Okepost.id – PT Hutama Karya (Persero) tancap gas menyelesaikan proyek raksasa Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) koridor Betung-Tempino-Jambi hingga rencana besar ruas Jambi-Rengat.
Proyek ini diproyeksikan menjadi urat nadi baru yang akan memangkas waktu tempuh sekaligus menggenjot efisiensi logistik di wilayah tengah Sumatera secara signifikan.
Dalam kunjungannya ke Jambi, Komisi VI DPR RI memberikan dukungan penuh terhadap percepatan ruas Betung-Tempino-Jambi sepanjang 170,70 km. Tak berhenti di situ, Hutama Karya kini mulai mematangkan persiapan untuk menyambungkan konektivitas tersebut melalui Tol Jambi-Rengat sepanjang 198,13 km yang akan mempererat hubungan ekonomi antara Provinsi Jambi dan Riau.
Dukungan pemerintah dan DPR RI menjadi energi penting bagi keberlanjutan pembangunan JTTS. Hutama Karya akan terus menjaga komitmen untuk menghadirkan infrastruktur yang andal, terhubung, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta pertumbuhan ekonomi wilayah,” tegas Plt. Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani.
Saat ini, pengerjaan konstruksi pada ruas Betung-Tempino-Jambi masih terus berjalan sepanjang 118,14 km.
Secara rinci, progres pada Seksi 1A mencatat pembebasan lahan 48,32% dengan konstruksi 57,64%, sedangkan Seksi 1B mencatat pembebasan lahan 41,14% dan konstruksi 13,39%.
Untuk Seksi 2A, lahan telah terbebaskan 28,45% dengan konstruksi 22,03%, serta Seksi 2B dengan progres lahan 40,48% dan konstruksi 22,37%.
Meskipun pengerjaan masih berlangsung di beberapa titik, masyarakat sudah bisa menikmati Segmen Bayung Lencir-Tempino sepanjang 34,10 km dan Segmen Tempino-Ness sepanjang 18,49 km yang telah beroperasi tanpa tarif. Kehadiran ruas ini dinilai krusial untuk menunjang kawasan produktif dan mempercepat mobilitas antarprovinsi.
Ketua Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VI DPR RI, Anggia Erma Rini, menyatakan bahwa pengawasan terus dilakukan agar sinergi antar-BUMN dan pemerintah daerah berjalan optimal. Pembangunan ini dinilai bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan strategi besar untuk menghidupkan ekonomi regional.
Selain di wilayah tengah, percepatan juga terjadi di ruas Tol Sigli-Banda Aceh yang progres fisiknya kini mencapai 97,91%.
Jalur tol sepanjang 74,2 km ini terbukti sangat krusial, bahkan telah difungsikan untuk mempercepat distribusi logistik dan bantuan selama masa pemulihan pascabencana di Aceh sejak akhir tahun lalu. Seksi 1 Padang Tiji-Seulimeum sendiri ditargetkan beroperasi penuh pada Kuartal II 2026.
Sinergi kuat antara kementerian, BUMN, dan legislatif ini diharapkan mampu memastikan proyek Tol Trans Sumatera tidak terhambat kendala lahan maupun teknis.
Dengan tersambungnya Jambi hingga Rengat nantinya, wajah distribusi barang dan mobilitas masyarakat di Sumatera dipastikan akan berubah total menjadi lebih cepat dan efisien. (*)









