Okepost.id – Gubernur Jambi Al Haris mengungkap praktik penyelewengan bahan bakar minyak (BBM) subsidi yang mengalir ke aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) menjelang arus mudik Lebaran 2026.
Ia menegaskan, kebocoran distribusi ini menjadi salah satu penyebab utama kelangkaan BBM di sejumlah wilayah Jambi dalam beberapa waktu terakhir.
“Kami menemukan BBM subsidi justru dikirim ke tambang ilegal. Bahkan, beberapa pelaku sudah tertangkap,” kata Al Haris, Jumat (21/3/2026).
BBM Rakyat Dipakai Industri Ilegal
Al Haris menyayangkan praktik tersebut karena BBM subsidi sejatinya diperuntukkan bagi masyarakat kecil. Namun, oknum tertentu justru mengalihkannya untuk kepentingan industri ilegal seperti PETI.
Ia menilai kondisi ini tidak boleh terus dibiarkan karena merugikan masyarakat luas, terutama menjelang momentum Lebaran saat kebutuhan energi meningkat.
SPBU Diperingatkan Keras
Gubernur Jambi itu langsung memperingatkan pengusaha dan petugas SPBU agar tidak bermain mata dengan pelangsir maupun pihak perusahaan ilegal.
Ia meminta SPBU memprioritaskan masyarakat umum dibanding pihak yang memiliki modal besar.
“Utamakan masyarakat. Jangan berikan BBM subsidi ke perusahaan atau tambang ilegal,” tegasnya.
Siapkan Dua Strategi Pengawasan
Untuk menutup celah penyelewengan, Pemprov Jambi menyiapkan langkah strategis:
Melibatkan Kadin
Pemprov akan menggandeng Kamar Dagang dan Industri Indonesia guna menjembatani distribusi BBM industri agar perusahaan tidak lagi membeli BBM subsidi secara ilegal.
Bentuk Tim Khusus Penindakan
Al Haris segera berkoordinasi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dan BPH Migas untuk membentuk tim khusus (timsus) guna menindak tegas pelaku penyimpangan.
“Kalau masih ada perusahaan yang nekat membeli BBM subsidi, langsung tindak,” ujarnya.
PETI Diakui Jadi Sumber Ekonomi Warga
Di sisi lain, Al Haris mengakui aktivitas PETI masih menjadi sumber penghidupan bagi sebagian masyarakat.
Ia tidak melarang penambangan tradisional seperti mendulang emas karena dinilai lebih ramah lingkungan. Namun, ia menolak keras penggunaan alat berat seperti ekskavator.
“Kalau mendulang, itu untuk ekonomi rakyat, kita dukung. Tapi jangan pakai alat berat,” tegasnya.
Ancaman Kerusakan Lingkungan
Penggunaan alat berat dalam aktivitas PETI dinilai berisiko besar merusak ekosistem dan memperparah kerusakan lingkungan di wilayah Jambi.
Karena itu, pemerintah berkomitmen memperketat pengawasan sekaligus menindak tegas pelaku tambang ilegal yang beroperasi secara masif. (dilansir dari jambilink.id)**









