Okepost.id, Pemerintah memastikan skema penghitungan Tunjangan Hari Raya (THR) dan Tunjangan Profesi Guru (TPG) bagi guru bersertifikat pendidik (Serdik) pada tahun 2026 tetap mengacu pada mekanisme tunjangan profesi terpisah
Ketentuan ini berlaku bagi guru ASN maupun non-ASN, dengan penyesuaian besaran sesuai status kepegawaian dan masa transisi kebijakan penggajian nasional.
Kebijakan tersebut memberi kepastian bahwa hak guru Serdik tetap dibayarkan penuh, sekaligus menjadi jembatan menuju penerapan sistem penggajian baru berbasis kinerja yang direncanakan mulai 2026.
Skema TPG Guru Serdik 2026
Untuk guru Serdik berstatus ASN, baik PNS maupun PPPK, besaran TPG tetap setara dengan satu kali gaji pokok bulanan.
Sebagai ilustrasi, guru golongan IIIa dengan gaji pokok di kisaran Rp2,7 juta hingga Rp3 juta akan menerima TPG dengan nominal yang sama setiap bulan.
Jika digabungkan dengan gaji pokok, total penghasilan bulanan dapat mencapai Rp5 juta hingga Rp7 juta sebelum tunjangan lainnya.
Sementara itu, guru Serdik non-ASN memperoleh TPG dengan skema nominal tetap.
Mulai 2026, besarannya ditetapkan sebesar Rp2 juta per bulan, meningkat dari skema sebelumnya yang berada di kisaran Rp1,5 juta.
Kenaikan ini menjadi bentuk penguatan kesejahteraan bagi guru non-ASN yang telah mengantongi sertifikat pendidik.
Skema THR Guru Serdik 2026
Untuk komponen THR, pemerintah menetapkan besaran setara dengan satu bulan gaji pokok ditambah tunjangan melekat
Tunjangan tersebut meliputi tunjangan keluarga, jabatan, dan fungsional sesuai ketentuan yang berlaku.
Khusus bagi guru Serdik yang tidak menerima tunjangan kinerja, THR juga mencakup tambahan dua bulan TPG secara penuh (100%).
Skema ini mengacu pada regulasi terbaru yang memperkuat posisi TPG sebagai bagian penting dari penghasilan guru.
Pencairan THR TPG 100 persen sendiri telah dimulai sejak triwulan IV tahun 2025 dan dilanjutkan ke tahun 2026 bagi guru yang memenuhi seluruh persyaratan administratif dan kepegawaian.
masa transisi menuju skema 2026
Memasuki 2026, pemerintah mulai mengarahkan sistem penghasilan guru ke konsep single salary berbasis kinerja.
Dalam proyeksi awal, penghasilan guru Serdik level menengah diperkirakan dapat mencapai Rp10 juta hingga Rp11 juta per bulan setelah integrasi penuh.
Namun, dalam masa transisi, skema lama masih tetap digunakan. Artinya, TPG masih dibayarkan terpisah dari gaji pokok hingga penyesuaian sistem benar-benar rampung secara nasional.
Bagi guru honorer Serdik, TPG tetap diberikan sebesar Rp2 juta per bulan, sementara THR disesuaikan dengan gaji pokok yang diterima di satuan pendidikan masing-masing. Skema ini memastikan tidak ada hak guru PNS dan PPPK yang hilang selama proses perubahan kebijakan berlangsung.(*)









