Stablecoin StablR Diretas, EURR dan USDR Lepas dari Patokan di Ethereum

Pasar Kripto

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 24 Mei 2026 - 16:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar ilustrasi

Gambar ilustrasi

Okepost.id, Jakarta – Pasar aset kripto kembali diguncang insiden keamanan setelah stablecoin milik StablR, yakni EURR dan USDR, kehilangan patokan nilainya di jaringan Ethereum pada Sabtu, 24 Mei 2026.

Serangan tersebut terjadi setelah pelaku berhasil mengambil alih sistem minting token dan mencetak jutaan stablecoin baru secara ilegal. Total nilai token yang dicetak diperkirakan mencapai US$10,4 juta atau setara ratusan miliar rupiah.

Perusahaan keamanan blockchain Blockaid mengungkapkan bahwa eksploitasi bukan berasal dari kelemahan smart contract, melainkan akibat kebocoran private key pengelola sistem.

Private Key Bocor, Pelaku Ambil Alih Sistem Minting

Berdasarkan hasil investigasi awal, sistem multisignature StablR hanya membutuhkan satu dari tiga tanda tangan resmi untuk mengubah konfigurasi kontrak minting.

Skema tersebut menjadi celah serius dalam tata kelola keamanan proyek. Setelah memperoleh satu private key yang sah, pelaku langsung mengendalikan kontrak dan menghapus dua pemilik resmi lainnya.

Penyerang kemudian mencetak sekitar 8,35 juta token USDR dan 4,5 juta EURR dalam waktu singkat.

Baca Juga :  MoneyGram Luncurkan MGUSD di Stellar, Stablecoin Dolar yang Siap Ubah Pembayaran Global

Blockaid menegaskan bahwa insiden ini murni terjadi karena lemahnya manajemen akses internal.

“Ini bukan kesalahan smart contract, tetapi kegagalan dalam pengamanan private key dan tata kelola sistem,” tulis Blockaid dalam keterangannya di platform X.

EURR dan USDR Kehilangan Patokan

Setelah token hasil eksploitasi dijual ke pasar, stablecoin EURR dan USDR langsung mengalami tekanan besar di decentralized exchange (DEX).

Likuiditas yang tipis membuat pasar tidak mampu menyerap lonjakan suplai secara cepat. Akibatnya, EURR sempat turun sekitar 20 persen dari nilai patokannya, sementara USDR ikut kehilangan kestabilan terhadap dolar AS.

Meski pelaku mencetak token senilai lebih dari US$10 juta, hasil pencairan yang berhasil dibawa kabur diperkirakan hanya sekitar 1.115 ETH atau setara US$2,8 juta.

Tren Serangan DeFi Kembali Terulang

Kasus yang menimpa StablR menambah daftar panjang eksploitasi di sektor decentralized finance (DeFi) sepanjang 2026.

Serangan berbasis kompromi private key kini menjadi salah satu ancaman terbesar di industri aset digital. Sebelumnya, proyek stablecoin Resolv juga mengalami insiden serupa akibat lemahnya pengamanan akses minting token.

Baca Juga :  OKX Hadirkan Agent TradeKit, Teknologi AI Baru untuk Trading Kripto Otomatis

Banyak analis menilai kasus ini menunjukkan bahwa ancaman terbesar industri kripto tidak selalu berasal dari bug teknologi, tetapi dari tata kelola keamanan internal yang lemah.

StablR Beroperasi di Bawah Regulasi Uni Eropa

StablR diketahui memiliki lisensi Electronic Money Institution (EMI) dari regulator keuangan Malta dan beroperasi sesuai regulasi Markets in Crypto-Assets (MiCA) Uni Eropa.

Perusahaan ini juga mendapat dukungan investasi strategis dari Tether pada akhir 2024.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi terkait langkah pemulihan maupun kemungkinan dukungan finansial dari Tether terhadap StablR pasca-insiden tersebut.

Dampak terhadap Kepercayaan Stablecoin

Peretasan ini kembali memunculkan kekhawatiran investor terhadap keamanan stablecoin, terutama proyek yang mengandalkan sistem minting terpusat dengan kontrol akses terbatas.

Pelaku industri kini didorong untuk memperkuat sistem multisig, memperketat pengelolaan private key, serta menerapkan audit keamanan berlapis guna mencegah kejadian serupa terulang.(Pro)

Berita Terkait

Bitcoin Bertahan di Atas US$63.000 Meski Strategy Lepas 3.588 BTC, Investor Pantau ETF dan Risiko Geopolitik
Harga Bitcoin Naik ke Rp1,13 Miliar, Mayoritas Kripto Kompak Menguat
IPO SpaceX, OpenAI, dan Anthropic Ancam Likuiditas Kripto, Investor Berpotensi Alihkan Dana ke Saham AS
Harga Bitcoin Naik Tajam Hari Ini, Sinyal Pembelian dari Michael Saylor Picu Optimisme Pasar
DPR Sahkan Revisi UU P2SK 2026, OJK Resmi Perkuat Pengawasan Aset Kripto dan Bursa Komoditas
Rekomendasi Kripto Hari Ini: VIRTUAL dan ROBO Berpeluang Melonjak, Simak Target Harganya
Bitcoin Turun Tajam Hari Ini? Ini 5 Penyebab Utama yang Membuat Harga BTC Anjlok
Revisi UU P2SK 2026 Perluas Wewenang OJK, Aset Kripto hingga Bursa Mineral Bakal Diawasi Ketat
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 8 Juli 2026 - 16:54 WIB

Bitcoin Bertahan di Atas US$63.000 Meski Strategy Lepas 3.588 BTC, Investor Pantau ETF dan Risiko Geopolitik

Minggu, 14 Juni 2026 - 11:45 WIB

Harga Bitcoin Naik ke Rp1,13 Miliar, Mayoritas Kripto Kompak Menguat

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:58 WIB

IPO SpaceX, OpenAI, dan Anthropic Ancam Likuiditas Kripto, Investor Berpotensi Alihkan Dana ke Saham AS

Senin, 8 Juni 2026 - 11:21 WIB

Harga Bitcoin Naik Tajam Hari Ini, Sinyal Pembelian dari Michael Saylor Picu Optimisme Pasar

Minggu, 7 Juni 2026 - 11:37 WIB

DPR Sahkan Revisi UU P2SK 2026, OJK Resmi Perkuat Pengawasan Aset Kripto dan Bursa Komoditas

Berita Terbaru

Artikel

Manfaat Kentang Rebus untuk Kesehatan dan Kandungan Gizinya

Jumat, 10 Jul 2026 - 17:12 WIB