Okepost.id – Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Prof. Tjandra Yoga Aditama menyampaikan pentingnya peningkatan kewaspadaan terhadap empat penyakit infeksi paru-paru berat.
Mengacu pada laporan Disease Outbreak News dari World Health Organization (WHO) pada Desember 2025 serta Januari dan Februari 2026, dia mengatakan, penyakit infeksi paru-paru berat yang mesti diwaspadai meliputi Avian Infuenza atau flu burung, Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus (MERS CoV), Super Flu, dan penyakit akibat infeksi virus Nipah.
Ia mengatakan bahwa Indonesia termasuk negara dalam lingkup WPRO yang melaporkan angka kematian tinggi akibat flu burung, yakni 84 persen.
Virus influenza penyebab flu burung yang beredar di wilayah kerja WHO WPRO meliputi H3N8, H7N4, H7N9, H9N2, H10N3, dan H10N5.
Penyakit infeksi paru-paru kedua yang dinilai mesti diwaspadai yakni MERS CoV. Menurut laporan WHO pada Desember 2025, sebanyak 17 kasus MERS CoV muncul di Arab Saudi selama tahun 2025.
Penyakit infeksi paru-paru ketiga perlu diwaspadai yakni Super Flu, yang disebabkan oleh infeksi virus influenza A H3N2 subclade K.
Penyakit infeksi paru-paru keempat yang harus diwaspadai yakni penyakit akibat infeksi virus Nipah, yang bisa menular ke manusia melalui persentuhan langsung dengan cairan tubuh hewan terinfeksi.
Untuk kita di Indonesia maka perlu terus ditingkatkan kegiatan surveilans virus infeksi paru dan saluran napas, sehingga situasi dapat dikenali dan ditangani dengan baik,” katanya.(*)









