Harga Ethereum Tertekan, Aksi Jual Whale dan ETF Picu Risiko Koreksi Lebih Dalam

Kripto

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 9 Mei 2026 - 13:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Okepost.id, Jakarta – Pasar kripto kembali menghadapi tekanan setelah harga Ethereum (ETH) bergerak melemah dalam beberapa pekan terakhir.

Tekanan tersebut muncul seiring aksi jual besar-besaran dari whale serta meningkatnya arus keluar dana dari ETF Ethereum spot di Amerika Serikat.

Kondisi itu membuat investor mulai waspada terhadap potensi koreksi lebih dalam pada aset kripto terbesar kedua di dunia tersebut.

Whale Ethereum Mulai Distribusi Besar-Besaran

Data on-chain terbaru menunjukkan kelompok whale Ethereum mulai mengurangi kepemilikan mereka sepanjang 2026. Dompet yang menyimpan ribuan hingga jutaan ETH tercatat melepas jutaan token ke pasar dalam beberapa bulan terakhir.

Aksi distribusi tersebut memicu tekanan jual tambahan di tengah kondisi pasar kripto yang masih fluktuatif. Banyak analis menilai langkah whale biasanya menjadi sinyal awal perubahan tren karena investor besar cenderung bergerak lebih cepat dibanding trader ritel.

Selain itu, peningkatan suplai ETH di bursa kripto juga memperbesar peluang volatilitas harga dalam jangka pendek.

ETF Ethereum Catat Arus Keluar Dana

Baca Juga :  The Fed Diperkirakan Tahan Suku Bunga Tinggi Lebih Lama, Pasar Saham dan Kripto Hadapi Tekanan

Tekanan terhadap Ethereum semakin kuat setelah ETF spot ETH di Amerika Serikat mengalami arus keluar dana dalam jumlah besar.

Investor institusi terlihat mulai mengurangi eksposur terhadap aset berisiko akibat ketidakpastian pasar global dan pergerakan suku bunga Amerika Serikat.

Arus keluar ETF biasanya berdampak langsung terhadap sentimen pasar karena produk investasi tersebut menjadi salah satu indikator minat investor institusi terhadap Ethereum.

Ketika dana keluar terus meningkat, harga ETH cenderung kesulitan membangun momentum kenaikan baru.

Harga ETH Masih Bertahan di Area Penting

Meski menghadapi tekanan besar, Ethereum masih bertahan di area support psikologis penting. Level US$2.000 kini menjadi titik krusial yang terus dipantau trader dan analis teknikal.

Jika harga mampu bertahan di atas area tersebut, ETH masih memiliki peluang melakukan rebound dalam jangka pendek. Namun jika support itu jebol, tekanan jual diperkirakan akan semakin besar dan membuka ruang koreksi lanjutan.

Beberapa analis juga melihat volume perdagangan mulai meningkat saat harga turun. Kondisi itu menunjukkan aktivitas pasar masih tinggi meski sentimen cenderung negatif.

Baca Juga :  Pasar Kripto Diguncang Outflow Rp75 Triliun, Apa Penyebabnya?

Sebagian Investor Mulai Akumulasi

Di tengah aksi jual whale dan tekanan ETF, sebagian investor justru mulai memanfaatkan penurunan harga untuk melakukan akumulasi ETH.

Beberapa pelaku pasar menilai Ethereum masih memiliki fundamental kuat berkat dominasi ekosistem smart contract, DeFi, hingga pengembangan jaringan layer-2 yang terus berkembang.

Optimisme tersebut membuat sebagian trader percaya ETH masih berpotensi pulih ketika tekanan pasar mulai mereda.

Sentimen Pasar Kripto Masih Fluktuatif

Pergerakan Ethereum saat ini juga dipengaruhi kondisi pasar kripto global yang belum stabil. Investor masih menunggu arah kebijakan bank sentral Amerika Serikat serta perkembangan regulasi aset digital di sejumlah negara besar.

Jika tekanan makroekonomi berlanjut, aset kripto termasuk Ethereum berpotensi mengalami volatilitas tinggi dalam beberapa bulan mendatang.

Namun jika arus dana institusi kembali masuk dan sentimen pasar membaik, Ethereum berpeluang kembali menguat dan melanjutkan tren bullish jangka panjang.(Pro)

Berita Terkait

Bitcoin bertahan di atas $77.000 setelah short squeeze dipicu Treasury
Brasil Perketat Aturan Kripto, Transaksi Lebih dari Rp 178 Juta Wajib Menunggu 24 Jam
BI Agresif Serap Likuiditas, Outstanding SRBI Tembus Rp1.072 Triliun
Tren RWA Kripto Melonjak, Transparansi Jadi Kunci Membangun Kepercayaan Investor
Bitcoin Bertahan di Atas US$63.000 Meski Strategy Lepas 3.588 BTC, Investor Pantau ETF dan Risiko Geopolitik
Harga Bitcoin Naik ke Rp1,13 Miliar, Mayoritas Kripto Kompak Menguat
IPO SpaceX, OpenAI, dan Anthropic Ancam Likuiditas Kripto, Investor Berpotensi Alihkan Dana ke Saham AS
Harga Bitcoin Naik Tajam Hari Ini, Sinyal Pembelian dari Michael Saylor Picu Optimisme Pasar
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 12:10 WIB

Bitcoin bertahan di atas $77.000 setelah short squeeze dipicu Treasury

Minggu, 9 Agustus 2026 - 16:05 WIB

Brasil Perketat Aturan Kripto, Transaksi Lebih dari Rp 178 Juta Wajib Menunggu 24 Jam

Rabu, 22 Juli 2026 - 11:13 WIB

BI Agresif Serap Likuiditas, Outstanding SRBI Tembus Rp1.072 Triliun

Selasa, 21 Juli 2026 - 14:52 WIB

Tren RWA Kripto Melonjak, Transparansi Jadi Kunci Membangun Kepercayaan Investor

Rabu, 8 Juli 2026 - 16:54 WIB

Bitcoin Bertahan di Atas US$63.000 Meski Strategy Lepas 3.588 BTC, Investor Pantau ETF dan Risiko Geopolitik

Berita Terbaru

Poto ilustrasi

INVESTASI

BEI Catat 7 Perusahaan Antre IPO, Sektor Kesehatan Mendominasi

Minggu, 4 Okt 2026 - 17:23 WIB