IHSG Ditutup Melemah 0,55 Persen, Saham TPIA, BREN dan DSSA Pimpin Penurunan

Investor Tunggu Keputusan The Fed, BI, hingga Review MSCI dan FTSE yang Berpotensi Menentukan Arah Pasar

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 18 Juni 2026 - 07:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Okepost.id, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Rabu (17/6/2026) di zona merah. Pelemahan indeks terjadi di tengah sikap hati-hati pelaku pasar yang menantikan sejumlah agenda penting, mulai dari keputusan suku bunga bank sentral hingga evaluasi status pasar modal Indonesia oleh lembaga indeks global.

Berdasarkan data RTI Infokom, IHSG ditutup turun 0,55 persen ke level 6.220,74. Sepanjang sesi perdagangan, indeks bergerak dalam kisaran 6.179 hingga 6.377.

Dari seluruh saham yang diperdagangkan, sebanyak 288 saham menguat, 391 saham melemah, dan 137 saham bergerak stagnan. Sementara itu, kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia tercatat mencapai Rp10.804 triliun.

Sejumlah saham berkapitalisasi besar menjadi penekan utama pergerakan IHSG. Saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) milik konglomerat Prajogo Pangestu turun 5 persen ke level Rp1.995 per saham.

Tekanan juga terjadi pada saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) yang terkoreksi 0,22 persen ke posisi Rp4.490 per saham.

Baca Juga :  MSCI Bekukan Rebalancing Saham GoTo, Terancam Dihapus dari Indeks pada Agustus 2026

Selain itu, saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) melemah 4,91 persen ke level Rp775 per saham. Saham-saham besar lainnya yang ikut turun antara lain PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) yang terkoreksi 1,59 persen ke Rp3.720 per saham, PT Astra International Tbk (ASII) yang turun 1,84 persen ke Rp4.800 per saham, serta PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) yang anjlok 12 persen ke level Rp3.740 per saham.

Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas menjelaskan bahwa pelemahan IHSG terjadi meskipun tensi konflik antara Amerika Serikat dan Iran mulai mereda. Kondisi tersebut sebenarnya memberikan sentimen positif terhadap prospek ekonomi global.

Namun demikian, pasar domestik masih dibayangi sejumlah ketidakpastian. Salah satunya terkait rencana pemerintah untuk mengkaji ulang dan memangkas anggaran maupun jumlah penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurut Pilarmas, investor saat ini lebih memilih menunggu arah kebijakan moneter dari bank sentral global dan domestik sebelum mengambil posisi investasi yang lebih agresif.

Baca Juga :  IHSG Hari Ini Diprediksi Masih Melemah, Simak Rekomendasi Saham BMRI, BUMI hingga MEDC

“Sentimen penurunan indeks tampaknya datang dari sikap pelaku pasar yang menantikan sejumlah agenda pekan ini, antara lain arah kebijakan moneter dari The Fed dan Bank Indonesia terkait suku bunga acuan,” tulis Pilarmas dalam risetnya.

Selain keputusan suku bunga, pelaku pasar juga mencermati proses rebalancing FTSE serta pengumuman MSCI yang dijadwalkan berlangsung pada 18 dan 23 Juni 2026.

Dua agenda tersebut mencakup Global Market Accessibility Review dan Annual Market Classification Review yang berpotensi menentukan status Indonesia sebagai Emerging Market. Hasil evaluasi tersebut dinilai akan menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi arah pergerakan pasar saham nasional dalam jangka menengah hingga panjang.

Dengan berbagai sentimen yang masih berkembang, investor diperkirakan akan tetap bersikap selektif sambil menunggu kepastian dari sejumlah agenda global dan domestik yang dapat memengaruhi prospek investasi di pasar modal Indonesia.(Pro)

Berita Terkait

IHSG Menguat ke 6.198 Meski MSCI Turunkan Penilaian Transparansi Pasar Indonesia
IHSG Berpotensi Bergerak Volatil, Pasar Tunggu Putusan MSCI yang Bisa Tentukan Arah Bursa
IHSG Melonjak 4 Persen, Rupiah Menguat dan Investor Lokal Borong Saham Unggulan
Perdamaian AS-Iran Picu Optimisme Pasar, IHSG dan Saham Konglomerat Berpotensi Menguat
Top Broker BEI Pekan Ini Dipimpin UBS Sekuritas, Transaksi Saham Capai Puluhan Triliun Rupiah
IHSG Melonjak 7,38 Persen dalam Sepekan, BBCA hingga BREN Tercatat Jadi Penopang Utama Penguatan Indeks
IPO SpaceX, OpenAI, dan Anthropic Ancam Likuiditas Kripto, Investor Berpotensi Alihkan Dana ke Saham AS
IHSG Melonjak 1,25 Persen di Awal Perdagangan 12 Juni 2026, BBCA hingga DSSA Pimpin Penguatan
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 11:02 WIB

IHSG Menguat ke 6.198 Meski MSCI Turunkan Penilaian Transparansi Pasar Indonesia

Kamis, 18 Juni 2026 - 11:09 WIB

IHSG Berpotensi Bergerak Volatil, Pasar Tunggu Putusan MSCI yang Bisa Tentukan Arah Bursa

Kamis, 18 Juni 2026 - 07:43 WIB

IHSG Ditutup Melemah 0,55 Persen, Saham TPIA, BREN dan DSSA Pimpin Penurunan

Selasa, 16 Juni 2026 - 12:58 WIB

IHSG Melonjak 4 Persen, Rupiah Menguat dan Investor Lokal Borong Saham Unggulan

Senin, 15 Juni 2026 - 11:15 WIB

Perdamaian AS-Iran Picu Optimisme Pasar, IHSG dan Saham Konglomerat Berpotensi Menguat

Berita Terbaru

Artikel

Tips Masak Ayam Kecap Pedas Manis, Bumbu Meresap Sempurna

Jumat, 19 Jun 2026 - 14:28 WIB