Antara Selera dan Realita, Kisah Personal di Balik Kepemilikan Honda Vario

Otomotif

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 4 Maret 2026 - 08:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar Ilustrasi

Gambar Ilustrasi

Okepost.id – Sebuah tulisan opini yang tayang di portal satir dan esai populer Mojok.co memantik perhatian pembaca setelah mengangkat pengalaman personal penulisnya terkait kepemilikan motor skutik produksi Honda.

Dalam artikel tersebut, penulis menceritakan kisah masa mudanya ketika mendapatkan sebuah Honda Vario dari orang tua. Alih-alih merasa senang, ia justru mengaku sempat kecewa karena motor impiannya saat itu adalah model lain yang lebih sesuai dengan selera remajanya.

Tulisan itu menggunakan gaya naratif khas Mojok—santai, jenaka, dan penuh hiperbola. Penulis menyebut motor tersebut sebagai “menyalahi kodrat” dan “nggak waras”. Namun, istilah tersebut tidak dimaksudkan secara harfiah ataupun sebagai kritik teknis terhadap produk, melainkan sebagai ungkapan emosional atas ketidaksesuaian antara ekspektasi dan kenyataan.

Baca Juga :  Honda City Turbo II, Hatchback Ikonik Sumber Inspirasi Super-ONE

Bukan Ulasan Teknis

Berbeda dari artikel otomotif pada umumnya, tulisan ini tidak membahas spesifikasi mesin, performa, konsumsi bahan bakar, maupun fitur kendaraan. Fokusnya lebih pada sudut pandang subjektif tentang bagaimana sebuah kendaraan bisa menjadi simbol status sosial, selera, dan identitas di kalangan anak muda.

Penulis juga menyinggung keinginannya saat itu untuk memiliki motor keluaran Yamaha yang dianggap lebih “keren” dan sesuai tren pergaulan. Perbandingan tersebut lebih bersifat emosional daripada rasional.

Refleksi tentang Selera dan Realitas

Baca Juga :  Harga Motor Bebek Trail Februari 2026: Honda X-Tracker vs Yamaha PG-1 vs Viar

Di balik gaya bercanda yang tajam, artikel tersebut sejatinya memuat refleksi tentang proses pendewasaan. Seiring waktu, penulis mengakui bahwa kendaraan yang semula dianggap “tidak sesuai harapan” justru tetap dapat diandalkan dalam aktivitas sehari-hari.

Narasi ini menggambarkan bagaimana persepsi terhadap suatu barang dapat berubah seiring pengalaman. Motor yang awalnya dianggap tidak ideal, pada akhirnya tetap berfungsi sebagai sarana mobilitas yang efektif.

Tulisan tersebut menjadi contoh bagaimana pengalaman pribadi dapat dikemas menjadi refleksi sosial yang ringan namun relevan, terutama bagi pembaca yang pernah mengalami perbedaan antara keinginan dan keputusan orang tua.***

Berita Terkait

Honda WR-V 2024 Bekas Turun Harga, Kini Bisa Dibawa Pulang Mulai Rp210 Juta
Rekomendasi Saham Hari Ini: IHSG Berisiko Melemah, MDKA hingga INCO Jadi Sorotan
Bukan Motor, Bukan Mobil! Toyota i-Road Punya 3 Roda dan Bisa Miring
Apple, Samsung, Google Terancam Pembatasan Penjualan di AS, Ini Pemicunya
Toyota Agya Makin Canggih, Fitur Ini Bikin City Car Andalan Toyota Naik Kelas
Serat Buah Pepaya Berpotensi Jadi Masa Depan Dunia Pengobatan
Harga Honda Sonic 150R 2026 Tembus Rp29,2 Juta, Ini Spesifikasi Lengkap Motor Bebek Sport Honda
Tempe Goreng Tepung Gurih dan Renyah Seharian untuk Camilan Keluarga atau Lauk Praktis
Berita ini 29 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 17:36 WIB

Honda WR-V 2024 Bekas Turun Harga, Kini Bisa Dibawa Pulang Mulai Rp210 Juta

Sabtu, 26 September 2026 - 11:24 WIB

Rekomendasi Saham Hari Ini: IHSG Berisiko Melemah, MDKA hingga INCO Jadi Sorotan

Senin, 21 September 2026 - 18:30 WIB

Bukan Motor, Bukan Mobil! Toyota i-Road Punya 3 Roda dan Bisa Miring

Minggu, 20 September 2026 - 18:23 WIB

Apple, Samsung, Google Terancam Pembatasan Penjualan di AS, Ini Pemicunya

Jumat, 18 September 2026 - 19:28 WIB

Toyota Agya Makin Canggih, Fitur Ini Bikin City Car Andalan Toyota Naik Kelas

Berita Terbaru

Poto ilustrasi

INVESTASI

BEI Catat 7 Perusahaan Antre IPO, Sektor Kesehatan Mendominasi

Minggu, 4 Okt 2026 - 17:23 WIB