Okepost.id – Manfaat nanas untuk kesehatan semakin banyak dibahas karena kandungan nutrisi dan senyawa bioaktif di dalamnya. Buah tropis yang berasal dari Amerika Selatan ini kini dikonsumsi di berbagai belahan dunia karena rasanya yang manis sedikit asam dan teksturnya yang berserat.
Selain menyegarkan, nanas dikenal sebagai buah rendah kalori yang kaya vitamin dan mineral. Kandungan vitamin C dalam nanas berperan sebagai antioksidan kuat yang membantu menjaga daya tahan tubuh serta mendukung regenerasi jaringan.
Salah satu komponen paling menonjol dalam nanas adalah enzim bromelain. Enzim ini dipercaya memiliki berbagai efek biologis yang positif bila dikonsumsi dalam jumlah yang wajar.
Membantu Mendukung Pencernaan
Manfaat nanas untuk kesehatan yang paling dikenal adalah kemampuannya mendukung sistem pencernaan. Bromelain membantu memecah protein menjadi bagian yang lebih sederhana sehingga proses pencernaan makanan kaya protein bisa berlangsung lebih optimal.
Meredakan Peradangan dan Nyeri
Bromelain dalam nanas memiliki sifat anti-inflamasi. Sifat ini berpotensi membantu menurunkan tanda-tanda peradangan pada jaringan tubuh.
Beberapa penelitian menunjukkan bromelain dapat membantu mengurangi pembengkakan, memperbaiki sirkulasi di area cedera, serta meredakan nyeri yang berkaitan dengan peradangan. Meski begitu, sebagian besar temuan masih memerlukan penelitian lanjutan pada manusia.
Dukung Kesehatan Pembuluh Darah dan Sirkulasi
Kandungan antioksidan dan senyawa bioaktif dalam nanas juga dikaitkan dengan kesehatan vaskular. Beberapa riset mengindikasikan komponen dalam nanas dapat membantu meningkatkan fungsi pembuluh darah.
Mengurangi Peradangan Kronis
Peradangan kronis kerap dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung dan gangguan metabolik. Antioksidan serta bromelain dalam nanas disebut dapat membantu menurunkan beberapa penanda peradangan umum.
Walaupun nanas memiliki banyak manfaat, konsumsi berlebihan dapat menyebabkan iritasi mulut atau ketidaknyamanan pencernaan akibat kandungan bromelain. Beberapa orang juga bisa lebih sensitif terhadap enzim ini sehingga disarankan memulai dengan porsi kecil. (*)









