Rusia Peringatkan Harga Minyak Dunia Bisa Melonjak Akibat Serangan Ukraina

Ekonomi

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 7 Mei 2026 - 17:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar ilustrasi Searching

Gambar ilustrasi Searching

Okepost.id, Jakarta – Pemerintah Rusia memperingatkan potensi kenaikan harga minyak dunia jika serangan Ukraina terhadap infrastruktur energi Rusia terus berlangsung. Kremlin menilai gangguan pada fasilitas minyak dapat mengurangi pasokan global dan memicu lonjakan harga energi internasional.

Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov, mengatakan serangan terhadap sektor energi Rusia berpotensi memengaruhi stabilitas pasar minyak global. Dalam wawancara dengan saluran televisi VGTRK, dia menyebut penurunan volume ekspor justru dapat meningkatkan pendapatan Rusia karena harga minyak berpotensi naik.

“Dengan volume ekspor yang lebih kecil, perusahaan kami justru bisa memperoleh lebih banyak uang, dan negara juga akan menerima pendapatan lebih besar,” ujar Peskov, dikutip dari Anadolu Agency, Senin (4/5/2026).

Baca Juga :  Ashmore Ungkap Risiko Terbesar Pasar Saham Indonesia pada 2026

Peskov menegaskan Rusia akan terus menjaga kepentingan nasionalnya di tengah ancaman terhadap fasilitas energi. Pemerintah Rusia juga fokus memperkuat perlindungan terhadap infrastruktur strategis guna mencegah serangan lanjutan.

“Yang utama bagi kami adalah terus melindungi diri dari risiko serangan semacam ini di masa depan,” katanya.

Dalam pernyataannya, Peskov juga menyinggung kemungkinan keterlibatan Amerika Serikat dalam memengaruhi situasi konflik Rusia-Ukraina. Menurut dia, Washington secara teori memiliki kemampuan untuk memberi tekanan kepada Ukraina.

Selain itu, Kremlin menyoroti meningkatnya peran negara-negara Eropa dalam konflik tersebut. Peskov menilai Eropa memanfaatkan sentimen anti-Rusia untuk meningkatkan anggaran pertahanan dan memperkuat kekuatan militer.

Baca Juga :  Kopi Robusta Kerinci Tembus Pasar Mesir, Ekspor 19,2 Ton Buka Peluang Baru bagi Petani dan UMKM Jambi

“Eropa kini memobilisasi diri dan menggunakan Russofobia secara terbuka sebagai pemicu. Mereka siap menggelontorkan dana besar untuk penguatan militer,” ujarnya.

Rusia juga menilai negara-negara Eropa mulai kembali memasuki fase konfrontasi keras dengan Moskow melalui berbagai kebijakan strategis dan militer.

Sementara itu, Peskov menanggapi pernyataan Presiden AS Donald Trump terkait peluang tercapainya kesepakatan soal Ukraina. Dia menyebut istilah “dekat” bersifat relatif dan situasi konflik masih sangat dinamis. (Pro)

Berita Terkait

Air Danau Kerinci Menyusut, Warga Diminta Waspadai Dampaknya
Bupati Monadi Buka Festival Kopi Kerinci 2026, Dorong Generasi Muda Jadi Inovator dan Pelaku Agrowisata
Kadin Minta Independensi Bank Indonesia Dijaga, Investor Tunggu Kepastian Gubernur BI Baru
Laba Hutama Karya Lampaui Target Semester I 2026, Jalan Tol Trans Sumatera Jadi Penopang Utama
Harga Beras Naik 6 Bulan Berturut-turut, Inflasi Pangan Mengancam Daya Beli dan Kemiskinan
Taspen Desak PP Turunan UU ASN 2023 Segera Terbit, Jaminan Pensiun PPPK Jadi Sorotan
Rupiah Diprediksi Bergerak di Kisaran Rp17.950–Rp18.050, Sentimen S&P dan The Fed Jadi Sorotan
BPK Soroti Tata Kelola Danantara, Transparansi Laporan Keuangan BUMN Jadi Perhatian
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 19:28 WIB

Air Danau Kerinci Menyusut, Warga Diminta Waspadai Dampaknya

Sabtu, 19 September 2026 - 18:30 WIB

Bupati Monadi Buka Festival Kopi Kerinci 2026, Dorong Generasi Muda Jadi Inovator dan Pelaku Agrowisata

Senin, 27 Juli 2026 - 16:20 WIB

Kadin Minta Independensi Bank Indonesia Dijaga, Investor Tunggu Kepastian Gubernur BI Baru

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:03 WIB

Laba Hutama Karya Lampaui Target Semester I 2026, Jalan Tol Trans Sumatera Jadi Penopang Utama

Selasa, 21 Juli 2026 - 09:42 WIB

Harga Beras Naik 6 Bulan Berturut-turut, Inflasi Pangan Mengancam Daya Beli dan Kemiskinan

Berita Terbaru

Poto ilustrasi

INVESTASI

BEI Catat 7 Perusahaan Antre IPO, Sektor Kesehatan Mendominasi

Minggu, 4 Okt 2026 - 17:23 WIB