Okepost.id – Persaingan mobil harga terjangkau di Indonesia memasuki awal 2026 semakin memanas. Honda Brio Satya masih mempertahankan dominasinya di segmen LCGC.
Namun, kehadiran mobil listrik murah seperti BYD Atto 1 mulai mengubah peta persaingan mobil kelas bawah.
Calon pembeli mobil pertama dan keluarga muda kini menghadapi pilihan menarik: tetap dengan mobil bensin yang sudah teruji atau beralih ke mobil listrik dengan biaya operasional lebih rendah.
Harga dan Varian
Honda Brio Satya menawarkan harga kompetitif khas LCGC dengan pilihan transmisi manual dan CVT.
Sementara itu, BYD Atto 1 varian Dynamic dibanderol sekitar Rp195–199 juta, sedangkan varian Premium menyentuh kisaran Rp235 juta.
Dari sisi harga, keduanya bersaing ketat di segmen entry-level, meski menawarkan teknologi berbeda.
Performa Mesin dan Motor Listrik
Honda Brio Satya mengusung mesin 1.2L i-VTEC 4-silinder bertenaga 90 PS dan torsi 110 Nm. Mesin ini terkenal halus dan minim getaran, terutama dibanding rival tiga silinder di kelasnya.
Karakter berkendaranya juga dikenal fun to drive dengan handling presisi.
Sebaliknya, BYD Atto 1 mengandalkan motor listrik 55 kW (sekitar 74 HP) dengan torsi 135 Nm. Torsi instan membuat akselerasi awal terasa responsif, terutama untuk penggunaan dalam kota.
Varian Dynamic membawa baterai 30,08 kWh dengan klaim jarak tempuh 300 km (NEDC), sedangkan Premium memakai baterai 38,88 kWh dengan jarak tempuh hingga 380 km.
Biaya Operasional dan Fleksibilitas
Untuk mobil harian di dalam kota, BYD Atto 1 menawarkan biaya operasional lebih hemat karena menggunakan listrik.
Mobil listrik juga mendapat sejumlah insentif, termasuk keringanan pajak tertentu dan bebas aturan ganjil-genap di Jakarta.
Namun, Honda Brio Satya tetap unggul dalam fleksibilitas perjalanan jarak jauh. Pengguna bisa dengan mudah menemukan SPBU di berbagai daerah, sementara infrastruktur SPKLU di luar kota besar masih terbatas.
Interior dan Kenyamanan
Honda Brio Satya menghadirkan kabin dengan material plastik keras khas LCGC dan fitur keselamatan standar seperti dual airbag serta ABS+EBD. Kekedapan kabin masih tergolong standar, terutama saat melaju di tol.
BYD Atto 1 menampilkan desain interior modern khas mobil listrik. Meski begitu, ruang belakang terasa sempit untuk tiga penumpang dewasa dan kapasitas bagasi tidak terlalu luas.
Mobil ini lebih ideal sebagai city car untuk penggunaan urban.
Pertimbangan Nilai Jual Kembali
Honda Brio Satya memiliki jaringan servis luas dan nilai jual kembali yang relatif stabil. Sementara itu, pasar mobil listrik entry-level seperti BYD Atto 1 masih tergolong baru, sehingga nilai jual kembali jangka panjangnya belum teruji.
Kesimpulan
Honda Brio Satya cocok bagi pembeli yang mengutamakan kemudahan penggunaan, jaringan servis luas, serta fleksibilitas perjalanan luar kota.
Di sisi lain, BYD Atto 1 menarik bagi konsumen urban yang ingin menikmati teknologi mobil listrik dengan biaya operasional lebih rendah.
Sebelum membeli mobil pertama, pastikan Anda menghitung kebutuhan harian, jarak tempuh rutin, akses pengisian daya, serta rencana penggunaan jangka panjang.
Jangan hanya mengikuti tren, pilih mobil yang benar-benar sesuai dengan gaya hidup Anda. (tim)









