Okepost.id, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Rabu (19/8/2026) di zona merah. IHSG turun 0,86 persen atau 55,70 poin ke level 6.394,12.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG dibuka di level 6.408,17 dan sempat menyentuh posisi tertinggi 6.490,91. Sebanyak 238 saham menguat, 363 saham melemah, sedangkan 188 saham bergerak stagnan.
Kapitalisasi pasar BEI tercatat mencapai Rp11.269,99 triliun.
Saham Tambang Tekan IHSG
Tekanan terhadap IHSG terutama datang dari sejumlah saham berkapitalisasi besar. PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) menjadi salah satu pemberat utama setelah anjlok 9,41 persen ke Rp15.650 per saham.
PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) juga turun 2,59 persen ke Rp4.140. Sementara itu, PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) terkoreksi 1,99 persen menjadi Rp3.450.
Saham PT Astra International Tbk. (ASII) turut melemah 1,25 persen ke level Rp4.730.
Di sisi lain, beberapa saham masih mampu menguat. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) naik 6,67 persen ke Rp1.040, sedangkan PT Ekamas Mora Republik Tbk. (MORA) menguat 0,98 persen menjadi Rp5.150.
Bursa Asia Ikut Tertekan
Sebelum penutupan, IHSG sudah melemah 0,6 persen ke level 6.411 pada akhir sesi pertama. Berdasarkan riset Mirae Asset Sekuritas, tekanan terutama berasal dari saham berkapitalisasi besar.
Selain BYAN, saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) juga terkoreksi 2,4 persen pada sesi pertama.
Pelemahan IHSG terjadi sejalan dengan mayoritas bursa utama Asia. Pasar regional ikut terdampak aksi jual saham teknologi di Wall Street pada perdagangan sebelumnya.
BI Pertahankan Suku Bunga 5,75 Persen
Sentimen domestik juga dipengaruhi hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 18–19 Agustus 2026.
Bank Indonesia memutuskan mempertahankan BI Rate di level 5,75 persen. Kebijakan tersebut diambil dengan tetap menempatkan stabilitas nilai tukar rupiah sebagai salah satu prioritas di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Sementara itu, inflasi diperkirakan tetap berada dalam sasaran 2,5 persen plus-minus 1 persen. (Pro)









