Okepost.id – Penderita asam lambung kerap mengalami gangguan pada sistem pencernaan. Saat asam lambung naik, penderita biasanya merasakan nyeri di ulu hati, disertai mual hingga muntah.
Pola makan yang tidak tepat, tingkat stres yang tinggi, serta kebiasaan tertentu seperti merokok sering memicu munculnya gejala asam lambung. Karena itu, penderita perlu secara aktif mengendalikan pola hidup dan menghindari berbagai pantangan agar kondisi tidak semakin memburuk.
Inilah beberapa jenis makanan dan minuman yang sebaiknya Anda hindari untuk mencegah asam lambung naik.
Makanan yang digoreng
Makanan yang digoreng membutuhkan waktu lama untuk dicerna. Itu artinya lambung harus menggunakan banyak asam untuk memecahnya.
Jeruk
Buah jeruk yang kaya akan kalium, vitamin C, dan serat sangat baik untuk kesehatan secara keseluruhan. Namun, untuk penderita asam lambung atau GERD, jeruk dapat menimbulkan masalah.
Cokelat
Cokelat diketahui baik untuk kesehatan. Namun, konsumsi makanan tersebut secara berlebihan bisa menyebabkan gejala penyakit asam lambung kambuh kembali, bahkan memperburuk gejala yang muncul.
Minuman Bersoda
Minuman bersoda dapat menyebabkan kembung. Ini tentunya membuat perut membesar dan memberi tekanan pada LES.
Kopi
Kandungan kafein pada kopi dapat merangsang produksi asam lambung berlebih, terutama jika jumlah yang diminum terlalu banyak. Selain kopi, Anda juga harus mengurangi konsumsi teh yang mengandung kafein.
Alkohol
Alkohol dapat memproduksi gas berlebih di lambung sehingga membuat perut kembung, heartburn, bahkan mengalami refluks asam lambung.
Makanan Pedas
Makanan pedas juga jadi salah satu makanan yang harus dihindari oleh orang yang punya penyakit maag dan masalah asam lambung.
Camilan Ultra-Olahan
Akhir-akhir ini, sains telah mengungkap banyak kelemahan dari makanan ultra-olahan atau makanan yang mengandung banyak zat aditif, pemanis, dan pewarna buatan.
Tomat
Asam malat dan asam sitrat dalam tomat mendorong lambung untuk memproduksi lebih banyak asam, sehingga meningkatkan kemungkinan refluks. Selain tomat segar, makanan berbahan dasar tomat seperti saus tomat, tomat kalengan, dan saus spageti semuanya dapat merusak gejala GERD.
Teh Peppermint
Teh peppermint dikenal sebagai obat pencernaan setelah makan karena mengandung senyawa yang membantu menenangkan usus. Namun, dalam kasus ini, teh peppermint dapat memperburuk refluks asam karena dapat menenangkan LES hingga ke keadaan rileks yang memungkinkan asam masuk ke kerongkongan.
Jus
Sama seperti buah jeruk dan tomat yang cenderung memicu produksi asam, jusnya juga demikian. Versi jus dari buah-buahan ini mempertahankan sifat yang sama yang memicu GERD seperti dalam bentuk utuhnya. Jus jeruk asam, jus tomat, atau jus jeruk bali dapat memulai membuat asam lambung naik.
Daging Berlemak
Apa pun yang tinggi lemak butuh waktu lama untuk dicerna, yang menyebabkan sistem pencernaan bekerja lebih keras dan menghasilkan lebih banyak asam. Itu termasuk daging berlemak seperti iga, ayam dengan kulit, atau daging sapi dengan banyak lemak.
Pizza
Meski lezat, pizza bisa menjadi ancaman tiga kali lipat bagi GERD dengan saus tomat asamnya, topping daging berlemak, dan kulit asin. Daripada memesan pai dari jaringan restoran, buatlah pizza yang lebih ramah asam di rumah dengan kulit rendah sodium, saus putih atau minyak zaitun, dan topping protein rendah lemak.









