan B40. Peningkatan kadar biodiesel ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendorong penggunaan energi terbarukan secara bertahap.

Dengan langkah ini, Indonesia semakin mendekati target kemandirian energi berbasis sumber daya lokal sekaligus memperkuat posisi di sektor energi terbarukan global.(Pro)

Berita Terkait

Rusia Peringatkan Harga Minyak Dunia Bisa Melonjak Akibat Serangan Ukraina
Uji Coba B50, Kementerian ESDM Pastikan Aman untuk Mesin dan Lebih Ramah Lingkungan
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 17:36 WIB

Rusia Peringatkan Harga Minyak Dunia Bisa Melonjak Akibat Serangan Ukraina

Minggu, 26 April 2026 - 12:56 WIB

B50 Resmi Berlaku 1 Juli 2026, Indonesia Siap Hentikan Impor Solar

Jumat, 24 April 2026 - 05:15 WIB

Uji Coba B50, Kementerian ESDM Pastikan Aman untuk Mesin dan Lebih Ramah Lingkungan

Berita Terbaru

Artikel

Rekomendasi Jus Sayur Terbaik untuk Turunkan Berat Badan

Jumat, 15 Mei 2026 - 12:03 WIB