Harga Beras Naik Rekor Meski Stok Melimpah, Ini Penyebabnya

Ekonomi

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 3 Mei 2026 - 05:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar ilustrasi AI

Gambar ilustrasi AI

Okepost.id, Jakarta – Harga beras di Indonesia kembali mencetak rekor baru pada akhir April 2026. Kenaikan ini terjadi di tengah kondisi cadangan beras nasional yang justru sangat tinggi.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik, harga beras premium dan medium terus mengalami peningkatan dalam beberapa pekan terakhir. Kenaikan tersebut dirasakan di berbagai daerah dan memicu kekhawatiran masyarakat.

Cadangan Beras Tembus Rekor Tertinggi

Di sisi lain, stok beras pemerintah berada dalam kondisi melimpah. Cadangan beras pemerintah (CBP) bahkan telah mencapai sekitar 5 juta ton.

Jumlah ini menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah Indonesia dan melampaui capaian sebelumnya. Kondisi ini menunjukkan bahwa secara produksi dan stok, Indonesia tidak mengalami kekurangan beras.

Baca Juga :  PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, ASN dan Pensiunan Bakal Terima Dua Tambahan Penghasilan

Distribusi Jadi Masalah Utama

Kenaikan harga beras di tengah stok melimpah menandakan adanya persoalan pada sistem distribusi. Beberapa faktor yang memicu kondisi ini antara lain:

Distribusi beras belum merata ke seluruh wilayah

Rantai pasok yang panjang meningkatkan biaya

Perbedaan harga antar daerah masih tinggi

Dugaan spekulasi dari pelaku pasar

Akibatnya, terjadi fenomena yang kontras: stok beras melimpah, tetapi harga tetap tinggi di pasaran.

Pemerintah Dorong Stabilisasi Harga

Pemerintah menilai kenaikan harga ini tidak sejalan dengan kondisi stok nasional. Karena itu, berbagai langkah mulai didorong untuk menekan harga beras.

Baca Juga :  Rusia Stop Ekspor Avtur hingga Akhir 2026, Pasar Energi Global Bersiap Hadapi Dampaknya

Beberapa upaya yang dilakukan meliputi:

Penegakan Harga Eceran Tertinggi (HET)

Optimalisasi distribusi beras ke daerah

Penguatan sistem logistik pangan

Wacana penerapan satu harga beras nasional

Langkah-langkah ini diharapkan mampu menjaga stabilitas harga dan melindungi daya beli masyarakat.

Kenaikan harga beras saat stok melimpah menunjukkan bahwa persoalan utama bukan pada produksi, melainkan distribusi dan tata niaga.

Jika distribusi berjalan optimal, harga beras seharusnya bisa lebih stabil. Perbaikan sistem ini menjadi kunci agar kondisi serupa tidak terus berulang.(Pro)

Berita Terkait

Air Danau Kerinci Menyusut, Warga Diminta Waspadai Dampaknya
Bupati Monadi Buka Festival Kopi Kerinci 2026, Dorong Generasi Muda Jadi Inovator dan Pelaku Agrowisata
Kadin Minta Independensi Bank Indonesia Dijaga, Investor Tunggu Kepastian Gubernur BI Baru
Laba Hutama Karya Lampaui Target Semester I 2026, Jalan Tol Trans Sumatera Jadi Penopang Utama
Harga Beras Naik 6 Bulan Berturut-turut, Inflasi Pangan Mengancam Daya Beli dan Kemiskinan
Taspen Desak PP Turunan UU ASN 2023 Segera Terbit, Jaminan Pensiun PPPK Jadi Sorotan
Rupiah Diprediksi Bergerak di Kisaran Rp17.950–Rp18.050, Sentimen S&P dan The Fed Jadi Sorotan
BPK Soroti Tata Kelola Danantara, Transparansi Laporan Keuangan BUMN Jadi Perhatian
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 19:28 WIB

Air Danau Kerinci Menyusut, Warga Diminta Waspadai Dampaknya

Sabtu, 19 September 2026 - 18:30 WIB

Bupati Monadi Buka Festival Kopi Kerinci 2026, Dorong Generasi Muda Jadi Inovator dan Pelaku Agrowisata

Senin, 27 Juli 2026 - 16:20 WIB

Kadin Minta Independensi Bank Indonesia Dijaga, Investor Tunggu Kepastian Gubernur BI Baru

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:03 WIB

Laba Hutama Karya Lampaui Target Semester I 2026, Jalan Tol Trans Sumatera Jadi Penopang Utama

Selasa, 21 Juli 2026 - 09:42 WIB

Harga Beras Naik 6 Bulan Berturut-turut, Inflasi Pangan Mengancam Daya Beli dan Kemiskinan

Berita Terbaru

Poto ilustrasi

INVESTASI

BEI Catat 7 Perusahaan Antre IPO, Sektor Kesehatan Mendominasi

Minggu, 4 Okt 2026 - 17:23 WIB