Cara Mencegah Kram Otot Saat Race Lari di Tanjakan dan Turunan

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 4 Mei 2026 - 16:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Okepost.id – Kesalahan memahami teknik berlari di tanjakan dan turunan dapat berujung pada kelelahan berlebih, kram otot, hingga risiko terjatuh.

Oleh karena itu, pelari perlu memahami bahwa medan elevasi bukan hanya soal kekuatan fisik, melainkan juga soal pengaturan gerak dan strategi.

Sport Science Coach Matias Ibo menjelaskan, banyak pelari justru meremehkan lintasan menurun karena dianggap lebih ringan. Padahal, menurut dia, turunan kerap menjadi tantangan yang lebih kompleks dibandingkan tanjakan.

“Untuk medan yang naik turun, sebenarnya ketika menghadapi turunan itu jauh lebih sulit dibandingkan tanjakan,” jelasnya dalam Media Briefing Road to Maybank Marathon 2026, Kamis (30/4/2026).

Ia menekankan, teknik menghadapi tanjakan dan turunan tidak bisa disamakan. Masing-masing membutuhkan adaptasi biomekanik yang berbeda agar tubuh dapat bekerja lebih efisien.

Teknik menghadapi tanjakan dan turunan saat race lari,Jangan memaksa lurus ke atas

Pada saat naik, kita menggunakan energi yang ada dan tipsnya bisa dengan lari sideways, jadi tidak lurus ke atas, tetapi sedikit ke kanan dan kiri mengikuti alur jalan,” ujarnya.

Baca Juga :  Honda Square X125 Skuter Matik Adventure, Sudah Dibekali Rak Samping Lipat

Teknik ini memungkinkan distribusi beban kerja menjadi lebih merata. Gerakan diagonal membantu tubuh memanfaatkan otot pendukung lain sehingga tekanan pada sendi dapat dikurangi.

“Tujuannya agar tidak memakai lutut secara 100 persen, tetapi lebih banyak menggunakan otot-otot lainnya,” kata Matias.

Turunan justru membutuhkan kontrol lebih besar

Matias mengungkap, saat berlari turun, gravitasi membantu mendorong tubuh bergerak lebih cepat. Namun kondisi ini membuat kerja lutut meningkat drastis karena harus menahan beban saat tubuh melaju.

“Sementara saat turun, karena sudaha da gravitasinya, maka lutut akan bekerja jauh lebih keras. Makanya, banyak pelari yang kram pada saat turun bukan di tanjakan,” jelasnya.

Jangan anggap turunan sebagai kesempatan sprint

Salah kaprah yang sering terjadi adalah menganggap turunan sebagai momen untuk memulihkan tenaga sambil berlari sekencang mungkin. Menurut Matias, anggapan tersebut justru berbahaya.

Baca Juga :  LPDP Buka Beasiswa Akselerasi Magister 2026: S1 Bisa Langsung ke S2 Luar Negeri

Latihan di medan yang menyerupai lintasan perlombaan sangat penting untuk membantu tubuh mengenali pola gerakan yang tepat. Dengan latihan berulang, otot dan sendi akan beradaptasi terhadap tekanan spesifik yang muncul saat menghadapi elevasi.

Susun strategi sejak awal race

Ketika lari itu harus diperkirakan juga bagaimana menyusun strategi yang tepat untuk masing-masing kategori dari start sampai finish di mana kita bisa finish strong,” imbaunya.

Setiap kategori lomba memiliki kebutuhan berbeda. Race jarak pendek memungkinkan agresivitas lebih tinggi, sementara lomba jarak jauh membutuhkan pengelolaan energi yang jauh lebih disiplin.

Pemahaman teknik yang tepat dan strategi matang menjadi kunci agar pelari bisa menaklukkan lintasan dengan aman tanpa mengorbankan performa hingga garis akhir. (*)

Berita Terkait

Cucurella Bantah Rumor Tinggalkan Chelsea, Tegaskan Bahagia di London
3 Resep Ceker Ayam yang Lezat, Bumbu Mercon hingga Sop Bening
Sungai Penuh Gandeng Kemensos Gelar Operasi Katarak Gratis dan Khitanan Massal untuk Warga
Mendag Pastikan Harga Minyakita Belum Naik
Amerika Serikat Hancurkan Paraguay 4-1 di Piala Dunia 2026, Balogun Borong Dua Gol
Cara Membuat Singkong Rebus Gula Merah Tanpa Ribet dan Hasilnya Lembut Manis
Timnas Inggris Kehilangan Logistik Penting Jelang Piala Dunia 2026, Peralatan Taktik Thomas Tuchel Ikut Dicuri
6 Olahraga yang Cepat Menurunkan Berat Badan untuk Wanita
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 14 Juni 2026 - 12:44 WIB

Cucurella Bantah Rumor Tinggalkan Chelsea, Tegaskan Bahagia di London

Minggu, 14 Juni 2026 - 10:40 WIB

3 Resep Ceker Ayam yang Lezat, Bumbu Mercon hingga Sop Bening

Sabtu, 13 Juni 2026 - 20:02 WIB

Sungai Penuh Gandeng Kemensos Gelar Operasi Katarak Gratis dan Khitanan Massal untuk Warga

Sabtu, 13 Juni 2026 - 16:05 WIB

Mendag Pastikan Harga Minyakita Belum Naik

Sabtu, 13 Juni 2026 - 15:49 WIB

Amerika Serikat Hancurkan Paraguay 4-1 di Piala Dunia 2026, Balogun Borong Dua Gol

Berita Terbaru