Okepost.id – Bakwan jagung adalah salah satu gorengan favorit banyak orang. Rasanya gurih, teksturnya renyah di luar dan lembut di dalam.
Namun, tantangan terbesar saat membuat bakwan jagung adalah menjaga kerenyahannya agar tidak cepat lembek setelah dingin.
Kabar baiknya, ada beberapa trik sederhana yang bisa Anda terapkan agar bakwan jagung tetap garing lebih lama.
Berikut panduan lengkapnya.
1. Gunakan Kombinasi Tepung yang Tepat
Kunci utama bakwan jagung yang renyah terletak pada komposisi tepungnya. Jangan hanya menggunakan tepung terigu saja.
Agar hasilnya lebih garing dan tidak cepat lembek:
- Campurkan tepung terigu dan tepung beras. Tepung beras membantu menciptakan tekstur lebih ringan dan renyah.
- Tambahkan sedikit tepung tapioka atau maizena untuk meningkatkan efek kriuk yang tahan lama.
Perpaduan ini membantu mengurangi kadar gluten berlebih yang bisa membuat bakwan menjadi padat dan kurang renyah.
2. Gunakan Air Dingin atau Air Es
Saat membuat adonan, gunakan air dingin atau air es. Suhu dingin membantu menghambat pembentukan gluten pada tepung sehingga hasil gorengan menjadi lebih ringan dan renyah.
Hindari menggunakan air hangat karena bisa membuat adonan lebih elastis dan berujung pada tekstur yang kurang kriuk.
3. Perhatikan Konsistensi Adonan
Adonan bakwan jagung sebaiknya tidak terlalu encer dan tidak terlalu kental.
- Jika terlalu encer, bakwan akan menyerap banyak minyak.
- Jika terlalu kental, hasilnya bisa menjadi keras dan kurang renyah.
Pastikan jagung masih terasa dominan dan tidak tenggelam dalam adonan tepung.
4. Pastikan Minyak Benar-Benar Panas
Minyak yang cukup panas sangat penting untuk menghasilkan bakwan yang garing.
Minyak panas membantu “mengunci” permukaan bakwan dengan cepat sehingga tidak menyerap terlalu banyak minyak.
Tipsnya :
- Gunakan minyak yang cukup banyak agar bakwan terendam.
- Jangan masukkan adonan sebelum minyak benar-benar panas.
Jika minyak kurang panas, bakwan akan berminyak dan mudah lembek setelah dingin.
5. Bentuk Tipis dan Jangan Terlalu Tebal
Buat bakwan dengan bentuk agak pipih dan tidak terlalu tebal. Bentuk yang lebih tipis memungkinkan bagian dalam matang sempurna dan bagian luar menjadi lebih renyah.
Selain itu, jangan menggoreng terlalu banyak dalam satu waktu karena dapat menurunkan suhu minyak dan membuat hasilnya kurang maksimal.
6. Tiriskan dengan Benar dan Jangan Ditumpuk
Setelah matang, tiriskan bakwan di atas rak kawat atau kertas penyerap minyak.
Hindari langsung menumpuk bakwan yang masih panas karena uap panas yang terperangkap bisa membuat bagian bawah menjadi lembek.
Biarkan bakwan sedikit “bernapas” agar kerenyahannya bertahan lebih lama.
7. Cara Menghangatkan Kembali Bakwan
Jika bakwan sudah dingin, Anda bisa memanaskannya kembali menggunakan oven atau air fryer selama beberapa menit. Cara ini membantu mengembalikan tekstur renyah tanpa membuatnya semakin berminyak.
Kesimpulan
Membuat bakwan jagung yang tetap renyah meski sudah dingin bukan hal yang sulit. Kuncinya ada pada kombinasi tepung, penggunaan air dingin, suhu minyak yang tepat, serta teknik menggoreng dan meniriskan yang benar.
Dengan menerapkan tips di atas, Anda bisa menikmati bakwan jagung yang tetap kriuk lebih lama bahkan setelah tidak lagi hangat.
Selamat mencoba di rumah!









